Daftar Dokter Kesehatan Jiwa di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Kesehatan jiwa akhir-akhir ini menjadi topik yang makin sering dibicarakan, khususnya perihal self-diagnosis atau diagnosis gangguan jiwa yang dilakukan diri sendiri tanpa adanya pemeriksaan ahli kejiwaan. Di sisi lain, pembahasan ini berdampak pada kesadaran masyarakat tentang pentingnya memeriksakan diri kepada ahli kejiwaan terkait mengetahui kondisi mental seseorang.

Untuk itulah, keberadaan dokter spesialis kedokteran jiwa atau yang lebih dikenal dengan psikiater, berperan penting dalam menangani berbagai masalah kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri).

Seorang psikiater merupakan seseorang yang menguasai bidang psikiatri, yakni cabang ilmu kedokteran yang fokus mendalami soal kesehatan jiwa dan perilaku. Dalam cabang ilmu psikiatri, kondisi jiwa atau mental seseorang dapat terganggu dan memerlukan tindakan medis seperti diagnosis, pengobatan, hingga pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan, emosional, dan perilaku. Karena berada dalam ranah ilmu kedokteran, seorang psikiater memiliki wewenang untuk memberikan resep obat bagi pasien. Hal ini salah satunya, membedakan seorang psikiater dengan psikolog.

Banyak kalangan awam yang masih sulit membedakan psikiater dengan psikolog. Meski sama-sama berhadapan dengan gangguan kejiwaan seseorang, bidang psikologi yang dikuasai oleh psikolog bukanlah ranah ilmu kedokteran. Psikologi adalah ilmu non-kedokteran yang fokus dalam mempelajari perilaku dan emosi seseorang. Itulah sebabnya seorang psikolog tidak bisa memberikan pengobatan seperti yang dilakukan psikiater. Namun, seorang psikiater dapat bekerjasama dengan psikolog guna memberikan penanganan yang holistik bagi pasien.

Berbicara soal gangguan kejiwaan, seseorang yang memiliki gangguan ini akan mengalami perubahan dari segi kognitif, afektif, perilaku, hingga kehidupan sosial yang cenderung destruktif sehingga akan mengganggu fungsi kehidupannya. Seseorang yang memiliki kondisi kejiwaan yang tidak sehat umumnya ditandai dengan adanya perasaan tidak nyaman (inadequacy), perasaan tidak aman (insecurity), menurunnya tingkat kepercayaan diri, tidak menikmati relasi dan interaksi sosial, kesulitan untuk memahami diri, memiliki gangguan kepribadian, emosi yang tidak matang, mengalami gangguan di sistem saraf.

Kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang psikiater adalah menjalani pendidikan dokter umum yang ditambah dengan pendidikan spesialis psikiatri sekitar empat tahun. Setelah lulus, maka akan mendapatkan gelar spesialis kejiwaan (Sp.KJ) dan dapat menjalani profesi sebagai psikiater. 

DI Indonesia, dokter spesialis kedokteran jiwa bernaung di bawah organisasi Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Berdasarkan informasi yang dipaparkan oleh PDSKJI di tahun 2019, terdapat sekitar 987 dokter spesialis kedokteran jiwa yang masih belum memenuhi kebutuhan di Tanah Air. 

Spesialisasi Kedokteran Jiwa

Guna memberikan penanganan yang lebih mumpuni terkait gangguan kejiwaan, seorang psikiater bisa menjalani pendidikan sub-spesialis, di antaranya yakni:

  • Psikiater forensik (hukum), merupakan pendidikan sub-spesialis kedokteran jiwa yang fokus mempelajari gangguan kejiwaan terkait dengan kepentingan hukum dan peradilan. Seperti mencari tahu gangguan mental yang memotivasi tindakan tersangka.
  • Psikiater kecanduan (adiksi), merupakan pendidikan subspesialis kedokteran jiwa yang fokus mempelajari penanganan masalah gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan kecanduan/adiksi terhadap sesuatu. Misalnya kecanduan terhadap narkoba maupun minuman beralkohol.
  • Psikiatri anak dan remaja, merupakan pendidikan subspesialis kedokteran jiwa yang fokus mempelajari penanganan masalah gangguan mental, emosi, dan perilaku pada anak-anak dan remaja. Kondisi yang biasa ditangani oleh psikiater anak dan remaja adalah ketika anak mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, autisme, gangguan emosi, hingga skizofrenia dan ADHD.
  • Psikiatri geriatri, merupakan pendidikan subspesialis kedokteran jiwa yang fokus mempelajari gangguan kejiwaan yang terjadi pada lansia. Penyakit tertentu dan berkurangnya fungsi tubuh dapat memicu terjadinya gangguan kejiwaan pada lansia, yang selayaknya anak-anak, lansia juga membutuhkan penanganan dari psikiater khusus.
  • Psikiatri psikosomatis, merupakan pendidikan subspesialis kedokteran jiwa yang fokus mempelajari gangguan kejiwaan yang mampu memicu timbulnya penyakit fisik. Pada pasien psikosomatis, pikiran sangat mempengaruhi munculnya rasa sakit atau keluhan tertentu pada fisik pasien.

Penyakit Yang Ditangani Dokter Spesialis Kedokteran Kejiwaan

Seperti yang sudah disebutkan, seorang psikiater mampu memberikan tindakan medis dalam menangani gangguan kejiwaan yang dialami pasien. Berikut adalah beberapa gangguan kejiwaan yang bisa ditangani oleh psikiater:

  • Bulimia dan anoreksia.
  • Gangguan kepribadian.
  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
  • Gangguan tingkah laku, hiperaktif, hingga autisme pada anak.
  • Gangguan yang mempengaruhi mood, seperti depresi atau bipolar.
  • Gangguan kecemasan dan phobia, yang membuat mudah panik.
  • Gangguan kejiwaan dan perilaku yang terjadi karena konsumsi alkohol, obat terlarang, dan sebagainya.
  • Gangguan tidur, beberapa di antaranya seperti insomnia, mimpi buruk, sleep walking, hipersomnia, dan gangguan siklus tidur.
  • Post-Traumatic Stress Disorder, yakni gangguan stress yang terjadi setelah mengalami kejadian yang traumatis.
  • Gangguan kejiwaan yang dipicu oleh penyakit otak, penyakit kronis, kanker, hingga HIV/AIDS.
  • Gangguan mental organik, merupakan gangguan mental yang biasanya terjadi di kalangan lanjut usia dan ditandai dengan penurunan fungsi mental seperti berkurangnya ingatan dan gangguan beraktivitas.
  • Gangguan yang berhubungan dengan aktivitas seksual, seperti gangguan gairah, gangguan orgasme, disfungsi seksual, parafilia, dan sebagainya.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Spesialis Kedokteran Kejiwaan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, psikiater mampu memberikan pengobatan kepada pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Psikiater bertugas layaknya dokter umum yang bisa melakukan evaluasi, pemeriksaan, menegakkan diagnosis, hingga memberikan pengobatan yang tepat, namun khusus terkait kondisi kejiwaan pasien.

Dalam melakukan pemeriksaan dan mengetahui gejala yang dialami pasien, seorang psikiater juga menyarankan pasien menjalani  tes psikologi. Beberapa pemeriksaan penunjang lainnya seperti tes darah atau tes pencitraan (MRI, CT scan).

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan seorang psikiater, seperti:

  • Psikoterapi dan konseling, merupakan tindakan medis yang dilakukan dokter berupa terapi bicara. Dengan dilakukannya terapi bicara semacam ini, gangguan mental dan emosional yang dialami pasien diharapkan bisa lebih terkontrol dan lebih mudah diatasi. Psikoterapi bisa dilakukan secara individu, berpasangan, maupun kelompok.
  • Meresepkan obat-obatan, adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh psikiater dibanding psikolog. Obat-obatan yang diresepkan kepada pasien umumnya merupakan obat antipsikotik, obat sedatif dan ansiolitik, obat antidepresan, stimulan, dan obat yang bisa menjaga suasana hati lebih stabil. 
  • Hipnoterapi, yakni tindakan medis berupa terapi yang menggunakan hipnosis, yakni rangsangan terhadap alam bawah sadar yang memungkinkan pasien untuk lebih mudah menerima arahan dan kehilangan kekuatan untuk bereaksi. Terapi ini bisa digunakan untuk menangani gangguan kecemasan, mengubah perilaku, meringankan nyeri, menangani trauma dan phobia.
  • Terapi stimulasi saraf otak, merupakan terapi yang dilakukan ketika metode terapi lain tidak memberikan dampak yang signifikan. Terapi ini mengalirkan arus listrik ke otak (ECT) dan menggunakan gelombang magnetik kepada pasien. Umumnya digunakan untuk mengobati gangguan mental dan depresi yang parah. 

Kapan Harus Berobat ke Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Gangguan jiwa tidak hanya mempengaruhi cara berpikir, emosi, dan perilaku seseorang, namun bisa juga memberikan dampak terhadap fisik. Hal ini bisa berlangsung tanpa disadari, dan menyebabkan seseorang kesulitan mencari tahu pemicu yang menyebabkan penyakit fisik tersebut. Tekanan yang besar dari eksternal dan internal, juga dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami gangguan kejiwaan, yang ditandai dengan stress maupun depresi. Ketika berada dalam keadaan-keadaan tersebut, menemui psikiater adalah salah satu hal yang tepat untuk dilakukan.

Selain itu, ketika seseorang mudah merasa cemas, panik, mengalami kesulitan tidur, dan berkurangnya kualitas tidur, maka patut diwaspadai sebagai gejala gangguan mental. Terlebih apabila suasana hati yang mudah berubah tanpa alasan, mengalami rasa sedih yang terus menerus, terjadi perubahan nafsu makan, tidak memiliki motivasi, mengalami halusinasi, memiliki pola pikir yang tidak wajar, hingga munculnya niat bunuh diri, seseorang disarankan untuk segera menemui psikiater dan menjalani konsultasi. Pilihlah ahli kejiwaan untuk menjelaskan dan memeriksa kondisi mental Anda, hindari self-diagnosis yang justru tidak tepat dan menambah beban pikiran.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?