Seberapa Penting Berhubungan Seks dengan Pasangan

Seberapa Penting Berhubungan Seks dengan Pasangan?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Feb 18, 2021
Update terakhir: Feb 18, 2021

Berhubungan seks tidak hanya memuaskan hasrat, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan Anda. Berhubungan suami istri sangat bagus untuk fisik maupun keharmonisan rumah tangga. 

Oleh sebab itu, Anda dan pasangan harus saling menyeimbangkan dorongan seks atau menemukan titik tengah jika salah satu pasangan sedang ingin berhubungan intim.

Sebagai seorang pria, Anda akan merasakan manfaat berhubungan intim yang sehat dengan pasangan. Jika mengalami kendala, hubungi dokter spesialis andrologi.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Manfaat Berhubungan Seks untuk Pria

Ada beberapa manfaat seks bagi kesehatan pria yang mengejutkan. Kutipan mengatakan bahwa seks meredakan nyeri, menghilangkan stres, dan menurunkan tekanan darah. Tapi bagaimana cara kerjanya? Simak manfaat berhubungan seks berikut ini:

Membakar Kalori

Rata-rata pria dapat membakar sekitar 100 kalori saat berhubungan intim. Kalorinya bervariasi tergantung berapa lama Anda berhubungan seks dengan pasangan. Menurut Dr. Debby Herbenick, beberapa penelitian tentang hubungan seksual menunjukkan bahwa hubungan seks berlangsung rata-rata sekitar 7 hingga 16 menit.

Menghilangkan Stres

Menurut laporan dari American Psychological Association, pria lebih mungkin mengelola stres dengan aktif secara fisik daripada wanita. Karena seks termasuk kategori olahraga, seks juga bekerja dengan cara yang sama untuk membantu mengatasi kecemasan dan depresi. Sebaliknya, stres bisa menurunkan gairah seks.

Menurunkan Tekanan Darah

Pria lebih sering menderita tekanan darah tinggi daripada wanita. Menurut sebuah studi yang dilansir di National Institutes of Health, sepasang suami istri yang sering berhubungan intim memiliki respon yang lebih baik dan lebih positif terhadap faktor penyebab tekanan darah tinggi dibandingkan dengan pasangan yang hanya melakukan masturbasi atau tidak berhubungan intim. Ini bisa dikatakan bahwa seks dapat menurunkan tekanan darah pada pria.

Tidur Lebih Nyenyak

Anda mungkin merasakan kantuk yang sangat parah setelah berhubungan intim. Hormon oksitosin memiliki beragam manfaat. Meskipun wanita memiliki lebih banyak hormon daripada pria, ketika hormon lepas saat orgasme, hormon itu berfungsi agar pria tidur lebih nyenyak.

Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Dilansir dalam American Cancer Society, kanker prostat adalah salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di Amerika. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School menemukan bahwa, pria yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko 33% lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan dengan pria yang hanya 4 hingga 7 kali ejakulasi dalam sebulan sepanjang hidup mereka.

Studi tersebut menunjukkan bahwa ejakulasi dapat membantu membersihkan prostat dari zat berbahaya berisiko menyebabkan kanker prostat. 

Menghilangkan Rasa Sakit

Seks bisa menghilangkan rasa sakit. Saat berhubungan seks, tubuh melepaskan berbagai hormon, seperti oksitosin dan endorfin yang dilepaskan melalui seks dan membantu pria mengatasi rasa sakit. Penelitian menemukan bahwa hormon oksitosin dapat membantu masalah yang lebih besar seperti nyeri kronis. 

Panjang Umur

Karena seks membantu menurunkan stres, tekanan darah, dan rasa sakit, tidak mengherankan jika seks juga membantu Anda berumur panjang. Sebuah artikel dari Fox News melaporkan bahwa, pria yang orgasme dua kali seminggu memiliki peluang kematian 50% lebih rendah daripada pria yang mencapai klimaks hanya satu kali sebulan.

Seberapa Sering Pasangan Harus Berhubungan Seks?

Anda mungkin bertanya-tanya, berapa rata-rata berhubungan seks untuk sepasang suami istri. Jawabannya bisa berkisar dari sekali seminggu hingga sebulan sekali. Ian Kerner, PhD memberikan saran jika pasangan Anda bertanya seberapa sering Anda dan pasangan harus berhubungan seks, sebaiknya Anda menjawab bahwa tidak ada jawaban yang benar. 

Ketika pasangan berhenti berhubungan seks, hubungan mereka menjadi rentan terhadap kemarahan, terpisah, perselingkuhan dan, berakhir perceraian. Kehidupan seks dengan pasangan dipengaruhi oleh begitu banyak faktor yang berbeda, seperti usia, gaya hidup, kesehatan masing-masing pasangan, dan libido alami. Faktor tersebut juga memengaruhi kualitas hubungan mereka secara keseluruhan.

Jadi, meskipun tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan tentang seberapa sering pasangan harus berhubungan seks, Anda dan pasangan bisa mencoba untuk melakukannya setidaknya sekali seminggu. 

Menurut David Schnarch, PhD, melalui penelitian yang dilakukan dengan lebih dari 20.000 pasangan, ia menemukan bahwa hanya 26% pasangan yang berhubungan seks seminggu sekali, dengan mayoritas responden melaporkan seks hanya sekali atau dua kali sebulan, bahkan ada yang kurang dari itu.

Namun, penelitian lain menyatakan bahwa pasangan yang menikah biasanya berhubungan seks sekitar tujuh kali sebulan, yang kurang dari dua kali seminggu. 

Dalam studi ketiga dilaporkan bahwa dari 16.000 orang dewasa yang diwawancarai, partisipan yang lebih tua berhubungan seks sekitar 2 hingga 3 kali per bulan, sementara partisipan yang lebih muda mengatakan mereka berhubungan seks sekitar sekali seminggu.

Cara Menyeimbangkan Dorongan Seks dengan Pasangan

Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan agar Anda memiliki dorongan seks. Pada banyak pasangan, perbedaan pendapat bisa menjadi masalah. Al Cooper, dari San Jose Marital and Sexuality Center, berkata bahwa secara umum, masalah pasangan sering kali terjadi karena memikirkan tentang seks daripada berhubungan seks itu sendiri.

Dr. Gail Saltz mengatakan bahwa jika dorongan seks Anda dan pasangan tidak seimbang, Anda harus segera mencari titik tengah. Tidak ada keinginan pasangan untuk berhubungan seks pada waktu tertentu yang berjalan dengan sempurna. Kuncinya adalah seberapa baik pasangan bernegosiasi saat yang satu memulai dan yang lainnya menolak. Dibutuhkan kompromi untuk menghadapi setiap masalah dalam suatu hubungan.

Anda mungkin berpikir bahwa menyelesaikan pekerjaan kantor dan tugas-tugas lain tampak lebih penting daripada berhubungan seks dengan pasangan Anda. Tapi Anda bisa membuat seks terasa menyenangkan lagi.

Pada awalnya, Anda mungkin harus menjadwalkan seks dan menyisihkan waktu yang mengarah ke hubungan seks yang lebih intim. Saling berpelukan setiap hari, berolahraga untuk meningkatkan kadar testosteron, dan menyingkirkan semua gangguan, seperti komputer, ponsel, dan televisi. 

Jika Anda atau pasangan masih kesulitan untuk terlibat dalam keintiman, sebaiknya konsultasikan dengan terapis seks untuk membantu Anda dan pasangan memahami hal yang sama.

Berapa Kali Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil?

Seberapa sering Anda harus berhubungan seks tergantung pada preferensi pribadi Anda sebagai pasangan, dan apakah ada masalah ketidaksuburan pada pria, seperti masalah jumlah sperma.

Para ahli menyarankan agar Anda tidak berhubungan seks lebih dari sekali sehari. Tampaknya lebih banyak seks akan sama dengan peluang kehamilan yang lebih baik, tetapi berhubungan seks terlalu sering dapat menurunkan jumlah sperma yang sehat.

Referensi:
Alisha Bridges (2017). Health Central. 7 Benefits of Sex for Men.
Heather Montgomery (2018). Health Line. How Often Do ‘Normal’ Couples Have Sex?
Rachel Gurevich (2020). Very Well Family. When and How Often to Have Sex to Get Pregnant.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?