Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan resiko kematian tertinggi di dunia. Saking berbahayanya, penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal kemunculannya. Penyakit ini seringkali mengakibatkan korban jiwa karena terkena serangan jantung yang mendadak.

Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, sebaiknya ditangani oleh dokter spesialis jantung yang disebut juga sebagai spesialis kardiologi. Seorang spesialis kardiologi tidak hanya memiliki spesialisasi jantung, melainkan juga memahami soal pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena jantung tergabung dalam sistem kardiovaskular, yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, serta berbagai komponen dalam darah yang berfungsi mengatur sirkulasi darah di dalam tubuh. Seorang spesialis kardiologi umumnya diketahui lewat gelar Sp.JP yang dimilikinya. Mereka mengambil pendidikan spesialis kardiologi setelah menjalani pendidikan sebagai dokter umum.

Yang bisa dilakukan spesialis kardiologi

Sebagai seorang spesialis yang menangani jantung dan pembuluh darah, spesialis kardiologi memiliki tugas untuk memeriksa, mendiagnosis serta mengambil tindakan perawatan dan pengobatan terhadap berbagai penyakit kelainan jantung. Ada berbagai cara yang dilakukan spesialis kardiologi untuk mendiagnosis penyakit jantung, tergantung pada keluhan yang dimiliki oleh pasien.

Organisasi yang Memayungi Spesialis Kardiologi

Di Indonesia, terdapat organisasi yang mewadahi berbagai dokter yang memiliki spesialisasi dalam menangani penyakit jantung dan pembuluh darah, yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang didirikan oleh Dr. Tjong Gan Bing sejak 1957.

Cabang Ilmu Kardiologi

Kedokteran jantung dan pembuluh darah atau spesialis kardiologi memiliki beberapa cabang ilmu, di antaranya: 

  • Elektrofisiologi
  • Kardiologi intervensional
  • Kardiologi gagal jantung lanjut dan transplantasi
  • Penyakit jantung kongenital
  • Kardiologi non invasif
  • Kardiologi nuklir

Penyakit Yang Bisa Ditangani Spesialis Kardiologi

Seorang spesialis kardiologi memiliki kemampuan untuk memberikan tindakan medis terhadap berbagai kelainan jantung, seperti:

  1. Angina, merupakan kondisi kurangnya pasokan darah ke jantung yang biasa ditandai dengan nyeri di bagian dada.
  2. Aritmia, kelainan terhadap detak jantung yang tidak teratur. Entah terlalu cepat atau pun terlalu lambat.
  3. Aterosklerosis, kelainan jantung yang disebabkan adanya penumpukan plak pada pembuluh darah yang mengganggu kelancaran peredaran darah.
  4. Cacat jantung bawaan
  5. Fibrilasi atrium, yakni keadaan tidak teraturnya denyut ruang bagian atas jantung sehingga menyebabkan irama jantung yang tidak normal.
  6. Gagal jantung
  7. Hipertensi pulmonal
  8. Kardiomiopati
  9. Kolesterol dan tekanan darah tinggi
  10. Serangan jantung
  11. Penyakit arteri koroner
  12. Penyakit katup jantung, yang terjadi karena adanya kebocoran (regurgitasi atau insufisiensi) maupun terjadi penyempitan (stenosis).
  13. Penyakit jantung bawaan atau Patent Ductus Arteriosus (PDA), yang umumnya terjadi pada bayi prematur, ketika pembuluh darah temporer bernama ductus arteriosus pada bayi tidak menutup pasca bayi dilahirkan.
  14. Penyakit jantung koroner (PJK), yang terjadi karena adanya tumpukan plak yang berasal dari kolesterol ‘jahat’ dan menyumbat pembuluh darah arteri menuju jantung. Hal ini menyebabkan asupan darah dari dan menuju jantung menjadi tidak lancar.
  15. Penyakit jantung kongestif, atau kondisi gagalnya jantung memompa pasokan darah ke seluruh tubuh.
  16. Prolaps katup mitral

Dari berbagai kelainan jantung di atas, penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit jantung yang banyak ditemui di Indonesia. Kemenkes RI bahkan pernah memberikan data bahwa PJK menjadi penyebab kematian terbesar kedua setelah penyakit stroke.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Spesialis Kardiologi

Memberikan Diagnosis

Penyakit jantung merupakan penyakit yang kompleks. Penyebab dan jenis penyakit jantung ada berbagai macamnya, sehingga perlu ditangani secara berbeda. Ada serangkaian cara dalam memeriksa dan menentukan diagnosis bagi pasien.

Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya seputar riwayat penyakit yang dimiliki oleh keluarga pasien. Selanjutnya, dokter spesialis jantung akan menentukan cara pemeriksaan yang bisa dijalani oleh pasien, seperti:

  • Elektrokardiografi (EKG). Pemeriksaan ini akan membantu dokter untuk mendeteksi normal atau tidaknya denyut jantung serta melihat adanya kelainan struktur pada jantung.
  • Ekokardiografi (Echo). Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan ultrasound. Tujuannya adalah melihat struktur dan fungsi jantung dengan lebih jelas.
  • Kateter jantung. Pemeriksaan kateter dilakukan untuk melihat aliran darah yang yang melalui jantung. Sebuah tabung pendek dan kecil akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah di area lengan atau pangkal paha.
  • CT scan. Pemeriksaan ini menggunakan sebuah mesin khusus yang berbentuk lingkaran dan memancarkan sinar-X. Pasien akan berbaring di dalamnya, guna mendapatkan gambaran kondisi jantung. Diagnosis ini meliputi CT scan jantung dan CT scan kalsium koroner.
  • Holter monitoring. Pemeriksaan menggunakan Monitor Holter memiliki fungsi yang hampir serupa dengan EKG. Bedanya, alat yang digunakan dalam Monitor Holter berukuran lebih kecil dan lebih leluasa digunakan karena bisa dilepas-pasang. Selama 24-72 jam, monitor holter akan merekam aktivitas jantung guna mendeteksi berbagai kelainan.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Hampir serupa dengan CT Scan, pemeriksaan MRI jantung dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung dengan menyeluruh. Bedanya, RI menggunakan alat yang memancarkan medan magnet, bukan Sinar-X.
  • Pemindaian jantung nuklir.

Memberikan Pengobatan

Ketika dokter spesialis jantung telah mendapatkan gambaran jantung dengan lebih jelas dan memberikan diagnosis kepada pasien. Spesialis kardiologi bisa memberikan penanganan lebih lanjut berupa pengobatan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki fungsi jantung menjadi lebih normal dan stabil. Selain itu, pengobatan juga perlu dilakukan untuk mengendalikan jantung dalam jangka panjang dan mengendalikan gejala yang timbul. 

Dalam mengatasi penyakit jantung, spesialis kardiologi bisa memberikan beberapa tindakan guna menanggulangi kelainan jantung dan pembuluh darah, di antaranya:

Selain beberapa tindakan di atas, pasien penyakit jantung juga diberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhannya. Ada pun obat yang umum diberikan oleh spesialis kardiologi adalah:

  • Antagonis kalsium, untuk melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan.
  • Antiplatelet, obat yang mencegah terjadinya penggumpalan darah.
  • Antikoagulan, hampir serupa dengan antiplatelet yang mencegah terjadinya penggumpalan darah.
  • Angiotensin II blocker, obat yang mampu menurunkan tekanan darah karena menghambat produksi angiotensin.
  • ACE Inhibitor, obat yang serupa dengan angiotensin II blocker.
  • Beta-blocker, obat yang mampu menurunkan detak jantung menjadi lebih normal, yang seringkali terjadi akibat tingginya adrenalin dalam tubuh.
  • Obat kolesterol, untuk menurunkan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) yang berbahaya bagi jantung dan meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ (HDL) dalam tubuh.

Pasien yang menderita penyakit jantung juga disarankan untuk mengurangi stres, aktif bergerak, dan menjalani diet sehat. Sebaiknya penderita jantung tidak melakukan olahraga berat ataupun ekstrim yang bisa memberatkan fungsi jantung. 

Tindakan Pascapengobatan

Meski pasien penyakit jantung telah ditangani dengan baik dan memiliki kondisi jantung yang kembali stabil. Disarankan untuk tetap berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan jantung pascapengobatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan jantung dan penanganan jangka panjang. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Ekokardiografi
    Meski kondisi jantung telah membaik, pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi perlu dilakukan untuk memantau lokasi kerusakan pada jantung dan dampak yang ditimbulkan terkait fungsi jantung.
  • CT scan jantung
  • CT scan kalsium koroner
  • EKG treadmill
    Beberapa hari atau minggu setelah pasien terkena serangan jantung, EKG treadmill perlu dilakukan untuk mengukur respon kerja jantung dan pembuluh darah ketika beraktivitas.
  • Elektrokardiogram
  • MRI jantung
    Apabila pasien terkena serangan jantung, prosedur pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk memeriksa gangguan pada jantung dan melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi.
  • Pemindaian Jantung Nuklir

Kapan Harus Berobat ke Spesialis Kardiologi

Meskipun Anda tidak memiliki penyakit jantung, ada baiknya dilakukan pengecekan secara berkala khususnya apabila terdapat riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Spesialis kardiologi umumnya akan bertanya seputar riwayat keluarga Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Begitupun bagi Anda yang aktif merokok atau sedang aktif melakukan aktivitas olahraga tertentu, sebaiknya periksakan kondisi jantung sebagai upaya preventif.

Bagi Anda yang merasakan gejala atau mengalami kondisi seperti di bawah ini, kami sarankan untuk segera berkonsultasi dengan spesialis kardiologi.

  • Merasakan nyeri dada yang sangat berat hingga tidak dapat beraktivitas.
  • Jumlah kolesterol darah terlalu tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Menderita diabetes.
  • Terasa sesak setelah beraktivitas atau saat beristirahat.
  • Jantung terasa berdebar-debar.

Ketika Anda memutuskan untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis jantung, siapkan beberapa hal yang akan membantu dokter dalam mendiagnosis keadaan Anda. Catatlah segala keluhan yang dirasakan terkait jantung Anda, mulai dari sejak kapan merasakannya, area yang sakit, hingga seberapa lama rasa nyeri muncul.

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Silakan isi form ini: