program bayi tabung

Program Bayi Tabung: Fakta dan Faktor Keberhasilannya

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah metode yang banyak dilirik oleh pasangan yang ingin punya anak namun belum kunjung mendapatkannya karena berbagai alasan. 

Sesuai namanya, pembuahan sel telur oleh sel sperma akan terjadi di luar tubuh wanita, atau tepatnya di dalam tabung. In vitro merupakan bahasa Latin dari ‘dalam tabung’, sedangkan fertilization sendiri berarti ‘pembuahan’.

Perlukah saya melakukan bayi tabung?

Apakah saya masih bisa mengikuti program bayi tabung? 

Jawabannya tergantung dari kondisi medis Anda, tapi yang lebih utama adalah keputusan Anda serta pasangan.

Pahami do’s & don’t selama program, prosedur bayi tabung dan 6 fakta tentang program bayi tabung berikut, baru putuskan ingin melakukannya atau tidak.

Butuh estimasi biaya program bayi tabung atau rekomendasi dokter di dalam dan luar negeri? Hubungi Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

1. Bebas pilih jenis kelamin bayi 

Program bayi tabung memungkinkan pasangan untuk memilih jenis kelamin calon bayi. Hal ini dilakukan dengan cara memisahkan kromosom pada sperma sebelum dilakukan pembuahan pada sel telur. 

Kromosom pada perempuan adalah XX sedangkan pada laki-laki adalah XY. Sehingga, jika ingin memiliki bayi laki-laki, sperma akan diambil kromosom Y-nya saja dan jika ingin memiliki bayi perempuan, sperma yang diambil hanya kromosom X-nya.

Kromosom yang sudah dipisahkan ini kemudian dimasukkan ke dalam tabung yang sudah berisi sel telur di dalamnya. 

2. Program bayi tabung tidak menjamin kehamilan

Di Indonesia sendiri, peluang keberhasilan program bayi tabung (IVF) terbilang tinggi. Sebanyak 1.701 prosedur bayi tabung berakhir pada kehamilan dari total keseluruhan 6.092 prosedur yang dilakukan selama tahun 2016. Data ini menunjukkan persentase keberhasilan program bayi tabung mencapai 28%. 

3. Bayi tabung adalah metode paling efektif 

Dari sekian banyak prosedur medis alternatif yang dapat menghasilkan kehamilan atau yang dikenal dengan perawatan infertilitas, program bayi tabung (IVF) merupakan salah satu yang paling efektif, yang disimpulkan dari tingkat kesuksesannya.

Selain itu, melalui program bayi tabung, kemungkinan penyakit turunan dapat ditekan dengan melakukan medical check up tambahan. Dengan program ini, kesehatan janin juga lebih terjaga jika dibandingkan dengan metode perawatan infertilitas lainnya. 

Kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar juga dapat dimonitor. Hal ini akan berguna bagi pasangan yang ingin mendapatkan bayi kembar, atau sebaliknya, yang tidak ingin mendapatkan bayi kembar.

Dengan demikian, program bayi tabung dapat menjadi jawaban bagi pasangan yang ingin dikaruniai anak namun belum mendapatkannya karena alasan-alasan berikut ini.

  • Masalah infertilitas.
  • Ada riwayat penyakit keturunan.
  • Sedang mengalami penyakit kronis.
  • Jumlah produksi sperma yang rendah.
  • Produksi sel telur yang tidak maksimal.
  • Sperma tidak mampu melewati leher rahim.
  • Kualitas sel telur atau sperma yang tidak terlalu baik.
  • Gangguan pada saluran telur atau tuba falopi yang mempersulit sperma bertemu dengan sel telur.
  • Endometriosis atau kondisi ketika jaringan sisi dalam dinding rahim tumbuh di bagian luar rahim dan di tempat tidak wajar, seperti indung telur, usus, tuba falopi, vagina, atau rektum (ujung usus yang terhubung ke anus). 

4. Proses program bayi tabung cukup panjang

Rangkaian program bayi tabung (IVF) membutuhkan waktu paling sedikit 1 hingga 2 bulan, bergantung pada kecepatan tubuh dalam merespon tindakan medis yang dilakukan. Dalam rentang waktu itu pula, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  1. Mulai dari injeksi hormon harian pada dua minggu awal untuk mendobrak siklus menstruasi secara natural, 
  2. stimulasi ovarium, 
  3. pengambilan sel telur, 
  4. pembuahan sel telur oleh sperma, 
  5. penyimpanan sel telur dalam laboratorium, 
  6. hingga akhirnya sel telur dikembalikan ke rahim. 

Sembari menjalani proses yang cukup panjang ini, Anda harus secara terus menerus menemui dokter spesialis kandungan dan sistem reproduksi wanita untuk konsultasi, tes darah, hingga tes ultrasound. 

5. Program bayi tabung biasanya dijalankan lebih dari sekali 

Menurut National Infertility Association, kebanyakan wanita harus menjalani lebih dari 1 kali siklus bayi tabung untuk mencapai kehamilan. Hasil statistik dari asosiasi yang sama menyarankan untuk melakukan 3 kali siklus bayi tabung.  

Alasannya karena studi mengestimasi peluang kehamilan setelah 3 kali siklus bayi tabung berkisar antara 45% hingga 63%, sedangkan tingkat keberhasilan dari 1 kali siklus hanya berkisar antara 20% hingga 30%.

6. Faktor keberhasilan program bayi tabung

Meski berdasarkan data, program bayi tabung cukup menjanjikan, tidak ada jaminan bahwa kehamilan merupakan hasil akhir yang mutlak dari prosedur bayi tabung. Nyatanya, keberhasilan program bayi tabung melibatkan banyak faktor, antara lain:

Usia 

Semakin muda usia wanita, semakin tinggi pula peluang berhasilnya program bayi tabung. Berdasarkan riset publik, usia terbaik untuk melakukan proses bayi tabung adalah di bawah 35 tahun, dengan tingkat keberhasilannya mencapai 35%. 

Sedangkan pada wanita yang berumur di atas 42 tahun, tingkat keberhasilan kehamilan setelah program bayi tabung hanya mencapai 6,7%.

Tidak hanya usia wanita yang mempengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung. Usia laki-laki pemberi sperma juga berperan menentukan keberhasilan program bayi tabung ini. 

Semakin muda usia laki-laki, semakin tinggi pula tingkat keberhasilannya. Hal ini disebabkan kualitas sperma laki-laki muda yang cenderung lebih baik dibandingkan dengan yang sudah lebih berumur.

Pola makan dan gaya hidup

Gaya hidup yang dijalani oleh pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung beserta dengan pola makan mereka turut ambil andil dalam tingkat keberhasilannya. Hal ini karena dari pola makan dan gaya hidup sehari-hari dapat mempengaruhi tingkat kesuburan. 

Bagi perokok, misalnya, cenderung akan mengalami gangguan kesuburan dibandingkan dengan yang tidak merokok. Hal ini tidak hanya berlaku bagi perokok aktif saja. Perokok pasif atau mereka yang tidak merokok tapi sering terpapar asap rokok juga dapat mengalami gangguan kesuburan mengingat mereka turut menghirup senyawa kimia yang dihasilkan oleh asap rokok.

Khusus pada pria yang merokok, gangguan kesuburan yang mungkin timbul adalah penurunan jumlah sperma, masalah pergerakan sperma, masalah hormon, hingga disfungsi ereksi.

Faktor kesehatan lainnya

Kesehatan organ reproduksi dari pasangan yang menjalani program bayi tabung juga berpengaruh pada kemungkinan kehamilan. Adapun faktor lain yang juga mempengaruhi adalah apakah ada riwayat infertilitas yang diturunkan secara genetika, serta kondisi kesehatan anatomi dari rahim wanita.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by