Daftar Dokter Kulit di Dalam & Luar Negeri

Dokter Spesialis Kulit

Manusia pada umumnya beraktivitas di luar ruang dan banyak melakukan kontak fisik dengan orang lain maupun objek di sekitar. Hal ini bisa menyebabkan kulit, sebagai lapisan terluar tubuh, terkena gangguan dan masalah kesehatan. Masalah yang terjadi dapat berupa gatal, infeksi, perubahan warna kulit, dan sebagainya. Organ terbesar yang dimiliki manusia ini rentan terhadap berbagai permasalahan yang menyerang di segala usia, mulai dari gangguan yang akut hingga kronik.

Untuk mengatasi gangguan kesehatan yang terjadi pada kulit, dibutuhkan sosok dokter spesialis yang menguasai berbagai cara penanganan dan seluk beluk kulit. Di Indonesia, dokter spesialis yang menangani permasalahan kulit juga menangani soal kesehatan kelamin, sehingga disebut sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin (dermatologi dan venerologi).

Dokter spesialis kulit dan kelamin diharuskan menguasai ilmu dermatologi, yakni cabang ilmu kedokteran yang fokus mempelajari seluk beluk kulit, rambut, kuku, kulit kepala, dan penyakit kulit lainnya. Sedangkan dokter spesialis yang menguasai bidang dermatologi disebut sebagai dermatologist. Banyak yang mengira bahwa dermatologist hanya menangani perawatan wajah, padahal cakupan yang dikuasai tidak hanya seputar kulit wajah namun juga permasalahan kulit di seluruh tubuh.

Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) beralih dengan sebutan dokter spesialis dermatovenerologi (Sp.DV). Spesialis ini merupakan gabungan dari bidang dermatologi yang menangani soal kulit, dan venerologi yang fokus menangani persoalan penyakit kelamin. Kolegium Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin se-Indonesia menyatakan bahwa Sp.KK dan Sp.DV berada dalam posisi yang setara. 

Guna mendapat gelar dokter spesialis kulit dan kelamin atau spesialis dermatovenerologi, pendidikan dokter umum tentunya harus dijalani dan meneruskan dengan pendidikan spesialis setidaknya selama 7 semester dan maksimal 11 semester. 

Di Indonesia, para dokter spesialis kulit dan kelamin bernaung di bawah Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Tentang Kulit Manusia

Organ terluas di tubuh manusia ini, apabila dibentangkan maka luasnya bisa mencapai dua meter persegi. Kulit berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, indera peraba, serta pelindung organ dan jaringan yang ada di dalam tubuh. 

Setiap manusia memiliki warna, tekstur, dan ketebalan kulit yang berbeda, yang bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, ras, maupun jenis kelamin. Meski begitu, kulit manusia sama-sama terdiri dari tiga lapisan yakni epidermis, dermis, dan hipodermis. 

Epidermis merupakan lapisan kulit terluar yang dapat kita lihat. Lapisan keratinosit adalah bagian terbesar yang menyusun epidermis. Sedangkan dermis adalah lapisan kulit di bawah epidermis, yang lebih tebal dan bertugas sebagai pelindung bagian dalam tubuh. 

Hipodermis merupakan lapisan ketiga kulit dan lapisan terdalam yang mengandung lemak dan membantu dalam penyesuaian suhu tubuh. Lapisan yang juga disebut dengan lapisan subkutan atau subkutis ini juga mengikat kulit ke otot beserta jaringan-jaringan yang ada di bawahnya.

Sub-Spesialis Dokter Kulit dan Kelamin

Bidang dermatologi dan venerologi yang menangani permasalahan kulit dan kelamin, secara klinis terbagi ke dalam beberapa sub-spesialis guna menangani pasien dengan lebih baik, yakni:

  • Dermatologi pediatrik, yakni sub-spesialis yang fokus menangani penyakit kulit dan kelamin pada pasien anak-anak. Beberapa jenis masalah kulit yang ditangani seperti alergi, kelainan akibat malnutrisi, tanda lahir, infeksi kulit, hingga kelainan kulit pada bayi yang baru lahir.
  • Dermatologi geriatrik, yakni sub-spesialis yang fokus menangani penyakit kulit dan kelamin pada lansia. Beberapa masalah kulit yang biasa ditangani seperti lentigo senilis, pruritus, elastosis solaris, infeksi kulit.
  • Dermatologi infeksi tropik, yakni sub-spesialis yang fokus menangani infeksi kulit yang terjadi di daerah tropis. Beberapa jenis masalah kulit yang ditangani seperti infeksi akibat kuman Streptococcus yang terjadi di permukaan kulit (erisipelas), selulitis, kurap, dan kandidiasis.
  • Dermatologi kosmetik, yakni sub-spesialis yang fokus menangani kasus yang berhubungan dengan kecantikan kulit. Beberapa jenis masalah kulit yang ditangani seperti bekas luka, kulit yang kendur, kelainan pigmentasi, kebotakan, rambut rontok, kelainan kuku, kelainan pertumbuhan rambut, hingga perubahan kulit yang terjadi akibat proses penuaan.
  • Dermatologi alergi dan imunologi, yakni sub-spesialis yang fokus menangani penyakit kulit terkait alergi dan gangguan imun. Penyakit yang biasa ditangani seperti psoriasis atau peradangan kulit yang menahun, angioedema, urtikaria, dermatitis kontak alergi, dan dermatitis atopik.
  • Tumor dan bedah kulit, yakni sub-spesialis yang fokus melakukan diagnosis dan penanganan tumor, kanker kulit, dan prosedur bedah pada kulit. Penyakit yang biasa ditangani seperti melanoma, kanker kulit jinak yang menjadi ganas (penyakit Bowen), karsinoma, maupun tumor jinak.
  • Penyakit menular seksual, yakni sub-spesialis yang fokus menangani penyakit menular akibat hubungan seksual yang umumnya dilakukan secara bebas. Penyakit menular seksual (PMS) yang bisa ditangani seperti sifilis, gonore, vaginosis bakterial, kandidiasis vagina, pedikulosis pubis.

Penyakit Yang Ditangani Dokter Kulit dan Kelamin

Untuk lebih mengenal penyakit kulit yang bisa ditangani oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, berikut dijabarkan beberapa jenisnya:

  • Tumor.
  • Kanker kulit.
  • Penyakit menular seksual.
  • Keratosis pilaris dan porokeratosis.
  • Masalah kulit karena kontak dengan bahan kimia, radiasi, luka bakar.
  • Kelainan kelenjar pada kulit seperti kelenjar minyak, kelenjar keringat.
  • Eksim, yakni salah satu penyakit kulit kronik yang ditandai dengan adanya iritasi dan peradangan, biasa ditandai dengan ruam, gatal, kulit kering, penebalan, dan pengelupasan kulit. Jenis eksim yang sering ditemui adalah dermatitis atopik, yang cenderung diturunkan secara genetik dan reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap iritasi.
  • Jerawat, adalah salah satu penyakit kulit kronik yang bisa timbul pada wajah, dada, punggung, bahu, maupun lengan atas, akibat ketidakseimbangan hormon. 
  • Psoriasis, yakni kelainan kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah tebak disertai sel kulit mati berwarna keperakan di permukaan kulit. Penyakit ini bisa menghilang dan muncul kembali, dan bisa terjadi karena tidak seimbangnya sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kemunculannya bisa dipicu oleh infeksi, goresan, luka, dan stres emosional.
  • Rosacea, yakni gangguan kulit yang sering terjadi pada wajah, berupa bercak kemerahan pada dagu, dahi, pipi, atau hidung. Apabila semakin parah, penyakit ini dapat melebar ke daerah mata, leher, punggung, dan dada.
  • Masalah kulit akut yang terjadi dalam waktu singkat disertai gejala yang parah seperti kutil, rambut rontok, melepuh, luka dingin, kapalan, sunburn, varises, kutu, memar, kista sebasea, rambut yang tumbuh ke arah dalam.
  • Masalah kulit akibat alergi dan gangguan imunitas seperti dermatitis atopik, dermatitis numularis, pitiriasis rosea, dermatitis kontak alergi, lupus eritematosus diskoid.
  • Masalah kulit akibat infeksi, yang disebabkan oleh jamur, bakteri (impetigo, kusta, selulitis), viru (herpes, kutil), kudis.
  • Vitiligo, yakni gangguan kulit yang disebabkan oleh hilangnya pigmen dan menyebabkan warna kulit yang memudar. Biasa terjadi di area wajah, tangan, dan kaki.

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter Kulit dan Kelamin

Seperti dokter kebanyakan, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin akan mengawali tindakan berupa konsultasi. Dokter akan memeriksa kondisi dan riwayat penyakit Anda guna menegakkan diagnosis yang tepat.

Guna mengetahui lebih mendalam tentang tindakan medis dan kewenangan klinis yang bisa dilakukan dokter spesialis kulit dan kelamin, berikut penjabarannya berdasarkan standar kompetensi dalam menangani berbagai keluhan yang menyerang kulit:

  • Pemeriksaan dasar berupa menelusuri riwayat penyakit, wawancara medis, dan pemeriksaan fisik pada organ kulit dan kelamin yang mengalami keluhan. Dari pemeriksaan fisik ini, dokter akan menentukan diagnosis dan memberi pengobatan yang sesuai.
  • Apabila pemeriksaan fisik dasar dirasa kurang cukup untuk menegakkan diagnosis, dokter dapat memberikan beberapa tes tambahan seperti tes darah, swab kulit (pemeriksaan menyeka kulit untuk mendeteksi jamur, bakteri atau parasit), dan biopsi kulit.
  • Prosedur dermatologi intervensi kosmetik, sebagai perawatan kecantikan. Beberapa di antaranya seperti suntik kortikosteroid, ekstraksi komedo, pemberian botox, menghilangkan rambut atau bulu halus, penggunaan laser, hingga fototerapi.
  • Prosedur dermatologi intervensi bedah kulit, yang meliputi pemberian anestesi lokal, bedah listrik, bedah beku, perbaikan jaringan parut, perawatan luka, dan pembedahan pada kondisi darurat.

Kapan Harus Berobat ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Gangguan kulit bisa bermacam-macam jenisnya, tergantung dengan pemicu dan gejala yang ditimbulkan. Anda perlu waspada apabila gangguan kulit yang dialami berlangsung secara cepat dengan gejala yang parah atau gangguan kulit akut, karena perlu penanganan yang cepat dari dokter spesialis kulit. Selain itu, penyakit kulit kronik yang sudah berlangsung lama dan terus menerus muncul, juga perlu ditangani dengan tepat oleh dokter spesialis guna mengurangi intensitas atau bahkan menyembuhkannya. 

Bagi Anda yang mengalami gangguan kulit di sekitar area kelamin, sebaiknya juga periksakan diri ke dokter spesialis guna mendeteksi penyakit yang diderita. Jangan menunggu untuk semakin parah.

Apabila Anda mengalami gejala berikut pada kulit, disarankan untuk segera menemui dokter spesialis kulit dan kelamin:

  • Ruam pada kulit.
  • Luka pada anus dan genital.
  • Merasa nyeri ketika buang air kecil.
  • Terasa nyeri saat melakukan aktivitas seksual.
  • Organ kelamin mengeluarkan cairan yang tidak wajar.
  • Terjadi perubahan dari segi bentuk dan warna pada kuku.
  • Ketombe yang tak kunjung sembuh, disertai rambut rontok.
  • Benjolan, rasa nyeri, gatal, dan bau yang tidak sedap pada kelamin.
  • Kulit terasa gatal, nyeri, berubah warna, kering, mati rasa, menebal, menipis, bersisik, lecet, luka, bernanah, melepuh, atau ditemukan benjolan.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by