Protokol Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi COVID-19

Protokol Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi COVID-19

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Feb 18, 2021
Update terakhir: Feb 18, 2021

Anjuran stay at home selama masa pandemi COVID-19 berguna untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Inilah yang menyebabkan dilema bagi ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan di bidan atau rumah sakit. Penting bagi ibu hamil untuk melakukan perawatan antenatal. Namun, bagaimana protokol pemeriksaan kehamilan di masa pandemi? Simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apakah Ibu Hamil Berisiko Lebih Tinggi Terkena COVID-19?

Ibu hamil atau ibu yang berusia lebih tua, kelebihan berat badan, dan memiliki kondisi medis seperti hipertensi dan diabetes memiliki peningkatan risiko terkena COVID-19 yang parah. Ketika ibu hamil mengalami penyakit yang parah, mereka juga lebih sering membutuhkan perawatan di ICU daripada wanita usia subur yang tidak hamil.

Karena perubahan pada tubuh dan sistem kekebalan mereka, ibu hamil dapat terkena dampak buruk dari beberapa infeksi saluran pernapasan. Sebab itu, penting bagi mereka untuk mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan COVID-19 dan melaporkan kemungkinan gejala seperti demam, batuk, atau kesulitan bernapas ke penyedia layanan kesehatan.

Ikuti protokol kesehatan yang berlaku di wilayah Anda. WHO akan terus meninjau dan memperbarui informasi seiring banyaknya bukti yang tersedia.

Pencegahan Penularan COVID-19 pada Ibu Hamil

WHO masih belum memastikan apakah ibu hamil yang positif COVID-19 dapat menularkan virus ke janin atau bayinya selama kehamilan atau persalinan. Sampai saat ini, virus aktif belum terlihat pada sampel cairan di sekitar bayi dalam kandungan atau air susu ibu.

Meski begitu, ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan sebaiknya menghadiri janji perawatan rutin dengan dokter spesialis kandungan. Anjuran ini sesuai dengan kebijakan lokal dan mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan penularan virus.

Anda harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi COVID-19. Lindungi diri Anda dan bayi Anda dari penyebaran virus dengan:

  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. 
  • Sering mencuci tangan dengan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air.
  • Menjaga jarak antara Anda dengan orang lain dan menghindari ruang yang ramai. 
  • Kenakan masker kain non-medis jika tidak memungkinkan untuk menjaga jarak fisik antara Anda dan orang lain. 
  • Mempraktikkan kebersihan pernapasan dengan menutup mulut dan hidung dengan siku atau tisu saat batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas tersebut. 
  • Jika Anda demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera dapatkan perawatan medis. Hubungi penyedia layanan dan ikuti protokol dari otoritas kesehatan setempat.

Apa Itu Perawatan Antenatal?

Perawatan Antenatal adalah perawatan ibu hamil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Bidan atau dokter yang memberikan perawatan antenatal akan:

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi.
  • Menjawab semua pertanyaan ibu hamil. 
  • Mendiskusikan pilihan perawatan selama kehamilan hingga persalinan. 
  • Memberikan informasi yang berguna untuk membantu ibu hamil mendapatkan kehamilan yang sehat, termasuk nasihat tentang makan sehat dan olahraga.

Berapa Kali Ibu Hamil Harus Menjalani Perawatan Antenatal?

Jika sedang mengandung anak pertama, normalnya ibu hamil akan menjalani perawatan antenatal hingga 10 kali pertemuan dengan dokter spesialis kandungan. 

Jika pernah pernah melahirkan sebelumnya, ibu hamil normalnya akan menjalani perawatan antenatal sekitar 7 janji pertemuan. Terkadang Anda membutuhkan lebih banyak perawatan jika memiliki kondisi medis tertentu. 

Di awal kehamilan Anda, bidan atau dokter Anda akan memberikan informasi tertulis tentang seberapa banyak janji temu yang mungkin dilakukan dan detail waktunya. Anda harus mendiskusikan jadwal janji antenatal dengan bidan atau dokter.

Namun, jumlah perawatan antenatal ibu hamil akan berbeda selama masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Akan berisiko jika Anda tetap memaksakan pemeriksaan di bidan atau rumah sakit. Sebaiknya Anda membatalkan kunjungan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit demi mengurangi kemungkinan terinfeksi virus.

Haruskah Membatalkan Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi?

Untuk menghindari penyebaran COVID-19 lebih lanjut, orang-orang perlu melakukan aktivitas di rumah atau stay at home. Inilah yang menimbulkan dilema bagi ibu hamil untuk pergi ke rumah sakit. Sangat penting untuk mengonfirmasi kehamilan intrauterine dan perawatan antenatal. 

Statistik menunjukkan bahwa ada lebih dari 2% kehamilan ektopik dan sekitar 3% sampai 5% kehamilan cacat lahir atau kelainan genetik. Kelainan bawaan seperti cacat genetik atau kromosom tidak hanya mengancam nyawa pasien tetapi juga menimbulkan rasa sakit.

Perawatan kesehatan ibu hamil secara signifikan dapat mengurangi terjadinya kematian dan komplikasi kehamilan, serta mencegah kelainan bawaan. Sementara itu, kita dapat meminimalisir risiko terpapar COVID-19 dengan melakukan perlindungan diri, penentuan prioritas pasien sesuai tingkat risiko, dan karantina dini pasien bagi seseorang yang terdiagnosis COVID-19. 

Oleh karena itu, membatalkan kunjungan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi virus.

Protokol Pemeriksaan Kehamilan di Masa Pandemi

Salah satu penelitian di Wiley Online Library menginformasikan protokol pemeriksaan kehamilan di masa pandemi COVID-19. Rekomendasi pemeriksaan kehamilan terbagi berdasarkan usia kehamilan. 

Pemeriksaan Kehamilan Trimester Pertama

Pada trimester pertama kehamilan, pemeriksaan USG untuk memastikan kehamilan intrauterin disarankan untuk dilakukan setelah 6 minggu amenore. Namun, ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi dan membuat janji secara online sebelum mengunjungi rumah sakit. Dianjurkan juga untuk melakukan telekonsultasi saat ibu menderita ketidaknyamanan, seperti sakit perut bagian bawah atau perdarahan vagina. 

Pemeriksaan USG bersama dengan tes serum, termasuk penanda untuk gangguan kromosom, carrier screening, dan TORCH screen dapat dalam satu kali kunjungan antara usia kehamilan 11 dan 13 minggu 6 hari.

Pemeriksaan Kehamilan Trimester Kedua

Untuk trimester kedua, pemeriksaan serum dan USG transabdominal trimester kedua direkomendasikan untuk dilakukan dalam satu kali kunjungan, yaitu di usia kehamilan 20 minggu. 

Tes toleransi glukosa oral harus dilakukan antara 24 hingga 28 minggu, tetapi bisa diganti dengan diet rendah gula dan monitor glukosa darah sendiri jika ibu hamil sedang menjalani karantina di rumah. 

Pemeriksaan Kehamilan Trimester Ketiga

Selama trimester ketiga, ibu hamil melakukan dua kali kunjungan, yakni antara usia kehamilan 30 dan 32 minggu dan 36 dan 37 minggu untuk pemeriksaan USG dan uji streptokokus Grup B. Untuk anak kembar, pemeriksaan USG juga dapat diperpanjang dari 2 minggu sekali menjadi 4 minggu sekali.

Dianjurkan untuk melakukan pemantauan detak jantung janin, tetapi ini dapat dilakukan di rumah jika tersedia penyewaan alat pemantau jarak jauh. Pengamatan tertentu seperti pengukuran tinggi rahim, lingkar perut, berat badan, pergerakan janin, dan tekanan darah dapat dilakukan di rumah. 

Selain itu, kursus online dan konsultasi medis seputar rencana pemeriksaan antenatal, manajemen kehamilan, self-monitor, dan perlindungan diri tersedia melalui live streaming, online chatting, dan media sosial untuk ibu hamil.

Hubungi dokter spesialis kandungan di dalam dan luar negeri melalui layanan Smarter Health jika Anda memiliki pertanyaan seputar protokol pemeriksaan kehamilan di masa pandemi COVID-19. 

Smarter Health siap membantu Anda dalam mencari rekomendasi rumah sakit dan dokter, membuat janji konsultasi dengan dokter, melakukan telekonsultasi, dan menghitung estimasi biaya berobat di dalam dan luar negeri. 

Referensi:
National Health Service UK (2020). Your antenatal care, Your pregnancy and baby guide.
Wiley Online Library (2020). Maternal health care management during the outbreak of coronavirus disease 2019.
WHO International (2020). Coronavirus disease (COVID-19): Pregnancy and childbirth.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?