Daftar Dokter Bedah Anak di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis Bedah Anak

Layaknya orang dewasa, ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa dialami anak-anak dan membutuhkan tindakan medis yang tepat. Pengobatan dan perawatan yang diberikan kepada anak harus dilakukan secara khusus, mengingat kondisi fisik dan mental anak-anak yang lebih rentan dibanding orang dewasa.

Selama ini kita mengenal dokter pediatri sebagai sosok ahli yang menangani penyakit yang diderita oleh anak-anak. Dokter pediatri akan mengatasi berbagai gangguan kesehatan pada anak dengan prosedur non-bedah. Namun, tidak semua gangguan kesehatan yang dialami anak dapat diatasi dengan prosedur non-bedah. Di sinilah dibutuhkan sosok dokter spesialis bedah anak yang mampu menangani gangguan kesehatan pada anak dengan prosedur bedah atau operasi.

Dokter spesialis bedah anak merupakan salah satu cabang sub-spesialis dari ilmu bedah umum. Selain bedah spesialis anak, ada beberapa cabang sub-spesialis bedah lainnya seperti sub-spesialis bedah onkologi, sub-spesialis bedah digestif atau saluran cerna, sub-spesialis bedah endokrin, sub-spesialis bedah payudara, sub-spesialis bedah pembuluh darah, sub-spesialis bedah transplantasi, dan sub-spesialis bedah traumatologi.

Bidang spesialis bedah anak mengembangkan ilmu kedokteran guna mengatasi gangguan kesehatan yang memerlukan prosedur bedah seperti tumor, kanker, hingga kelainan organ. Selain itu dokter spesialis bedah anak juga dapat menangani kasus emergensi, kecelakaan, infeksi, cedera, kelainan degeneratif, hingga kelainan kongenital pada anak dan remaja. Semua pasien yang belum memasuki fase dewasa, memerlukan penanganan khusus dari dokter spesialis ini. Hal ini mengingat prosedur pembedahan pada anak berbeda dengan prosedur bedah umum.

Ilmu bedah anak mulai dikembangkan pada tahun 1950-an. Saat itu, banyak kasus kematian pada bayi yang disebabkan oleh belum tersedianya metode pengobatan yang diperuntukkan bagi anak. Ilmu ini akhirnya dikembangkan sehingga bisa diterapkan pada pasien anak: mulai dari janin, bayi yang baru lahir baik dalam keadaan prematur atau tidak, hingga remaja di bawah umur 18 tahun.

Di Indonesia, dokter spesialis bedah anak dapat dikenali lewat singkatan gelar Sp.BA. Gelar ini bisa didapat oleh dokter umum yang menjalani pendidikan spesialis ilmu bedah terlebih dahulu selama 10 semester. Setelah itu, dilanjutkan dengan pendidikan profesi lanjutan dokter bedah anak yang ditempuh selama empat semester.

Organisasi yang mewakili para dokter spesialis bedah anak di Indonesia adalah Perhimpunan Bedah Anak Indonesia (PERBANI). Organisasi ini dibentuk sejak 21 Oktober 1975 di Jakarta. Hingga tahun 2018, anggota PERBANI mencapai lebih dari 130 dokter spesialis bedah anak.

Adapun dokter bedah anak dapat dibagi ke dalam beberapa cabang keahlian yang menangani gangguan kesehatan pada anak dengan lebih spesifik, seperti:

  • Bedah anak prenatal, yang menangani gangguan kesehatan pada janin yang belum lahir.
  • Bedah anak neonatal, yang menangani gangguan kesehatan pada pada bayi, termasuk bayi dalam kondisi prematur.
  • Bedah anak onkologi, yang menangani gangguan kesehatan pada anak terkait tumor dan kanker.
  • Bedah anak traumatology, yang menangani gangguan kesehatan pada anak terkait kasus darurat, trauma, dan cedera.
  • Bedah urologi, yang menangani gangguan kesehatan pada anak terkait saluran kemih.
  • Bedah digestif anak, yang menangani gangguan kesehatan pada anak terkait saluran pencernaan.

Penyakit yang Ditangani Dokter Bedah Anak

Seorang dokter bedah anak mampu memberikan tindakan klinis berupa perawatan dan pembedahan dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang diderita oleh anak. Penyakit dan gangguan kesehatan yang ditangani oleh dokter spesialis ini cenderung serius, karena tidak mampu diatasi dengan prosedur non-bedah.

Adapun beberapa jenis gangguan kesehatan dan penyakit yang umum ditangani oleh dokter bedah anak, seperti:

  • Penyakit jantung bawaan, yakni kelainan pada jantung yang umumnya dialami anak sejak dilahirkan. Penyakit ini menyebabkan struktur jantung yang tidak normal dan menyebabkan beberapa gejala seperti detak jantung yang tidak teratur, sakit pada dada, dan mudah lelah.
  • Patent ductus arteriosus (PDA), juga merupakan jenis penyakit jantung bawaan yang menyebabkan pembuluh darah yang berguna sebagai sistem pernapasan janin dalam kandungan masih terbuka hingga bayi dilahirkan. Kondisi ini menyebabkan anak mengalami keluhan berupa detak jantung yang  cepat, sesak napas, dan mudah lelah.
  • Intestinal atresia, merupakan salah satu cacat bawaan yang mengganggu sistem pencernaan bayi dikarenakan adanya bagian usus yang menyempit atau terputus.
  • Atresia esofagus, merupakan kelainan yang menyebabkan bayi sulit bernapas dan menelan asupan ke dalam tubuh. Hal ini terjadi karena kerongkongan yang mengalami kelainan dan tidak berkembang sebagai mestinya. Umumnya terjadi sejak bayi dilahirkan.
  • Trakeoesofageal fistula, merupakan kelainan yang juga terjadi pada kerongkongan, serta trakea. Penyakit ini menyebabkan kerongkongan yang berfungsi sebagai saluran makanan dari mulut ke lambung, menyambung dengan trakea yang berfungsi sebagai jalur masuknya udara ke paru-paru. Akibatnya, anak dapat mengalami gangguan fungsi organ lambung dan paru-paru.
  • Hernia diafragma, merupakan kelainan sejak lahir berupa celah pada diafragma. Celah tersebut dapat menyebabkan masuknya organ dalam rongga perut ke rongga dada, sehingga membuat penderitanya mengalami sesak napas dan detak jantung yang cepat.
  • Omphalocele, merupakan kelainan berupa organ dalam rongga perut yang mencuat melalui celah yang terdapat pada pusar. Kelainan ini dapat menyebabkan fungsi organ terganggu karena organ yang mencuat tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.
  • Wilms tumor, merupakan tumor yang menyerang organ ginjal. Kemunculan tumor ini ditandai dengan gejala konstipasi, rasa sakit di bagian perut, dan demam.
  • Intususepsi, merupakan gangguan usus yang melipat dan masuk ke bagian usus lain. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gangguan peredaran darah, pembengkakan, hingga rasa nyeri.
  • Neuroblastoma, merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel saraf yang belum matang. Kanker ini ditandai dengan gejala menurunnya nafsu makan, demam, dan diikuti dengan menurutnya berat badan.
  • Stenosis pilorus, merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan menebal dan membesarnya otot pilorus sebagai otot yang menahan masuknya makanan ke lambung.
  • Volvulus midgut, merupakan gangguan usus yang terjadi sejak janin dalam kandungan. Posisi janin yang salah menyebabkan usus terikat ketika bayi dilahirkan. Anak yang mengalami kelainan ini ditandai dengan gejala muntah-muntah dan nyeri pada perut.
  • Gangguan pada ginjal dan saluran kemih, seperti hipospadia, batu ginjal, epispadia, batu kandung kemih, infeksi saluran kemih.
  • Gangguan saraf otak, seperti cedera kepala berat, pendarahan otak, dan neuroblastoma.
  • Gangguan kulit, seperti melanoma hingga luka bakar berat akibat kecelakaan.
  • Perawatan intensif, meliputi: resusitasi jantung paru, terapi cairan dan elektrolit, tatalaksana gangguan asam basa, dan memonitor kondisi anak secara intensif.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Bedah Anak

Sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan pada anak, dokter bedah anak memiliki kompetensi yang berdasarkan pada ilmu kedokteran, keterampilan klinis, dan menguasai seputar pengelolaan kesehatan.

Adapun standar pendidikan profesi dan kompetensi dokter spesialis bedah anak berdasarkan peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menyebutkan bahwa dokter bedah anak diwajibkan menguasai kemampuan memberikan pelayanan, prosedur penatalaksanaan, serta secara menyeluruh mengelola masalah kesehatan dalam bidang bedah anak. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya, dokter bedah anak dapat melakukan tindakan medis berupa:

  • Melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, wawancara medis, dan penelusuran riwayat kesehatan pasien guna menentukan diagnosis yang tepat.
  • Memberikan penjelasan yang valid, jelas, detail, dan jujur terkait bedah yang akan dijalani oleh anak. Dokter bedah anak harus menjelaskan tujuan, keperluan, manfaat, risiko, dan efek samping terkait tindakan medis yang akan dilakukan.
  • Setelah menentukan diagnosis, dokter bedah anak juga menjalankan prosedur klinis sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan pasien. Begitupun pada kasus medis darurat.
  • Memberikan penjelasan tentang indikasi dari obat, cara kerja obat, dosis yang digunakan, hingga cara diaplikasikan pada pasien.
  • Menangani pasien bedah anak di berbagai lingkup seperti kamar operasi, poliklinik, ruang perawatan, Intensive Care Unit (ICU), dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
  • Tidak hanya bertanggung jawab pada perawatan pasien, dokter bedah anak juga bertanggung jawab dalam mengedukasi dan memberi penyuluhan kepada keluarga pasien dan masyarakat tentang pembinaan kesehatan pasien bedah anak.

Bedah yang dilakukan pada anak memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Ada berbagai efek samping dari prosedur bedah yang berbeda pada tiap pasien, tergantung jenis prosedur yang dilakukan dan kasus yang ditangani. Adapun efek yang dapat muncul yakni rasa sakit pada bekas sayatan operasi, muncul kemerahan, hingga pembengkakan. Efek ini dapat ditangani oleh dokter dengan memberikan obat pereda rasa sakit yang disesuaikan dosisnya dengan kebutuhan anak.

Kapan Harus Menemui Dokter Bedah Anak?

Menemui dokter bedah anak biasanya dapat dilakukan setelah pasien mendapat rujukan dari dokter anak (pediatri) maupun dokter umum yang lebih dulu menangani penyakit pasien. Umumnya, rujukan ini dilakukan karena penyakit yang diderita anak tidak bisa diatasi dengan prosedur non-bedah. Meski begitu, pasien anak yang akan ditindak dengan prosedur bedah harus didampingi dan dipersiapkan kondisi mentalnya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi rasa takut pada anak sebelum dan sesudah menjalani operasi.

Apabila Anda memiliki anak yang memiliki keluhan penyakit, ada beberapa keadaan pada anak yang perlu ditangani oleh dokter bedah anak, seperti:

  • Mengalami cedera dan kecelakaan berat.
  • Cacat bawaan yang mengganggu fungsi tubuh.
  • Mengalami nyeri yang hanya bisa ditangani lewat pembedahan.
  • Memiliki penyakit dan kelainan yang tidak bisa ditangani dengan konsumsi obat-obatan.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?