Daftar Dokter Gigi di Dalam & Luar Negeri

Dokter Spesialis Gigi

Permasalahan pada gigi, selain menimbulkan rasa tidak nyaman juga dapat berpengaruh pada pencernaan manusia. Hal ini disebabkan karena gigi berperan penting dalam menghancurkan makanan di mulut untuk kemudian diproses oleh berbagai organ yang menyusun sistem pencernaan. 

Gigi adalah bagian tubuh manusia yang terbuat dari kalsium, mineral, dan protein, dan merupakan bagian terkuat yang dimiliki tubuh manusia selain tulang. Gigi tersusun dalam rongga mulut dan memiliki beberapa jenis seperti gigi seri, gigi taring, gigi geraham, dan gigi premolar yang memiliki fungsinya masing-masing. Gigi seri terletak di bagian depan dan berfungsi untuk menggigit makanan. Gigi taring adalah yang paling tajam dan berfungsi mencabik makanan. Setelah gigi taring, terdapat gigi premolar yang berfungsi menggiling makanan, seperti gigi geraham. Apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan yang menyerang gigi tersebut, Anda disarankan untuk menemui dokter gigi umum yang juga disebut dentist.

Dokter gigi merupakan salah satu cabang kedokteran yang secara khusus mendalami seputar permasalahan gigi beserta gangguan kesehatannya. Tidak hanya menangani gigi, dokter gigi juga bisa menangani permasalahan pada rongga mulut dan gusi.

Untuk dapat memberikan penanganan yang tepat bagi pasien, dokter gigi dilatih secara khusus guna mendalami soal perawatan gigi. Pelatihan ini akan memampukan dokter gigi memberikan prosedur yang tepat dan menghindarkan pasien dari komplikasi. Masalah komplikasi yang bisa timbul seperti pendarahan yang berkepanjangan, kerusakan saraf sementara atau permanen, nyeri, dan hematoma. 

Seorang dokter gigi yang terlatih dan memiliki izin praktik diharuskan untuk menjalani program pendidikan kedokteran gigi terlebih dahulu. Tidak seperti dokter spesialis lainnya, dokter gigi mengawali pendidikannya dengan program ini, bukan pendidikan dokter umum. Program yang setingkat dengan sarjana ini menghabiskan waktu sekitar tujuh hingga delapan semester, tergantung kemampuan masing-masing. Pendidikan ini merupakan jenjang awal yang wajib diambil untuk mengenal dunia kedokteran terkait gigi, guna mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (SKG).

Usai mendapatkan gelar SKG, para lulusan diharuskan melanjutkan ke program profesi yang menghabiskan waktu sekitar empat semester, yang diikuti dengan ujian kompetensi dan magang. Namun, tidak semua universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran Gigi juga memiliki program profesi kedokteran gigi. Hanya fakultas yang memiliki akreditasi A yang boleh membuka program profesi kedokteran gigi. 

Di Indonesia, dokter gigi bernaung di bawah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Spesialisasi Kedokteran Gigi

Dokter gigi umum memang memiliki kemampuan dalam menangani berbagai keluhan seputar gigi, rongga mulut, dan gusi. Namun, untuk memiliki kemampuan yang lebih komprehensif, dokter gigi umum dapat mengambil pendidikan spesialis yang terbagi ke dalam 8 jenis. 

Ada pun spesialis kedokteran gigi yang ada di Indonesia, yakni:

  • Spesialis Pedodontis atau Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp.KGA), merupakan spesialis kedokteran gigi yang menangani berbagai masalah gigi pada anak. Struktur gigi yang dimiliki anak dalam masa pertumbuhan memiliki perbedaan dengan gigi orang dewasa, hal ini menyebabkan kasus gigi pada anak perlu ditangani secara khusus guna memberikan tindakan medis dan pengobatan yang tepat. Anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome juga membutuhkan penanganan dari dokter karena memiliki ketahanan tubuh yang lebih rentan. Selain itu down syndrome pada anak juga dapat mempengaruhi morfologi gigi dan mulut, seperti gigi tonggos, gigi lancip, lidah yang melebar akibat kebiasaan bernapas dari mulut, sehingga dibutuhkan penanganan dari dokter pedodontis.
  • Spesialis Ortodontis (Sp.Ort), merupakan spesialis kedokteran gigi yang menangani kasus gigi berantakan dan tidak rata. Apabila Anda kurang percaya diri dengan bentuk gigi yang tidak rata, maka konsultasi dengan dokter spesialis ortodontis bisa menjadi pilihan yang tepat. Dokter ini dapat menyarankan Anda untuk menggunakan kawat gigi, guna mendapatkan susunan gigi yang lebih rapi dan rata. Selain itu, pemerataan gigi membuat fungsi gigi sebagai alat pengunyah menjadi lebih baik dan artikulasi bicara yang lebih jelas.
  • Spesialis Endodontis atau Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG), merupakan spesialis kedokteran gigi yang fokus menangani estetika gigi dan memperbaiki fungsi gigi. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter spesialis ini seperti pembuatan veneer, pencegahan gigi berlubang, pemutihan gigi, mengatasi karang gigi, hingga bedah.
  • Spesialis Periodontis (Sp.Perio), merupakan spesialis kedokteran gigi yang fokus menangani jaringan gusi atau penyangga gigi. Keluhan seperti radang gusi hingga periodintitis yang parah dapat ditangani oleh spesialis ini.
  • Spesialis Bedah Mulut (Sp.BM), merupakan spesialis kedokteran gigi yang fokus menangani pembedahan pada mulut dan gigi. Dokter spesialis ini juga dapat melakukan prosedur pencabutan gigi dengan baik, menangani operasi sumbing, gigi yang tumbuh miring, kelainan celah langit-langit mulut, operasi tumor di rongga mulut, hingga memperbaiki tulang rahang.
  • Spesialis Prostodontis (Sp.Pros), merupakan spesialis kedokteran gigi yang fokus menangani pembuatan gigi tiruan atau gigi palsu (denture), mahkota (crown), dan implan gigi.
  • Spesialis Oral Medicine atau Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM), merupakan spesialis kedokteran gigi yang fokus menangani penyakit mulut tanpa prosedur bedah. Penyakit mulut yang ditangani seperti infeksi gigi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri, masalah kelenjar ludah, kanker mulut, maupun kanker mulut.
  • Spesialis Dental Radiologist atau Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG), merupakan spesialis yang fokus dalam menerjemahkan dan menginterpretasi pencitraan pada gigi dan mulut, seperti MRI atau CT-scan.

Penyakit Yang Ditangani Dokter Gigi

Urusan gigi seringkali dianggap enteng oleh banyak orang. Misalnya, banyak yang masih melewatkan aktivitas membersihkan gigi seperti menggosok gigi di malam hari sebelum tidur maupun memeriksakan gigi ke dokter dua kali dalam meski tidak merasakan sakit pada gigi. Namun, masih banyak yang mendatangi dokter gigi hanya pada saat mengalami rasa nyeri yang menyerang gigi maupun gusi.

Apabila Anda memiliki masalah pada gigi dan mulut, berikut adalah beberapa penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat Anda konsultasikan dengan dokter gigi:

  • Sakit gigi.
  • Gigi sensitif.
  • Impaksi gigi.
  • Gigi berlubang.
  • Gigi berkarang.
  • Gigi yang akan tanggal.
  • Bau mulut yang tidak sedap.
  • Infeksi pada gigi, gusi, dan mulut.
  • Sariawan yang berlangsung dalam jangka panjang.

Pada kasus tertentu yang membutuhkan penanganan khusus, dokter gigi umum dapat merekomendasi pasien ke dokter spesialis gigi supaya dapat ditangani dengan lebih tepat.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Gigi

Seorang dokter gigi umum dapat memberikan tindakan pada pasien berupa melakukan diagnosis penyakit, memberikan pengobatan, serta melakukan pencegahan masalah pada gigi dan mulut. Meski begitu, dokter gigi umum tidak dapat mengatasi semua permasalahan pada gigi, gusi, dan mulut, sehingga pada kasus tertentu (mengembalikan fungsi estetika, pembedahan, dan lain-lain) pasien akan dirujuk ke dokter gigi spesialis.

Seorang dokter gigi umum dapat memberikan beberapa tindakan medis seperti pencabutan gigi, menambal gigi yang berlubang, membersihkan gigi (scaling), dan mengobati sakit gigi. Scaling gigi merupakan prosedur non-bedah yang penting dilakukan untuk menghilangkan plak dan karang pada gigi. Apabila tar dan plak menumpuk pada gigi, maka dapat menyebabkan gigi rusak, gigi keropos, berlubang, maupun periodotitis.

Kapan Harus Berobat ke Dokter Gigi

Dokter gigi menyarankan untuk rutin memeriksakan gigi setidaknya 6 bulan sekali, bahkan sejak tumbuhnya gigi di usia dini. Pemeriksaan sejak usia dini dilakukan untuk mencegah dan mendeteksi adanya kelainan gigi, serta mengedukasi cara perawatan gigi yang baik dan benar.

Selain itu, Anda dapat berkonsultasi pada dokter gigi ketika mengalami rasa sakit atau nyeri pada gigi. Sakit gigi jangan dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan, karena dapat berakibat fatal dan menjadi faktor risiko munculnya penyakit stroke, jantung, dan infeksi. 

Untuk itu, Anda perlu memperhatikan beberapa gejala berikut supaya dapat segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Terasa nyeri pada gusi.
  • Mulut berbau tidak sedap.
  • Gusi bengkak dan berdarah.
  • Banyak plak dan karang gigi.
  • Muncul rasa nyeri pada rahang.
  • Muncul sariawan yang berkepanjangan.
  • Terdapat benjolan pada gusi, lidah, atau mulut.
  • Terdapat suara pada saat rahang diregangkan.
  • Gigi yang terasa sakit, akibat berlubang atau gangguan gusi.
  • Gigi yang sensitif dan ngilu, karena makanan atau minuman yang panas, dingin, terlalu manis, atau terlalu asam.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?
Powered by