Seperti Apa Sistem Kesehatan Singapura Yang Mendunia Itu?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Pada tahun 2000, sistem perawatan kesehatan Singapura mendapat peringkat ke-6 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai yang terbaik di antara 100 negara di dunia. 

Secara tidak langsung, prestasi tersebut menunjukkan kualitas rumah sakit di Singapura. 

Saat ini, terdapat sekitar 22 rumah sakit dan fasilitas medis di Singapura yang terakreditasi oleh Joint Commission International (JCI). Akreditasi tersebut merupakan standar emas yang diakui dunia untuk mengukur kualitas pelayanan medis rumah sakit atau klinik.

Dengan fakta di atas, tak heran jika Singapura menjadi salah satu tujuan health tourism bagi para warga negara tetangganya. Mengapa salah satu? Sebab, selain Singapura, negara tetangga kita, Malaysia, juga menjadi tujuan wisata medis bagi orang Indonesia. Tentang bagaimana sistem kesehatan Malaysia, akan dibahas di artikel lain.

Seperti apa sistem kesehatan di Singapura? Smarter Health akan mengulasnya di sini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Sistem Kesehatan Singapura

Untuk tahu mengapa Singapura cocok menjadi destinasi wisata medis atau health tourism, kita perlu tahu seperti apa sistem kesehatan Singapura; yang menjadi contoh bagi sistem kesehatan negara-negara lainnya termasuk Indonesia. 

Menurut perusahaan konsultan global, Towers Watson, Singapura memiliki “salah satu sistem perawatan kesehatan paling sukses di dunia, dalam hal efisiensi dalam pembiayaan dan hasil yang dicapai”. 

Secara umum, sistem kesehatan Singapura dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan bersubsidi dan diawasi langsung oleh Departemen Kesehatan Pemerintah Singapura. Tak heran, jika ada yang mengatakan berobat ke Singapura relatif terjangkau bagi para expatriat dan warga negara asing. 

Seperti di Indonesia, sistem kesehatan Singapura terdiri dari rumah sakit atau klinik yang dikelola langsung oleh pemerintah dan pihak swasta. Terdapat juga sistem pembiayaan perawatan kesehatan yang dilakukan melalui campuran subsidi langsung pemerintah, tabungan wajib dan asuransi kesehatan nasional. Bahkan, pemerintah Singapura secara teratur menyesuaikan kebijakan tarif pelayanan kesehatannya, sehingga biaya berobat tetap terkendali.

Di sisi infrastruktur, layanan medis antara rumah sakit umum dan swasta di Singapura, sama-sama memiliki standar pelayanan tinggi. Namun, keduanya menawarkan tingkat kenyamanan berbeda. 

Warga negara Singapura dan penduduk tetap berhak atas pelayanan kesehatan pemerintah yang disubsidi melalui skema tabungan wajib nasional, sedangkan orang asing yang memegang izin kerja mendapatkan jaminan kesehatan baik melalui perusahaan atau membelinya secara pribadi. Tidak wajib bagi pengusaha di Singapura untuk memberikan tunjangan asuransi kesehatan. 

Pemerintah Singapura mempunyai andil besar dalam rancangan sistem kesehatan di rumah sakit. Misalnya, menentukan jumlah pasokan tempat tidur rawat inap, penggunaan obat-obatan hingga metode pengobatan atau alat medis dengan teknologi terbaru. 

Model Pembiayaan “3M”: Mediasave, Mediashield, dan Mediafund

Struktur dasar sistem pembiayaan kesehatan di Singapura mencakup skema pembiayaan asuransi jiwa nasional untuk penduduk Singapura yang bekerja dan penduduk tetap. Sistem ini dibangun melalui “3M”: Mediasave, Mediashield, Mediafund. 

  • Mediasave

Medisave adalah akun tabungan medis di bawah akun CPF (Central Provident Fund) individu yang digunakan untuk pembayaran biaya medis masa depan serta premi dari polis asuransi kesehatan. CPF (Central Provident Fund Board) merupakan sistem jaminan sosial, yang memungkinkan warga Singapura menyisihkan dana untuk berbagai pengeluaran termasuk pensiun, perawatan kesehatan dan hipotek.

  • Mediashield

Medishield adalah skema asuransi dasar berbiaya rendah yang ditujukan bagi warga negara Singapura yang tabungannya tidak cukup memenuhi biaya pengobatannya. Premi dapat dibayarkan dari akun Medisave.

  • Mediafund

MediFund adalah program “jaring pengaman” Singapura, yang hanya mencakup biaya rawat inap dan layanan medis di kelas terendah. Asuransi ini hanya tersedia untuk warga negara Singapura begitu mereka telah menghabiskan dana MediSave dan MediShield mereka. Jumlah pendanaan dan pertanggungan tergantung pada pendapatan individu, kondisi kesehatan, dan status sosial ekonomi.

Berobat di Rumah Sakit Singapura

Warga negara Singapura dan permanent resident yang dirawat di rumah sakit umum menerima subsidi pemerintah untuk biaya pengobatan mereka. Subsidi ditentukan berdasarkan kelas perawatan yang mereka pilih serta pendapatan mereka. Sementara, orang-orang yang tidak memiliki pendapatan, seperti pensiunan atau ibu rumah tangga, akan memiliki tingkat subsidi yang dipatok dari nilai rumah mereka. 

Bagi warga negara asing yang hendak berobat ke Singapura, tidak mendapat subsidi dari pemerintah Singapura. Namun, dapat menggunakan asuransi yang mereka miliki, jika memang menanggung biaya berobat ke luar negeri.

Rumah sakit umum 

Rumah sakit umum di Singapura memiliki kamar rawat inap yang terdiri dari beberapa kelas bangsal. 

Kelas terendah adalah bangsal C yang dapat menampung antara 7 hingga 9 pasien rawat inap. 

Ada pula bangsal B2 dan B1 dengan fasilitas lebih banyak. Bangsal B2 mampu menapung antara 5 hingga 6 pasien rawat inap, sedangkan bangsal B1 mampu menampung hingga 4 pasien.

Bangsal A adalah kelas tertinggi juga termahal di rumah sakit umum Singapura. Hanya menampung hingga 2 pasien rawat inap, dengan fasiltias paling lengkap.

Dari keempat kelas, bangsal C dan B2 dikhususkan merawat warga negara Singapura dan mendapat subsisi pemerintah hingga 80%.

Rumah sakit swasta

Rumah sakit swasta beroperasi layaknya perusahaan swasta di Singapura. Mereka dibolehkan menerima pasien warga Singapura dan warga negara asing. 

Bagi warga Singapura, mereka dapat menggunakan Medishield atau asuransi pribadi di beberapa rumah sakit swasta yang telah ditunjuk pemerintah. 

Bagi warga asing, misalnya orang Indonesia, jauh lebih mudah untuk berobat ke rumah sakit swasta di Singapura. Sebab, pemerintah tidak menerapkan batasan kuota kamar rawat untuk warga lokal di rumah sakit swasta.

Jika dibandingkan fasilitasnya, rumah sakit swasta menawarkan layanan dan infrastruktur yang jauh lebih premium dan terkonsep, ketimbang rumah sakit publik di Singapura. Meskipun dirancang layaknya hunian pribadi bagi pasien, beberapa rumah sakit swasta tetap menawarkan kamar rawat inap berkapasitas 2 hingga 4 pasien.

Berikut klinik dan rumah sakit swasta di Singapura yang sering menjadi rujukan pasien Indonesia:

Inovasi Sistem Kesehatan di Singapura

Salah satu inovasi Singapura yang hingga kini menjadi model sistem kesehatan di berbagai negara adalah National Electronic Health Record (NEHR). Sistem yang diimplementasi sejak tahun 2011 ini, membuat riwayat kesehatan setiap pasien tersimpan secara rapi dan aman di satu tempat. Sistem ini berlaku bagi pasien di rumah sakit umum dan swasta di Singapura.

Misal, jika seorang pasien melakukan pengobatan dari rumah sakit A ke rumah sakit B, maka pihak rumah sakit B dapat secara langsung mengakses data pasien A melalui NEHR. 

Lebih lengkapnya, sistem NEHR punya beberapa manfaat:

  • Memudahkan dokter dari bidang spesialis berbeda untuk saling bekerjasama, dengan mengacu data riwayat kesehatan pasien di NEHR.
  • Dokter dapat lebih mengerti kondisi pasien dan riwayat kesehatannya, sehingga mampu melakukan diagnosis dan memberi pengobatan paling optimal.
  • Karena data konsumsi obat, alergi hingga hasil investigasi medis tersimpan di NEHR, maka pasien jauh lebih aman dari kesalahan diagnosis.
  • Menghemat waktu dan biaya bagi pasien yang berpindah-pindah rumah sakit atau dokter, karena riwayat kesehatannya bisa diakses cepat oleh tenaga medis yang sedang menanganinya.

Selain NEHR, Singapura, melalui National Universal Health System (NUHS) membuat inovasi yang diberi nama Telehealth Programme di tahun 2015. 

Program percontohan tersebut memungkinkan rumah sakit memantau kondisi pasiennya dari jarak jauh, misalnya: tekanan darah, denyut nadi, dan kadar glukosa darah. Dengan begitu, pasien tidak perlu mendatangi rumah sakit. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi pasien yang sulit bergerak.

Sepuluh bulan sejak Februari 2015, program telehealth sudah membantu 1.300 pasien darah tinggi, diabetes dan gagal jantung di National University Hospital.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?