menu puasa anak

Rekomendasi Menu Puasa Anak – Sahur dan Berbuka

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Meskipun puasa setengah hari, kondisi tubuh anak tetap akan berubah. 

Yang biasanya anak boleh minum air setiap jam, kini ia hanya diperbolehkan di waktu adzan.

Artinya, orang tua mesti pintar-pintar menyiapkan makanan sahur dan berbuka, agar kebutuhan nutrisi dan gizi anak tetap terpenuhi.

Bagaimana cara mencukupi nutrisi selama anak berpuasa?

Cara terbaiknya dengan merencanakan menu makan sahur dan berbuka bersama ahli gizi atau dokter spesialis anak. Mereka akan membantu menentukan jenis makanan dan minuman sehat untuk anak dan keluarga.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Namun tidak ada salahnya Anda mengikuti rekomendasi menu berikut yang dirangkum dari berbagai referensi media kesehatan.

Menu Puasa untuk Anak

Untuk mendukung si kecil latihan berpuasa dengan lancar, Anda bisa menyediakan hidangan makanan sehat favorit mereka. Pastikan semua kebutuhan nutrisi anak lengkap dalam satu piring hidangan, supaya stamina dan daya tahan tubuh anak terjaga, serta anak lebih semangat menjalankan puasa di keesokan harinya.

Jika Anda bingung menentukan menu sahur dan buka puasa untuk anak hari ini, simak rekomendasi menu untuk 7 hari yang bisa menjadi referensi Anda:

Hari ke-1 (Senin)

  • Sahur: Roti gandum, telur, sayuran, kurma, dan susu rendah lemak.
  • Buka puasa: Nasi merah, daging rendah lemak, sup, salad buah, dan air putih.

Hari ke-2 (Selasa)

  • Sahur: Roti gandum, telur, buah-buahan, dan susu rendah lemak.
  • Buka puasa: Nasi merah, ikan, kacang-kacangan, kurma, dan air putih.

Hari ke-3 (Rabu)

  • Sahur: Oatmeal, buah-buahan, dan air putih.
  • Buka puasa: Nasi merah, daging rendah lemak, air putih, dan yoghurt.

Hari ke-4 (Kamis)

  • Sahur: Oatmeal, pisang, dan susu rendah lemak.
  • Buka puasa: Nasi merah, telur, labu kuning, kacang-kacangan, puding buah, dan air putih.

Hari ke-5 (Jumat)

  • Sahur: Bubur, suwiran daging ayam tanpa lemak, alpukat, dan air putih.
  • Buka puasa: Nasi merah, ikan rendah lemak, sayur-sayuran, air putih, dan cookies.

Hari ke-6 (Sabtu)

  • Sahur: Roti gandum, keju, irisan daging, kurma, dan susu rendah lemak.
  • Buka puasa: Nasi merah, telur, sayur-sayuran, puding buah, dan air putih.

Hari ke-7 (Minggu)

  • Sahur: Sereal, susu rendah lemak, buah jeruk, dan buah stroberi.
  • Buka puasa: Nasi merah, ikan rendah lemak, terong, buah-buahan, dan air putih.

Tips Memenuhi Nutrisi Anak Selama Puasa

Kekurangan nutrisi membuat tubuh anak mudah lemas dan tidak aktif. Sebagai orangtua, Anda perlu mengedukasi anak bagaimana cara berpuasa yang benar supaya mereka terbiasa secara fisik dan mental. 

Anak membutuhkan nutrisi untuk mengembangkan tulang dan otot. Jumlah asupan nutrisi yang diberikan pun harus sesuai dengan ukuran tubuhnya agar pas. Berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk memastikan kecukupan nutrisi anak saat berpuasa:

Jelaskan Manfaat Puasa

Sebelum mulai puasa, Anda perlu menjelaskan kepada anak apa saja manfaat puasa. Ini menjadi bekal ke depan agar anak terbiasa menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Tanamkan pula motivasi di dalam jiwa anak bahwa tidak makan dan minum saat puasa bukanlah hal yang menakutkan. 

Pilih Asupan Nutrisi

Anak sebaiknya menggunakan pola makan tiga kali makan besar dan tiga kali makan kecil. Tidak lupa minum susu sebanyak 2 hingga 3 kali sehari karena susu merupakan sumber protein yang baik. 

Bijaklah saat memilih jenis makanan dan minuman untuk mengisi perut anak selama berpuasa. Pastikan makanan dan minuman yang Anda pilih cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, karena hal ini sangat penting. 

Disebut dalam Panduan Diet Tahun 2010 Amerika Serikat oleh Harvard Health, berikut makanan padat gizi dari berbagai kategori, di antaranya:

  • Protein. Perhatikan jumlah asupan protein pada makanan anak. Protein yang terpenuhi dengan baik mampu mengoptimalkan fungsi organ dan sistem kekebalan tubuh anak. Jenis hidangan yang kaya akan protein seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan daging rendah lemak.
  • Biji-bijian. Hidangkan makanan yang mengandung biji-bijian utuh, seperti nasi merah, roti gandum, dan oatmeal. Makanan tersebut cocok disantap saat sahur. Anda bisa menambahkan telur dan potongan buah agar semakin menggiurkan.
  • Olahan susu. Susu berperan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, misalnya susu rendah lemak, keju, yoghurt, dan makanan olahan susu lainnya. Apalagi susu yang mengandung prebiotik
  • Lemak sehat. Jenis lemak sehat dari makanan seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur bisa Anda masukkan ke dalam menu sahur dan berbuka anak. Namun, Anda juga perlu membatasi asupan makanan anak yang ditambahi gula berlebih (soda, jus, dan kue kering), garam (keripik dan roti), dan lemak padat (daging berlemak).
  • Buah dan sayuran. Berbagai jenis buah dan sayur segar wajib ada di menu sahur dan berbuka anak, seperti sayuran hijau, buah tomat, stroberi, jeruk, wortel, pisang, labu kuning, alpukat, terong, dan masih banyak lagi. Semakin kaya akan warna, semakin tinggi pula manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Hidangkan Menu Favorit Anak

Ada kalanya anak tidak nafsu makan saat sahur dan berbuka puasa, mungkin Anda bisa mempertimbangkan menu masakan dengan menambahkan menu favorit anak. Ini merupakan salah satu tantangan terbesar bagi ibu, terutama jika anak baru belajar puasa.

Hidangkan menu favorit anak yang disusun sedemikian rupa dan diberi hiasan agar lebih menarik dan meningkatkan nafsu makan anak. Tidak ada salahnya sesekali tanyakan kepada anak makanan apa yang ingin mereka makan hari ini. 

Camilan Setelah Buka Puasa

Setelah makan besar, izinkan anak untuk makan camilan sehat yang bisa Anda olah sendiri, seperti pisang, cookies, yoghurt, atau minum susu. Makan pisang dan susu beberapa jam sebelum tidur dapat merangsang kantuk sehingga anak tidur lebih cepat dan mudah bangun untuk sahur. 

Buat Suasana Sahur dan Berbuka yang Nyaman

Suasana sahur dan berbuka yang nyaman membuat anak lebih lahap menyantap makanan, entah itu nasi, daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan buah-buahan. Sebisa mungkin hindari perdebatan antar anggota keluarga di meja makan supaya suasana hati anak tidak terganggu.

Makanan yang Perlu Dihindari

Selain menu puasa untuk anak yang disampaikan di atas, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari agar puasa anak berjalan lancar dan tubuh tetap bugar. Hindari makanan berikut ini:

  • Makanan yang mengandung banyak gula, seperti kue dan soda. Gula dapat memenuhi asupan energi tubuh, tapi hanya sekitar 500 kalori dari total gula yang mampu diserap tubuh. Anda dapat mengganti hidangan penutup dengan buah-buahan manis.
  • Makanan yang digoreng tergolong praktis untuk disajikan, tapi tanpa sadar meningkatkan nafsu makan untuk terus mengonsumsinya. Padahal makanan yang digoreng tidak baik untuk kesehatan tubuh Di balik rasa gurih, makanan yang digoreng menyimpan lemak jahat dari proses penggorengan.
  • Junk food dan fast food adalah hidangan rendah serat dan nutrisi, tetapi tinggi garam. Makanan ini tentu tidak baik dikonsumsi anak selama bulan puasa. Mengonsumsi junk food membuat tubuh bekerja ekstra, karena selama bulan puasa organ pencernaan sedang beristirahat. 

Mungkin awalnya terasa berat untuk menghindari makanan di atas, karena anak-anak cenderung menggemari makanan manis, makanan yang digoreng, dan junk food

Namun, ubah sedikit demi sedikit pola hidup anak agar lebih sehat dan kuat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. 

Punya pertanyaan seputar kesehatan anak? Tulis di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?