SmarterCircle: Wawancara Komunitas Autoimun Indonesia (IMUNESIA)

SmarterCircle: Wawancara Komunitas Autoimun Indonesia (IMUNESIA)

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Melalui media sosial dan pertemuan seperti gathering atau seminar, Komunitas Autoimun Indonesia (IMUNESIA) giat melakukan edukasi mengenai penyakit autoimun. 

Di komunitas ini, para pengidap autoimun yang menjadi anggota dapat berinteraksi bukan hanya dengan sesama anggota, tapi juga tim ahli dan penasehat yang terdiri dari dokter spesialis serta tenaga medis. Tim ini memberi arahan dan masukan atas keluhan medis anggotanya.

SmarterCircle kali ini mengupas profil IMUNESIA, juga awareness orang terhadap penyakit autoimun dan perkembangan penanganannya di Indonesia. 

Smarter Circle adalah kategori konten dari Smarter Health berisi komunitas, figur atau gerakan publik inspiratif. Tujuannya, menyebarkan informasi dan inspirasi dari circle atau kelompok baik dari dan untuk masyarakat.

Punya usulan circle (komunitas/tokoh) inspiratif? Hubungi kami.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Bagaimana cerita berdirinya Komunitas Autoimun Indonesia dan apa tujuannya?

Berawal dari sebuah blog milik dr. Andini S. Natasari, MRes Immunobiology,  dikenal akrab dengan nama dr. Dinis, (Founder IMUNESIA-Komunitas Autoimun Indonesia) yang berisi tentang kisah beliau ketika awal “berkenalan” dengan autoimun dan info-info terkait penyakit autoimun. 

Akhirnya percakapan yang terjalin di blog tersebut berujung dengan berkumpulnya beberapa penyandang autoimun (Ai), yang akhirnya tercetus membuat grup atas dasar kesamaan penyakit yang diderita. IMUNESIA sendiri berdiri sejak tahun 2015.

Tujuan adanya Komunitas Autoimun Indonesia adalah:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit autoimun.
  • Mengajak anggota dan masyarakat umum untuk paham autoimun dan dapat mendeteksi lebih dini penyakit ini.
  • Membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang autoimun di Indonesia.

Siapa yang bisa menjadi anggota komunitas?

Semua penyandang autoimun atau keluarga penyandang autoimun di Indonesia pada khususnya.

Apa saja kegiatan rutin yang dilakukan Komunitas Autoimun Indonesia?

Sejauh ini, kami rutin mengadakan gathering bersama anggota. Diskusi dan seminar kecil dengan para dokter yang memang terkait dengan info medis serta kebutuhan penderita autoimun, misalnya tentang gizi, pola makan, yoga, demo masak dan lainnya.

Manfaat apa yang didapat penyandang autoimun ketika bergabung ke komunitas?

Saling sharing tentang penyakit dan kondisi setiap anggota, bisa saling bertemu di berbagai acara gathering. Imunesia juga sudah menjalin beberapa kerja sama seperti dengan Prodia, Kalbe dan Creamfiction.  

Komunitas Autoimun Indonesia memiliki tim ahli yang terdiri dari dokter spesialisatau tenaga medis. Bagaimana peran mereka?

Para tim penasehat dan dokter pendamping ini memberikan arahan dan masukan ke anggota komunitas yang terbagi di dalam grup WhatsApp, Telegram dan Facebook. Memantau isi sharing dan keluhan-keluhan tentang kesehatan dan keseharian anggota.

Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penyakit autoimun? 

Sudah jauh lebih baik, meskipun dirasa masih banyak kurang, karena memang belum banyak orang yang paham dan mengetahui tentang penyakit autoimun. Kepedulian dan keingintahuan masyarakat masih rendah karena belum dipahami berat dampaknya. 

Apa tantangan terbesar dalam mengedukasi masyarakat mengenai penyakit autoimun?

Menarik keingintahuan dan kepedulian masyarakat, beberapa masih menganggap bukan penyakit, masih diremehkan, ada juga yang menganggap menular. 

Kapan seseorang harus curiga dirinya menyandang penyakit autoimun dan kapan harus menemui dokter?

Ketika ada gejala-gejala penyakit autoimun yang tak kunjung membaik setelah 3 bulan.

Bagaimana perkembangan pengobatan penyakit autoimun? 

Ada obat-obatan penekan imun yang hanya bisa mengendalikan penyakit menjadi remisi, tidak menyembuhkan, serta obat-obatan untuk mengurangi keluhan gejala.

Selain itu, ada beberapa metode pengobatan autoimun yang masih dapat penelitian, seperti imunoterapi dan terapi NK cell.

Adakah faktor yang memperbesar peluang kesembuhan pasien autoimun?

Menjaga pola hidup sehat sesuai kondisi setiap pasien. Kondisi medis setiap orang berbeda. Tidak ada satu diet khusus atau aktivitas fisik tertentu yang cocok atau menjadi kunci kesembuhan untuk semua pasien.

Apa yang bisa dilakukan Pemerintah untuk membantu tercapainya tujuan Autoimun Indonesia?

Membuat regulasi-regulasi yang mendukung kemudahan pengobatan serta peningkatan kualitas hidup penyandang penyakit autoimun, seperti membantu untuk memfasilitasi pasien autoimun dapat tetap produktif.

Untuk dapat informasi lebih lanjut mengenai komunitas Autoimun Indonesia (IMUNESIA), kunjungi mereka di media sosial:

Website: www.autoimunindonesia.org

Youtube: Autoimun Indonesia

Instagram: @autoimunindonesia

Facebook: Autoimun Indonesia

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?