Daftar Dokter Lansia di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis Lansia

Bagi para orang lanjut usia yang mengalami gangguan kesehatan, diperlukan penanganan khusus dari seorang dokter spesialis geriatri. Mereka yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) adalah yang berumur di atas 60 tahun.

Keluhan yang sering muncul pada pasien usia lanjut umumnya seperti kesulitan menahan buang air kecil, berkurangnya penglihatan, menurunnya daya ingat, dan mudah lelah. 

Berdasarkan data dari Statistik Penduduk Lanjut Usia 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 25,66 juta orang lansia atau sekitar 9,60% dari total penduduk penduduk di Indonesia. 

Selama lima dekade terakhir, jumlah lansia di Indonesia meningkat hingga dua kali lipat. Apabila jumlah lansia menyentuh di atas 10% dari total penduduk, Indonesia akan menjadi negara dengan struktur penduduk tua. Jika penduduk lansia masih produktif, mandiri, dan berkualitas, maka akan memberi dampak positif bagi negara. 

Namun, bagaimana jika terjadi hal yang sebaliknya? Tentu, hal ini perlu menjadi perhatian dari segi kedokteran khususnya bidang geriatri guna menjaga lansia tetap sehat dan produktif di usia senja.

Mengapa para orang tua lanjut usia memerlukan penanganan khusus dari dokter geriatri? Hal ini disebabkan karena terjadi penurunan kesehatan fisik serta mental, berikut dengan turunnya produksi hormon dan melambatnya metabolisme dalam tubuh lansia yang menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit. Kehadiran dokter geriatri akan membantu para lansia untuk menangani permasalahan kesehatan yang sering terjadi di usia lanjut serta mengedukasi tentang bagaimana menghindari penyakit penuaan.

Istilah geriatri berasal dari kata dalam bahasa Yunani “geron”, yang diartikan sebagai orang tua, dan “iatreia” yang memiliki arti penanganan terhadap penyakit. Sehingga geriatri dalam dunia medis diartikan sebagai cabang ilmu yang fokus terhadap berbagai tindakan medis dalam menangani serta mencegah gangguan kesehatan yang dialami oleh lansia akibat penuaan.

Di Indonesia, pelayanan terhadap para lansia disebut juga sebagai pelayanan geriatri terpadu. Pelayanan ini didedikasikan bagi lansia dengan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin dan spesialisasi yang mencakup spesialis gizi klinik, spesialis urologi, spesialis penyakit dalam, spesialis ortopedi, spesialis saraf, klinik kaki diabetes, spesialis jiwa, dan psikolog. Pelayanan geriatri terpadu ini berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan fisik dan mental, serta edukasi yang tidak hanya ditujukan bagi para lansia namun juga kepada anggota keluarga lain tentang cara memelihara dan memperhatikan kesehatan pasien geriatri. Pada beberapa kondisi, lansia memerlukan bantuan penanganan dari perawat (caregiver) guna mendapat penanganan yang tepat disertai pengawasan dari dokter geriatri.

Dokter geriatri di Indonesia dapat dikenali lewat gelar Sp.PD-KGer, yang menguasai bidang geriatri dengan terlebih dahulu melewati pendidikan dokter umum dan spesialis penyakit dalam. 

Penyakit dan Kondisi yang Bisa Ditangani Dokter Geriatri

Apabila Anda termasuk dalam rentang umur lanjut usia atau memiliki anggota keluarga dan kerabat yang telah berusia senja, perlu memperhatikan beberapa gangguan kesehatan berikut. Jika satu atau beberapa di antaranya dialami, segera konsultasikan kepada dokter geriatri guna mendapat penanganan yang tepat. 

Penyakit dan gangguan kesehatan pada lansia yang bisa ditangani oleh dokter geriatri, yakni: 

  • Penyakit akibat penurunan fungsi tubuh, yakni penyakit yang biasanya muncul karena tubuh lansia tidak lagi bekerja secara optimal sehingga fungsinya mengalami penurunan. Seperti berkurangnya penglihatan, berkurangnya daya ingat, serta metabolisme yang lambat.
  • Penurunan kemampuan gerak (imobilisasi), yakni gangguan kesehatan yang mengakibatkan lansia tidak lagi bergerak cepat atau bahkan berkurangnya kemampuan menggunakan alat penggerak tubuh sehingga kesulitan dalam berdiri, berjalan, duduk, dan aktivitas lainnya.
  • Gangguan kognitif, yakni gangguan kesehatan lansia yang mengubah perilaku dan cara berpikir yang bisa disebabkan oleh gangguan hormon, gangguan metabolisme, efek samping obat, hingga dipicu oleh penyakit lain yang diderita lansia.
  • Efek samping konsumsi obat tertentu, menurunnya produksi hormon, metabolisme dan daya tahan tubuh lansia menyebabkan lebih mudah mengalami efek samping dari sebuah obat. Penanganan dokter geriatri dibutuhkan guna menekan efek samping atau mencari opsi obat lain yang tidak memberikan efek samping bagi lansia.
  • Penyakit jantung, merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada lansia yang umumnya menderita penyakit lain seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. 
  • Artritis, yakni terjadi peradangan pada sendi yang sering terjadi pada lansia. Penyakit ini bisa menyebabkan terganggunya aktivitas dan gerak tubuh.
  • Kanker, yang lebih besar risikonya ketika tubuh sudah semakin tua.
  • Demensia, yakni penyakit yang menyerang daya ingat, kemampuan berpikir, serta perilaku lansia yang disebabkan oleh gangguan mental maupun saraf.
  • Obesitas, sebutan lain untuk kegemukan, yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, kantung empedu, maupun diabetes tipe 2. Seiring dengan menurunnya metabolisme pada lansia, mengonsumsi makanan sehat, mengurangi gula, dan menghindari makanan dengan lemak jenuh dapat mengurangi potensi penyakit yang disebabkan obesitas.
  • Osteoporosis, yakni pengeroposan tulang yang diakibatkan berkurangnya massa tulang. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai hal dan gaya hidup di masa muda seperti kurangnya olahraga, merokok, kurangnya asupan kalsium, dan konsumsi alkohol.
  • Gangguan pernapasan, yang timbul dan disebabkan oleh beberapa jenis penyakit seperti asma hingga penyakit jantung.
  • Diabetes, merupakan penyakit yang sering dialami oleh para lansia dan menyebabkan terlalu banyaknya gula di dalam darah. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan (glaukoma).

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Geriatri

Untuk memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat dalam mengatasi gangguan kesehatan bagi lansia, dokter geriatrik umumnya akan melakukan pemeriksaan awal dan mengevaluasi kondisi pasien. Mulai dari penelusuran riwayat kesehatan hingga wawancara medis, baik terhadap pasien maupun anggota keluarga yang mendampingi pasien. 

Dalam memberikan tindakan medis, dokter geriatri juga bisa didampingi oleh tim medis. Pihak yang terlibat untuk membantu dokter geriatri seperti dokter spesialis rehabilitasi medis, fisioterapis, dokter spesialis gizi, terapis wicara, psikolog, psikiater, dan caregiver atau perawat. 

Untuk membantu lansia memiliki kesehatan dan kehidupan yang lebih baik, dokter geriatri dapat memberikan tindakan medis seperti:

  • Terapi fisik atau fisioterapi, yang ditujukan bagi lansia yang mengalami kesulitan menggerakan tubuh akibat berbagai penyakit seperti stroke, osteoporosis, parkinson, alzheimer, radang sendi. Fisioterapi dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kelenturan, kemampuan gerak, dan keseimbangan tubuh lansia.
  • Psikoterapi, yang ditujukan bagi lansia yang mengalami gangguan mental/kognitif. Terjadinya penurunan atau bahkan hilangnya fungsi tubuh tertentu dapat menyebabkan stress maupun depresi di kalangan lansia, sehingga membutuhkan psikoterapi yang melibatkan psikiater dan psikolog.
  • Pengelolaan pemberian obat, yakni pengawasan yang dilakukan dokter geriatri dalam memberikan obat kepada lansia. Kondisi tubuh yang tidak lagi prima menyebabkan lansia bisa memiliki berbagai gangguan yang membutuhkan obat beragam. Padahal, tubuh lansia tidak lagi mampu menghadapi efek samping dari banyak obat dan berisiko memberatkan kinerja ginjal. Dokter geriatrik yang bertugas untuk memberikan resep yang tepat dengan memperhatikan efek dari konsumsi obat tersebut.

Kapan Harus Berobat ke Dokter Geriatri?

Bagi Anda, keluarga, atau kerabat yang telah berusia di atas 60 tahun, konsultasi kepada dokter geriatri diperlukan untuk memeriksa kondisi fisik dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan dengan lebih dini meskipun belum menemui gejala yang signifikan.

Sedangkan bagi para lansia yang mengalami gejala dan memiliki kondisi berikut, disarankan untuk segera menemui dokter geriatri, seperti:

  • Mengalami nyeri sendi dan terbatas dalam bergerak yang menjadi gejala artritis.
  • Memiliki penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, atau diabetes.
  • Kesulitan bernapas akibat penyakit paru, asma, bronkitis.
  • Kesulitan dalam berpikir dan mengingat, yang menjadi gejala Alzheimer atau demensia.
  • Berat tubuh berlebih atau obesitas.
  • Tubuh lemah dan fungsi tubuh mengalami penurunan.
  • Mengonsumsi obat dalam jumlah banyak.
  • Terganggunya metabolisme dan memiliki masalah gizi.
  • Kesulitan dalam beraktivitas.
  • Mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?