21 Dec 2019 / SmarterCircle

SmarterCircle: Wawancara Komunitas Sahabat Parenting

Dokter spesialis anak (pediatri) menjadi salah satu dokter yang banyak dicari oleh pasien di Smarter Health. Bahkan, tak sedikit yang meminta rekomendasi dokter pediatri untuk berobat di Singapura atau Malaysia.

Sebegitu seriusnya masalah kesehatan anak, mungkin menjadi alasan banyak komunitas parenting bermunculan di media sosial. Mulai dari yang berbagi gambar di Instagram hingga kuliah online lewat grup WhatsApp.

Sahabat Parenting, salah satunya.

Komunitas yang berawal di Instagram ini telah diikuti hampir 58 ribu orang. Setiap hari, mereka berbagai informasi seputar parenting, serta konten lainnya yang relevan.

Bagaimana awal cerita Sahabat Parenting dibentuk? Apa perspektif mereka tentang parenting di zaman sekarang? Simak wawancara bersama Smarter Health dalam acara SmarterCircle.

Smarter Circle adalah kategori konten dari Smarter Health berisi komunitas, figur atau gerakan publik inspiratif. Tujuannya, menyebarkan informasi dan inspirasi dari “circle” atau kelompok baik dari dan untuk masyarakat. 

Punya usulan “circle” untuk dipopulerkan? Hubungi kami.

Sejak kapan komunitas Sahabat Parenting dibentuk?

Sahabat Parenting lahir pada 2 April 2019, ditandai dengan postingan pertama kami di akun Instagram @sahabat.parenting

Siapa pendiri Sahabat Parenting?

Pendiri Sahabat Parenting adalah kami sendiri, Kresna Chandra & Dwi Almira. Kami adalah pasangan suami istri.

Bagaimana awal mula terbentuknya Sahabat Parenting?

Sebagai orangtua dari tiga anak; Afifah (10 tahun), Barra (8 tahun) dan Calif (5 tahun), kami merasa memiliki banyak kekurangan dalam mendidik mereka, sehingga perlu belajar lebih banyak. 

Kami sadar bahwa membesarkan dan mendidik anak juga membutuhkan ilmu. Setelah kami belajar ilmu parenting, ternyata banyak manfaat positif yang kami rasakan, baik untuk pribadi sebagai orangtua maupun bagi anak-anak kami. 

Kemudian, kami berharap manfaat yang kami peroleh ini juga bisa dirasakan oleh para orangtua lain di luar sana. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk membuat akun @sahabat.parenting agar bisa berbagi ilmu dan inspirasi parenting yang kami dapat kepada sesama orangtua.

Siapa saja anggota Sahabat Parenting?

55% pengikut @sahabat.parenting di Instagram adalah orangtua muda (rentang usia antara 25-34 tahun). 81% di antaranya adalah perempuan. Mereka semua berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Adakah platform lain yang digunakan Sahabat Parenting untuk berkomunikasi dengan anggota komunitas?

Hingga saat ini masih sebatas di Instagram. Kami sudah berencana untuk mengembangkan konten memanfaatkan WhatsApp dan Youtube. Hanya saja ada beberapa hal yang masih perlu dipersiapkan.

Adakah kegiatan Sahabat Parenting yang bisa dihadiri publik?

Belum ada karena Sahabat Parenting ini masih relatif baru. Kami juga ada keinginan untuk bisa menyelenggarakan offline event. Semoga bisa segera terlaksana.

Topik konten apa saja yang dibahas Sahabat Parenting?

Secara garis besar konten dibuat dalam tiga kategori: 

  1. Kata-kata kutipan atau quote inspiratif; 
  2. Tips parenting sederhana, dan 
  3. Hiburan ringan (video lucu atau komik). 

Semuanya membahas seputar parenting.

Apa sih tantangan terbesar menjadi orangtua zaman sekarang?

Di era disruptif ini, segalanya berubah sangat cepat. Hal-hal baru muncul silih berganti. Orangtua tentu harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat. 

Menjadi orangtua yang mindfulness terhadap kondisi yang dihadapi saat ini sekaligus prediktif terhadap masa depan adalah tantangan yang berat. Sebab, harus diakui orangtua jaman sekarang adalah hasil didikan masa lalu yang kondisinya tentu jauh berbeda. 

Jadi, kita ini sebenarnya adalah hasil didikan masa lalu, yang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian, sekaligus harus bersiap untuk masa depan. Benar-benar harus membekali diri dengan ilmu parenting yang solid.

Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.” (Ali bin Abi Thalib)

Adakah tips untuk orangtua lain dalam menjaga kesehatan anaknya?

  1. Memastikan anak punya waktu istirahat yang cukup, tidak kelelahan, dan tidak stress.
  2. Memastikan anak rutin melakukan aktivitas fisik. Bisa dengan olahraga atau sekedar bermain yang membuat anak bergerak dan berkeringat.
  3. Memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi.
  4. Membiasakan anak menjaga kebersihan, terutama cuci tangan sebelum makan.
  5. Memberikan suplemen alami untuk menjaga kebugaran tubuh seperti madu atau yang lain.
  6. Menghindari jajan sembarangan.
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *