prosedur bayi tabung

Prosedur Bayi Tabung: Sebelum dan Sesudah Mengikutinya

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Anda sudah pelajari semua fakta program bayi tabung. Pasangan pun sudah menyetujui untuk melakukannya. Orang tua siap bantu. Namun, di benak Anda muncul pertanyaan…

Seperti apa persiapannya?

Ngeri tidak proses bayi tabung?

Adakah efek samping dari bayi tabung?

Tenang… 

Mengingat metode bayi tabung simplenya adalah mempertemukan sel telur dengan sel sperma di luar tubuh; tidak alamiah, maka wajar jika Anda punya banyak pertanyaan dan keingintahuan mengenai prosedur bayi tabung.

Kecuali Anda sudah paham prosedurnya, do’s & dont’s program bayi tabung, dan hanya butuh estimasi biaya serta rekomendasi dokter atau rumah sakit di dalam atau luar negeri? Hubungi Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebelum Program Bayi Tabung

Prosedur bayi tabung (IVF) dimulai sekitar 2 hingga 4 minggu setelah konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan sistem reproduksi wanita. Sebelumnya, dokter akan mencatat siklus menstruasi Anda agar selaras dengan proses bayi tabung yang telah dijadwalkan. 

Dokter juga mungkin akan menyarankan konsumsi pil kontrasepsi pada tahap ini untuk menurunkan risiko stimulasi ovarium yang berlebihan dan untuk menghindari pembentukan kista pada ovarium.

Kadang, dokter juga akan memeriksa beberapa hal berikut:

  • Kesuburan ovarium. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan jumlah dan kualitas sel telur Anda agar dokter dapat memprediksi respon ovarium terhadap prosedur pengobatan yang akan dilakukan.
  • Analisis sperma. Hal ini dilakukan agar dokter mengetahui kualitas sperma yang akan digunakan.
  • Pemeriksaan penyakit menular. Anda dan pasangan atau donor Anda akan diperiksa untuk mengetahui adanya penyakit menular, termasuk HIV dan AIDS.
  • Latihan transfer embrio buatan. Dokter Anda mungkin saja melakukan prosedur ini untuk mengetahui kedalaman rongga rahim dan teknik apa yang keberhasilannya paling tinggi untuk menanamkan embrio pada rahim.
  • Pengecekan urin. Dokter Anda akan memeriksa lapisan dalam rahim. Dalam tahap ini, mungkin saja Anda menjalani proses sonohisterografi (sonohysterography) yang merupakan proses penyuntikan cairan ke dalam rahim melalui serviks serta ultrasonografi (USG) untuk menghasilkan gambar rongga rahim Anda.

Prosedur Selama Bayi Tabung

Secara umum, prosedur bayi tabung dapat diringkas menjadi beberapa langkah: 

1. Stimulasi ovarium

Pada siklus ovulasi normal wanita, hanya sebanyak satu sel telur yang diproduksi oleh ovarium. Namun jika menjalani program bayi tabung, Anda akan diberi obat yang berguna untuk meningkatkan jumlah produksi sel telur selama 8 hingga 14 hari dengan cara mendorong folikel di dalam ovarium. 

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan program bayi tabung karena jumlah telur yang dapat diambil dan dibuahi meningkat.

Selain meningkatkan jumlah sel telur, obat yang diberikan juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas sel telur. Kualitas sel telur akan berbanding lurus dengan kemungkinan keberhasilan program bayi tabung. 

Obat tersebut akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui injeksi. Selama periode ini, pertumbuhan dan perkembangan folikel akan dipantau oleh dokter dengan cara melakukan tes darah dan USG transvaginal.

Meski melalui proses injeksi, secara umum tidak menimbulkan rasa sakit yang intens. Hal ini dikarenakan diameter jarum yang relatif kecil dan tipis. Prosesnya pun hanya dijalankan satu kali.

2. Pematangan sel telur dalam ovarium

Dalam tahap ini, dilakukan proses pematangan sel telur dalam ovarium dengan tujuan agar telur dapat segera dipindahkan ke rahim. Proses pematangannya menggunakan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang dimasukkan ke dalam tubuh wanita dengan menggunakan suntikan.

Suntikan hormon hCG ini hanya perlu dilakukan sebanyak satu kali. Sebelum dilakukan injeksi, wanita perlu menjalani tes USG untuk mengetahui waktu penyuntikan yang tepat. 

Sel telur yang berkembang akan menyebabkan pembesaran ovarium. Kondisi ini berkemungkinan untuk memicu nyeri di bagian perut bawah serta diikuti dengan rasa kembung. Meski demikian, rasa ketidaknyamanan yang muncul tidak intens dan Anda akan tetap dapat menjalani aktivitas secara normal. 

Pada tahap ini pula, ada kemungkinan siklus Anda diberhentikan oleh dokter sebelum sel telur diambil jika terjadi ovulasi prematur, jumlah perkembangan folikel yang tidak mencukupi, perkembangan folikel yang terlalu banyak sehingga dapat meningkatkan resiko sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), atau masalah medis lainnya. 

Jika siklus dihentikan, Anda akan disarankan untuk mengganti obat, mengganti takaran obat, atau mencari donor sel telur.

3. Pengambilan sel telur

Setelah sel telur dipastikan telah matang, kemudian akan dipindahkan ke rahim. Untuk mengetahui kondisi kesiapan sel telur, akan dilakukan tindakan medis yaitu tes USG untuk mengambil folikel (cairan berisi sel telur di indung telur dalam rahim).

Jika hasil tes menunjukkan bahwa sel telur sudah cukup matang, sel telur akan diambil menggunakan jarum khusus berongga yang berukuran panjang. Sesaat sebelum pengambilan sel telur, akan dilakukan pembiusan lokal untuk mengurangi rasa sakit.

4. Proses pembuahan sel telur oleh sperma

Pada hari yang sama, sel telur yang sudah diambil kemudian ditemukan dengan sperma. Sebelum proses ini, sperma sudah diambil, dicuci, dan diperiksa di laboratorium terlebih dahulu. Sel telur yang telah bertemu dengan sperma dalam tabung ini, dan menjadi embrio kemudian akan dipantau perkembangannya oleh tim medis.

5. Pemindahan embrio ke dalam rahim

Selang beberapa hari setelah terbentuknya embrio, sang embrio akan dimasukan ke dalam rahim. Alat yang digunakan adalah semacam tabung penyalur yang bernama kateter melalui vagina dan didorong sampai rahim. 

Umumnya, embrio yang dimasukkan berjumlah tiga buah. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kemungkinan kehamilan. Pada tahap ini, Anda akan diperiksa oleh dokter untuk memastikan agar embrio tertanam dengan baik di rahim. Hal ini akan mendorong pelepasan hormon kehamilan dalam tubuh.

6. Pengecekan kehamilan

Sekitar 12 hari sampai 2 minggu setelah proses transfer embrio, dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah terjadi kehamilan atau tidak. Jika terjadi kehamilan, Anda akan dirujuk ke dokter kehamilan untuk perawatan selanjutnya.

Jika tidak terjadi kehamilan, konsumsi progesteron akan dihentikan dan dalam waktu satu minggu, Anda akan kembali mengalami menstruasi.

Jika menstruasi tidak terjadi atau terjadi pendarahan, segera hubungi dokter. Anda juga dapat menjalani siklus bayi tabung yang baru. Lakukan konsultasi dengan dokter terkait hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pada siklus bayi tabung yang baru.

Setelah Program Bayi Tabung

Pasca menjalani program bayi tabung (IVF), tidak disarankan untuk melakukan hubungan intim, berenang atau melakukan aktivitas lain di kolam renang dan juga pantai. Hal ini dilakukan guna mencegah infeksi yang mungkin muncul.

Baik pria maupun wanita dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup yang sehat, dapat dimulai dari memperhatikan pola makan agar gizi seimbang, teratur berolahraga, serta istirahat yang cukup. Juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi kafein dan alkohol yang berlebihan, serta makanan yang tinggi gula dan bersoda.

Beberapa dokter spesialis menyebut, salah satu faktor sukses program bayi tabung adalah kondisi fisik dan psikologis istri dan suami. Dengan kata lain, selain menjaga kesehatan raga, kesehatan jiwa juga perlu dipelihara.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by