Rapid Test dan Swab Test

Rapid Test dan Swab Test, Mana yang Lebih Akurat?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Dari dua jenis tes identifikasi COVID-19 mandiri yang telah beredar di Indonesia; rapid test dan swab test, pernahkah Anda bertanya-tanya tes manakah yang paling akurat? Untuk mengetahui jawabannya, kenali lebih jauh tentang masing-masing tes dari beberapa kategori di bawah ini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Jenis sampel yang diambil

Rapid test dilakukan menggunakan darah sebagai sampel, sedangkan swab test menggunakan lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan sebagai sampel.

Cara kerja

Tubuh kita secara otomatis membentuk antibodi saat mengalami infeksi virus. Antibodi yang dimaksud dikenal dengan sebutan IgG dan IgM dan berada di dalam darah. Jumlahnya akan terus bertambah jika tubuh mengalami infeksi virus.

Pemeriksaan rapid test dapat memperlihatkan apakah ada IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Jika memang hasil test menunjukkan positif terdapat IgG atau IgM, berarti tubuh memang mengalami infeksi.

Meski demikian, rapid test tidak dapat memastikan apakah tubuh terinfeksi virus corona secara spesifik atau virus yang lain. Oleh karena itu, bagi mereka yang hasil rapid test-nya positif, perlu menjalani pemeriksaan swab sebagai pemeriksaan lanjutan.

Swab test yang mengambil lendir sebagai sampel yang dapat benar-benar mengidentifikasi apakah ada virus SARS-COV2 dalam tubuh. 

Pemeriksaan swab juga dinilai lebih akurat, mengingat virus corona yang masuk ke dalam tubuh melalui jalur pernapasan seperti menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam. Sampel dari lendir tersebut diperiksa menggunakan metode PCR atau Polymerase Chain Reaction.

Waktu untuk mendapatkan hasil

Hasil dari rapid test dapat diperoleh dalam 10-15 menit setelah pemeriksaan. Sedangkan, swab test yang menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam bahkan beberapa hari sampai hasil dari pemeriksaan dapat keluar.

Meski demikian, kapasitas laboratorium juga berpengaruh terhadap lamanya waktu untuk mendapatkan hasil. Jika laboratorium sedang penuh, sampel yang masuk harus antre hingga dapat diperiksa.

Setelah mengetahui karakteristik dua jenis tes tersebut berdasarkan jenis sampel yang diambil, cara kerja, serta waktu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan, ada beberapa hal yang perlu diketahui lebih lanjut mengenai rapid test dan swab test.

Keakuratan rapid test

Rapid test, sesuai namanya, memang sifatnya lebih cepat namun hanya merupakan bentuk screening awal. Jika Anda baru saja bepergian lintas kota maupun negara, meski hasil dari rapid test negatif, ada baiknya Anda tetap mengambil rapid test lanjutan 7-10 hari setelahnya.

Hal ini disebabkan karena antibodi yang diperiksa melalui rapid test, IgG dan IgM, tidak langsung terbentuk begitu Anda terinfeksi. Perlu waktu selama 7-10 hari hingga antibodi tersebut terbentuk.

Ambil contoh skenario berikut ini. Jika Anda baru saja terpapar virus dan Anda melakukan rapid test, kemungkinan hasilnya akan negatif meskipun Anda sudah terinfeksi.

Oleh karena itu, jika memang tidak memungkinkan untuk mengambil test lanjutan setelah 7-10 hari, sebaiknya Anda melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Dapat dikatakan, jika hasil swab test Anda negatif, masih ada kemungkinan untuk Anda terinfeksi virus corona.

Sebaliknya, jika hasil swab test Anda positif, ada kemungkinan bahwa Anda tidak terinfeksi virus corona, melainkan mengalami infeksi dari virus yang lain, seperti demam berdarah dan pneumonia.

Kuncinya, rapid test hanyalah acuan awal namun tidak dapat menghasilkan diagnosa akhir.

Keakuratan swab test

Swab test, dilihat dari tingkat keakuratannya memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rapid test. Meski demikian, pemeriksaan ini perlu dilakukan di laboratorium beserta dengan peralatan-peralatan khusus.

Prosesnya yang lebih rumit itulah yang menyebabkan hasil pemeriksaan swab test membutuhkan waktu yang lebih lama. 

Melihat kapasitas laboratorium yang juga terbatas, jalur pemeriksaan yang ideal memang melakukan rapid test terlebih dahulu, baru melakukan pemeriksaan lanjutan baik itu rapid test kedua atau swab test jika hasilnya positif. 

Dengan jalur demikian, pemeriksaan virus corona dapat diakses oleh lebih banyak orang.

Perlukah saya menjalani pemeriksaan?

Meskipun Anda tidak bepergian atau Anda tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi corona, perlu diingat bahwa ada orang tanpa gejala atau OTG.

Tidak semua orang yang terinfeksi virus corona merasakan gejala awal corona seperti demam, batuk kering, atau sesak napas. Oleh karena itu, terlepas dari apakah Anda menunjukkan gejala atau tidak, Anda dianjurkan untuk mengambil rapid test untuk memastikan Anda tidak terinfeksi corona.

Smarter Health telah mengumpulkan informasi terkait beberapa paket tes COVID-19 yang dapat Anda ambil di rumah sakit Indonesia. Dilengkapi dengan sesi konsultasi serta penggunaan alat berkualitas tinggi, biaya test COVID-19 yang disediakan oleh beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan Smarter Health berkisar mulai dari Rp149,000 saja. 

Kunjungi laman Smarter Health untuk informasi test COVID-19 di daerah Anda, paket yang ditawarkan rumah sakit beserta dengan detail dan biayanya.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?