Daftar Dokter Kanker di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis Kanker

Dokter ahli atau spesialis yang menguasai tentang kanker/onkologi disebut sebagai onkolog (oncologist). Bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis kanker, perlu diketahui bahwa dokter tersebut akan membantu Anda untuk membuat rancangan perawatan berdasarkan laporan patologi yang menjabarkan riwayat penyakit kanker yang diderita pasien, serta memberi saran pengobatan terbaik yang bisa dilakukan.

Cakupan Kerja Onkolog

Sebelum Anda memutuskan untuk berkonsultasi dengan onkolog, ketahui lebih dahulu perbedaan cakupan kerja yang dikuasainya. Secara garis besar, ada beberapa tugas yang dimiliki oleh onkolog dalam menangani kanker, yakni:

  • Memberikan diagnosis kanker dan penjelasan soal stadium kanker.
  • Memberikan penjelasan tentang pilihan pengobatan dan memberikan rekomendasi yang memungkinkan bagi pasien.
  • Memberikan perawatan bagi pasien sesuai dengan prosedur onkologi.
  • Membantu pasien dalam menangani gejala kanker dan efek samping dari pengobatan yang dijalaninya.

Jenis-jenis Onkolog

subspesialisasi dokter kanker

Mengetahui peran seorang onkolog bagi pasien, penting untuk diketahui. Selanjutnya, Anda bisa meminta pendampingan onkolog untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi kanker dengan tepat. Secara klinis, ada tiga jenis onkolog berdasarkan tindakan yang dilakukan dalam menangani kanker:

  1. Onkolog Medis, spesialis kanker yang menangani perawatan menggunakan cara kemoterapi, terapi target hingga imunoterapi. Onkolog medis umumnya akan membantu dalam menangani gejala dan efek samping dari perawatan yang dijalani oleh pasien, serta, melakukan pemeriksaan rutin.
  2. Onkolog Bedah, merupakan spesialis kanker yang melakukan tindakan operasi pembedahan kanker seperti mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya sesuai dengan prosedur onkologi. Onkolog bedah juga seringkali membantu memberikan diagnosis lewat cara biopsi, yakni mengambil sampel jaringan tubuh yang diduga terkena kanker. 
  3. Onkolog Radiasi, spesialis kanker yang melakukan penanganan lewat metode radiasi. Onkolog ini akan menentukan takaran radiasi yang sesuai dengan jenis kanker yang diderita pasien, serta menentukan daerah tubuh yang boleh terpapar oleh radiasi.

Sedangkan berdasarkan jenis kankernya, ada pula beberapa onkolog yang memiliki spesialisasi berbeda. Letak kanker yang ada di tubuh pasien, mempengaruhi cara penanganan dan membutuhkan onkolog yang berbeda-beda. Sehingga, ada kemungkinan pasien akan ditangani oleh beberapa dokter dalam menjalani perawatan tergantung dengan jenis kanker dan tindakan yang ingin dilakukan.

Beberapa jenis onkolog lainnya yang umum ditemui adalah:

  1. Onkolog ginekologi, merupakan spesialis kanker yang berkaitan dengan sistem reproduksi perempuan. Jenis kanker yang biasa ditangani seperti kanker rahim, kanker indung telur dan kanker serviks (mulut rahim).
  2. Onkolog pediatrik, merupakan spesialis kanker yang menangani pasien anak-anak di bawah umur 18 tahun. Anak-anak yang menderita kanker perlu ditangani khusus oleh onkolog pediatrik, karena memiliki sistem kekebalan tubuh dan perkembangan organ yang berbeda dari orang dewasa.
  3. Onkolog hematologi, merupakan spesialis kanker yang berkaitan dengan darah seperti leukimia, limfoma, dan myeloma. 

Gelar dan Pendidikan Onkolog

Guna mendapatkan hasil yang terpercaya, penting bagi Anda untuk melihat latar belakang pendidikan onkolog, beberapa di antaranya adalah:

  • Hematologi-onkologi medik (Sp.PD-KHOM)
  • Onkolog radiasi (Sp.Onk.Rad)
  • Onkolog bedah (Sp.B(K) onk)

Untuk menjadi seorang onkolog, pendidikan yang dijalani lebih lama jika dibandingkan dengan dokter umum. Apabila untuk menjadi dokter umum dibutuhkan waktu enam tahun, maka untuk menjadi onkolog akan ditambah setidaknya delapan semester atau empat tahun. Sehingga, dibutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dokter spesialis kanker.

Organisasi yang Memayungi Onkolog

Di Indonesia, terdapat organisasi yang mewadahi para onkolog yakni Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI). Organisasi ini menghimpun dokter-dokter di bidang onkologi, baik dokter umum dan spesialis yang kegiatan sehari-harinya mempunyai hubungan antar disiplin dalam penanggulangan kanker. 

Penyakit Yang Bisa Ditangani Onkolog

jenis kanker yang diobati dokter

Penyakit kanker muncul karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali dalam tubuh. Kanker merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat merusak sel-sel tubuh di sekitar daerah yang terdampak. Dalam dunia medis, segala yang berkaitan dengan penyakit kanker termasuk ke dalam bidang onkologi.

Berbagai kajian ilmu terkait kanker dipelajari dalam onkologi, termasuk berbagai tahapan penanganannya seperti meneliti, mengidentifikasi, mendiagnosis, merawat, dan pengobatan pasien yang mengidap kanker.

Ada beberapa kanker yang bisa ditangani oleh onkolog, yakni:

  1. Kanker Payudara
  2. Kanker Usus Besar
  3. Kanker Kulit
  4. Kanker Prostat
  5. Kanker Serviks
  6. Kanker Paru-paru
  7. Kanker Pada Anak
  8. Kanker Esofagus
  9. Kanker Kolorektal
  10. Leukemia Limfositik Kronis (Kanker Darah)
  11. Leukemia Limfositik Akut
  12. Leukemia Mieloid Akut
  13. Leukemia Mieloid Kronis
  14. Tumor Otak

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Onkolog

Dalam melakukan penanganan pasien kanker, onkolog biasanya akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan memberikan diagnosis. Setelah itu, dicari tahu bagaimana perawatan yang tepat sesuai dengan jenis dan stadium kanker yang dimiliki pasien.

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh onkolog dalam membuat diagnosis kanker, yakni:

  • Klinis
    Dilakukan lewat pemeriksaan fisik dan anamnesis, yang digunakan untuk memperoleh informasi jinak atau ganasnya kanker, risiko timbulnya kanker, hingga riwayat pengobatan sebelumnya.
  • Tes laboratorium
    Secara umum, tes laboratorium akan memeriksa darah dan urine pasien untuk mengetahui kelainan yang terjadi di dalam tubuh.
  • Tes pencitraan
    Ada kalanya gejala kanker tidak terlihat secara kasat mata dan tidak disadari keberadaannya. Tes pencitraan berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, akan membantu melihat kondisi organ dalam dan berbagai jaringan yang bermasalah.
  • Biopsi
    Cara ini dinilai paling akurat untuk mengetahui kepastian seseorang memiliki kanker atau tidak. Ketika melakukan biopsi, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh yang diduga mengalami kanker.

Apabila cara-cara di atas menemukan adanya kanker yang terdeteksi di tubuh pasien, dokter selanjutnya akan menentukan tingkatan (stadium) kanker. Stadium akan ditentukan oleh ukuran kanker, seberapa luas penyebaran kanker ke organ lain, hingga ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening.

Kanker umumnya dibagi ke dalam stadium 1 sampai 4, yang semakin besar angkanya menunjukan tingkat kanker yang semakin parah. Pasien yang memiliki kanker stadium 4 umumnya memiliki sedikit kemungkinan untuk sembuh. 

Setelah mengetahui jenis dan tingkatan kanker yang dimiliki oleh pasien, onkolog umumnya akan mengambil beberapa tindakan, seperti:

  • Kemoterapi
    Kemoterapi merupakan bentuk terapi kanker dengan menyuntikkan obat-obatan ke tubuh pasien guna menghancurkan sel kanker dan mencegah sel kanker kembali tumbuh.
  • Radioterapi
    Merupakan metode pengobatan kanker dengan sinar radiasi berfrekuensi tinggi.
  • Transplantasi sumsum tulang
    Bagi sebagian penderita kanker, transplantasi sumsum tulang belakang dilakukan untuk memperbaharui jaringan sumsum tulang yang dirusak oleh sel kanker. Umumnya dijalani oleh penderita leukimia, limfoma atau mieloma.
  • Operasi/Bedah
    Menangani kanker bisa dilakukan dengan mengangkat sel kanker dari tubuh, sehingga operasi/pembedahan merupakan salah satu prosedur medis yang sering digunakan. Meski jaringan yang terkena kanker telah diangkat, ada baiknya pasien tetap melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perkembangan kanker pascaoperasi. 

Kapan Harus Berobat ke Onkolog

kapan harus ke dokter kanker

Penyakit kanker, meskipun berbahaya namun seringkali terlambat untuk dideteksi. Hal ini dikarenakan gejala awal kanker yang tidak kentara dan tidak terlihat secara fisik. Ada baiknya sejak dini Anda mulai memeriksakan diri untuk mengecek ada atau tidaknya potensi kanker dalam tubuh, khususnya bagi mereka yang aktif merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan aktif melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Semakin cepat Anda memeriksakan diri, kanker lebih cepat dideteksi dan diatasi sebelum berlanjut ke stadium yang lebih parah.

Selain itu, pasien yang berkonsultasi ke dokter onkolog biasanya terlebih dahulu mendapat rujukan dari dokter umum. Meski begitu, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan onkolog apabila mengalami gejala-gejala berpotensi kanker, seperti:

  • Batuk dalam jangka panjang disertai darah.
  • Adanya perubahan frekuensi buang air besar dan air kecil yang signifikan.
  • Ditemukan darah pada tinja (feses).
  • Mengalami anemia tanpa sebab yang jelas.
  • Ditemukannya benjolan di payudara, testis, atau tempat lain.
  • Perubahan bentuk tahi lalat.
  • Kesulitan untuk menelan.
  • Berat badan yang menurun drastis tanpa alasan yang jelas.
  • Terasa nyeri di sekitar punggung dan panggul.

Jika gejala-gejala di atas Anda alami tanpa sebab yang jelas, segera periksakan ke dokter dan minta rujukan ke dokter spesialis kanker. Jangan menunggu hingga penyakit Anda semakin parah dan diketahui setelah berlanjut ke stadium yang sulit untuk ditangani.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda