Rokok Elektrik dan Tembakau, Mana Yang Lebih Bahaya?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Rokok elektrik atau yang sering disebut vape disebut lebih aman dibandingkan rokok tembakau dan mampu membuat seseorang berhenti merokok.

Apakah benar demikian?

Di artikel ini, Smarter Health akan mengupas perbedaan rokok elektrik dan tembakau, serta dampak keduanya pada kesehatan.

Jika Anda memiliki keluhan kesehatan akibat merokok, tapi bingung harus ke dokter apa? Hubungi Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Perbedaan Rokok Elektrik & Rokok Tembakau

perbandingan rokok tembakau dan rokok elektrik

Rokok elektrik atau vape mulai beredar di Cina sejak tahun 2003. Penciptanya adalah seorang apoteker yang memiliki tujuan untuk mengurangi asap rokok dan membantu orang berhenti merokok.

Vape tidak mengandung tembakau. Sederhananya, vape adalah alat yang tersusun dari baterai, cartridge atau wadah yang dapat diisi cairan (liquid), juga alat pemanas untuk menguapkan liquid

Liquid vape mengandung nikotin. Yang menarik, ada berbagai rasa liquid yang dapat dipilih penggunanya; mulai dari rasa buah-buahan hingga makanan.

Rokok tembakau tidak membutuhkan perawatan khusus, sedangkan vape butuh perawatan. 

Sebab, Vape adalah barang elektronik yang memerlukan baterai dan alat pemanas. Kedua hal tersebut menjadi berbahaya ketika terpapar panas atau sinar matahari berlebihan. Akibatnya, vape dapat meledak atau terbakar sendiri tanpa peringatan.

Jenis-jenis Rokok Elektrik

Rokok elektrik memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Berikut adalah contoh jenis rokok elektrik beserta penjelasan singkatnya.

Jenis Pen

Dengan bentuk menyerupai pen, rokok elektrik jenis ini termasuk yang terkecil ukurannya. Cara kerja vape tipe pen kurang lebih sama dengan vape lain. 

Liquid di dalam pen harus dipanaskan terlebih dahulu agar menghasilkan uap. Uap ini yang kemudian dihirup melalui mulut, seperti ketika bernapas menggunakan mulut.

Salah satu komponen yang ada pada jenis vape ini adalah atomizer. Biasanya, jika telah digunakan dalam jangka waktu tertentu, atomizer harus diganti karena rasa yang dihasilkan menjadi kurang enak.

Jenis Portable

Ukurannya lebih besar daripada vape atau rokok elektrik jenis pen, namun masih ringan dan mudah dibawa ke mana pun. Bahkan, vape jenis portable bisa dimasukkan ke dalam saku baju atau celana. Konsep dan cara penggunaannya tidak berbeda jauh dengan vape jenis pen. Liquid pada vape jenis ini menghasilkan rasa relatif lebih kuat dengan asap relatif lebih sedikit.

Jenis Desktop

Jenis vape atau rokok elektrik ini tidak bisa dibawa ke mana-mana dan harus diletakkan di permukaan datar. Biasanya, pengguna meletakkan vape ini di rumah atau di suatu ruangan. Awalnya, vape jenis ini didesain sebagai alternatif untuk mengkonsumsi marijuana yang ditetapkan sebagai resep medis. Pengguna harus menggunakan selang untuk menghirup uap yang dihasilkan.

Perbedaan Komposisi Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Baik itu rokok elektrik maupun rokok tembakau, keduanya memiliki komposisi zat kimia yang sama berbahayanya. Apa saja perbedaan isi keduanya?

bahaya zat di rokok
bahaya zat di rokok 2

Kandungan kimia rokok tembakau

  • Karbon monoksida. Terlalu banyak menghirup senyawa kimia ini menyebabkan sel darah merah kekurangan oksigen. Akibatnya, fungsi otot dan jantung menurun. Jika dihirup dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan koma ataupun kematian.
  • Nikotin. Memiliki efek candu karena punya efek menenangkan. Nikotin juga memacu adrenalin ketika senyawanya terserap dalam aliran darah.
  • Tar. Dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, kanker mulut, dan masalah gusi karena sifat tar adalah mengendap. Tar juga meninggalkan noda berwarna kuning di gigi dan jari.
  • Hidrogen sianida. Senyawa kimia ini digunakan untuk hukuman mati di beberapa negara. Hidrogen sianida juga dapat ditemui dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan asap pembasmi hama.
  • Benzena. Jika terkena paparan terus-menerus selama satu tahun atau lebih dapat menyebabkan rusaknya sumsum tulang dan sel darah putih.
  • Formaldehida. Dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
  • Arsenik. Kandungan ini ada karena penggunaan pestisida pada pertanian tembakau. Paparan terus-menerus akan menyebabkan kanker kulit, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati.
  • Kadmium. Jika kandungannya masuk ke dalam tubuh dalam jumlah banyak dapat menimbulkan kejang, kram otot, gangguan sensorik, dan gagal ginjal.
  • Amonia. Dapat menyebabkan pneumonia, kanker tenggorokan, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Fungsinya adalah untuk menambah efek candu.

Kandungan kimia vape atau rokok elektrik

  • Propilen glikol atau gliserin. Terlalu banyak menghirup senyawa kimia ini dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan.
  • Nikotin. Konsentrasinya berbeda pada tiap liquid, antara 0-100 mg per satu botolnya.
  • Penambah rasa buatan. Yang membuat ada rasa khas ketika asapnya dihirup, seperti rasa buah-buahan, vanila, es krim, hingga produk makanan tertentu.
  • Tobacco-specific nitrosamine (TSNA). Senyawa ini ada dalam liquid. Semakin tinggi konsentrasi nikotin pada liquid, semakin tinggi pula kadar TSNA.
  • Senyawa logam lain seperti, kromium, nikel, dan timah.

Perbandingan Dampak Keduanya bagi Kesehatan

mana yang lebih bahaya rokok tembakau atau rokok elektrik

Peneliti mengatakan, kandungan antara vape atau rokok elektrik dan rokok tembakau sebagian kecil sama, meskipun berbeda tingkat bahayanya.

Yang membuat rokok tembakau bahaya adalah asapnya, sedangkan bahaya dari vape atau rokok elektrik terletak pada uap air atau hasil pembakaran liquid.

Organ tubuh paling terdampak akibat merokok tembakau atau vape, tentu saja paru-paru. Sebab, ketika menghirup asap rokok, kandungan senyawa kimianya  mengendap di paru-paru. 

Bagian tubuh lain yang juga terdampak langsung adalah jantung. 

Namun, penelitian menemukan bahwa paparan asap rokok tembakau terhadap sel-sel di jantung menghasilkan respon stres. Sedangkan ketika terpapar uap vape, sel-sel tersebut tidak menghasilkan respon yang sama.

Beberapa menyimpulkan, efek samping menghirup asap vape atau rokok elektrik tidak terlihat dalam konsumsi jangka pendek.

Walaupun banyak orang menilai rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau, keduanya memiliki kandungan kimia yang sama berbahaya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?