Daftar Dokter Patologi di Dalam & Luar Negeri

Dokter Spesialis Patologi

Seorang dokter dibekali dengan kemampuan untuk mengetahui berbagai hal tentang suatu penyakit. Meski begitu, tidak semua penyakit ditangani oleh satu dokter. Sebagian dokter memilih menjadi dokter spesialis, guna memiliki kemampuan yang lebih spesifik. Salah satunya seperti dokter spesialis patologi.

Seorang dokter spesialis patologi atau juga yang disebut patolog, menguasai bidang patologi yakni cabang ilmu kedokteran yang fokus mempelajari segala seluk beluk tentang penyakit. Secara umum, ilmu patologi mempelajari bagaimana suatu penyakit dapat diderita pasien, dan mampu memicu kelainan atau pun mempengaruhi fungsi dan struktur pada tubuh. Dengan kata lain, seorang ahli patologi dapat menjelaskan pemicu, mekanisme perkembangan penyakit, hingga pengaruh suatu penyakit. Untuk menguasai bidang patologi, dibutuhkan juga kemampuan dari cabang ilmu kimia, hematologi, dan mikrobiologi.

Bidang patologi bisa dibilang merupakan ilmu kedokteran yang paling mendasar dan penting untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan ilmu patologi merupakan panduan seorang dokter dalam mengetahui penyebab terjadinya penyakit dan seperti apa sifat dari penyakit tersebut. Sehingga, seorang patolog akan membantu dalam memberikan diagnosis terhadap suatu penyakit dengan lebih komprehensif.

Meski kemampuan memberikan diagnosis bisa dilakukan oleh berbagai macam dokter, seorang patolog memiliki keahlian yang lebih mendalam. Dalam menganalisis suatu penyakit, dokter patologi dapat memeriksa perubahan cairan tubuh, jaringan, sampel organ, hingga darah, yang kemudian diinterpretasi dengan lebih detail. Berbagai pemeriksaan tersebut dilakukan dokter patologi di laboratorium, sebagai tugas utama dokter patologi untuk memberikan diagnosis yang lebih akurat.

Dalam menjalankan tugasnya, dokter patologi umumnya bekerja sama dengan berbagai petugas medis. Seperti bekerja sama dengan dokter spesialis lain, misal dokter spesialis bedah dan dokter spesialis penyakit dalam guna mengambil sampel jaringan atau organ. Bekerja sama dengan petugas laboratorium juga dilakukan dokter patologi dalam pengambilan darah dan urin. Dari situ, dokter patologi akan memeriksa ada atau tidaknya penyakit yang terdeteksi.

Melalui serangkaian pemeriksaan yang dilakukan, dokter patologi dapat mengetahui faktor penyebab munculnya penyakit, keberadaan penyakit di dalam tubuh, hingga sejauh mana tingkat keparahannya. Lewat pemeriksaan, dokter patologi juga dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien serta langkah pencegahan untuk meminimalisir dampak penyakit menjadi semakin parah. Hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter kemudian akan disusun dalam laporan patologi, yang akan digunakan dalam mendiagnosis dan menentukan perawatan yang tepat bagi pasien.

Untuk menjadi seorang patolog yang mumpuni, dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Seperti dokter spesialis lainnya, pendidikan dimulai dengan pendidikan sarjana kedokteran selama empat tahun. Setelah itu dibutuhkan pelatihan yang bisa memakan waktu empat tahun, diikuti dengan pendidikan spesialisasi patologi anatomi atau patologi klinik sekitar dua tahun.

Dalam dunia medis, dikenal dua jenis ilmu patologi yakni patologi klinik dan patologi anatomi. Begitu pun di Indonesia, terdapat gelar dokter spesialis patologi klinik (Sp.PK) dan gelar dokter spesialis patologi anatomi (Sp.PA). 

Ada pun organisasi yang menaungi patologi di Indonesia adalah Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI) dan khusus bagi dokter spesialis patologi klinik tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia (PDS Patklin).

Spesialisasi Patologi

Seperti yang sudah disebutkan, ada dua jenis spesialisasi di bidang patologi yakni patologi klinik dan patologi anatomi. Berikut penjelasannya.

  • Patologi klinik, merupakan spesialisasi patologi yang lebih fokus melakukan pemeriksaan terhadap cairan tubuh yang mencakup urin, darah, dahak, cairan sendi, nanah, sumsum tulang, cairan otak, cairan paru-paru, cairan rongga perut, dan berbagai cairan lain yang terdapat dalam organ tubuh. Dokter spesialis patologi klinik akan menganalisis sampel cairan tersebut guna mengetahui adanya kandungan zat kimia, kadar zat mineral, kadar kolesterol, kondisi gula darah, antibodi, hingga antigen.

Spesialisasi patologi klinik merupakan salah satu bagian dari layanan terintegrasi meliputi bidang hemostasis, mikrobiologi klinik, hematologi, onkologi, penyakit infeksi, metabolik-endokrin, alergi-imunologi, respirasi dan kardiovaskuler, hepatogastroenterologi, hingga urologi.

Seiring dengan berkembangnya teknologi yang digunakan laboratorium, dokter spesialis patologi klinik seringkali dianggap tidak begitu penting. Padahal, hasil laboratorium tidak bisa begitu saja digunakan untuk menentukan penyakit tanpa disertai dengan prosedur yang memenuhi standar seperti yang dikuasai oleh dokter spesialis patologi klinik. Hasil pemeriksaan laboratorium dapat diinterpretasi secara lebih akurat oleh dokter spesialis patologi klinik yang memahami fungsi dan mekanisme peralatan laboratorium, yang kemudian bisa digunakan oleh dokter spesialis lainnya dalam memberikan tindakan medis kepada pasien.

  • Patologi anatomi, merupakan spesialisasi patologi yang lebih fokus melakukan pemeriksaan sampel organ atau jaringan tubuh guna mendeteksi keberadaan penyakit atau kelainan di dalam tubuh. Dalam melakukan pemeriksaan sampel bagian tubuh tertentu, dokter spesialis patologi anatomi melakukan prosedur biopsi dengan bantuan mikroskop, yang seringkali disertai dengan prosedur pembedahan. Pemeriksaan biopsi yang dilakukan dokter spesialis patologi anatomi bisa dilakukan guna memeriksa tumor dan kanker, penyakit yang menyerang organ hati dan ginjal, infeksi, autoimun atau kelainan yang terjadi pada jaringan atau sel. 

Lewat pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi, dapat diketahui pula sifat tumor yang ada di tubuh pasien: jinak atau ganas, serta stadium yang diderita oleh pasien kanker.

Cabang Ilmu Bidang Patologi

Selain dibedakan berdasarkan jenis pemeriksaannya, ilmu patologi juga dibagi ke dalam beberapa cabang berdasarkan bidang yang dipelajari, yaitu:

  • Sitopatologi, adalah cabang ilmu patologi yang mendalami soal ukuran, bentuk, dan ciri-ciri sel tubuh baik yang normal atau yang mengalami kelainan. Salah satu contoh pemeriksaan patologi yang menerapkan ilmu sitopatologi adalah pap smear.
  • Patologi forensik, adalah cabang ilmu patologi yang berfungsi untuk mendukung penyelidikan hukum atau proses peradilan. Salah satu contoh pemeriksaan patologi yang menerapkan ilmu patologi forensik adalah visum atau otopsi.
  • Patologi anak, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan atau pun kelainan yang terjadi pada bayi, anak-anak, dan remaja.
  • Patologi saraf, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang terjadi pada otak dan sistem saraf.
  • Patologi genetik, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit bawaan atau kelainan genetik.
  • Hematologi, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang terjadi pada darah. Patologi hematologi sering dilakukan untuk mendeteksi berbagai penyakit darah seperti leukimia, anemia, atau pun hemofilia. Patologi ini juga berlaku sebelum dilakukannya donor-transfusi darah.
  • Mikrobiologi, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang terjadi karena infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur.
  • Imunopatologi, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.
  • Dermatopatologi, adalah cabang ilmu patologi yang fokus memeriksa berbagai gangguan kesehatan yang terjadi pada kulit. Pemeriksaan patologi ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit psoriasis, lichen planus, hingga kanker kulit.

Penyakit yang Ditangani Dokter Patologi

Tugas utama dari seorang dokter spesialis patologi adalah melakukan pemeriksaan dan mendeteksi penyakit atau kelainan yang ada di dalam tubuh. Lewat pemeriksaan patologi, dapat dilakukan diagnosis yang tepat sesuai dengan standar dan prosedur medis.

Umumnya, pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis patologi berguna untuk mendeteksi penyakit seperti:

  • Tumor, 
  • Kanker, 
  • Penyakit jantung, 
  • Gangguan organ reproduksi, 
  • Penyakit ginjal, 
  • Penyakit liver, 
  • Infeksi.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Patologi

Seorang dokter spesialis patologi dapat melakukan berbagai tindakan medis untuk mencari tahu berbagai informasi terkait penyakit yang diderita pasien. Lewat serangkaian pemeriksaan pada cairan tubuh (patologi klinik) atau sampel jaringan (patologi anatomi), dokter spesialis patologi dapat memberikan diagnosis yang tepat.

Pemeriksaan biopsi yang dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi, dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan teknik dan bidangnya. Jenis-jenisnya seperti biopsi jarum, biopsi punch, biopsi bedah, biopsi eksisional, biopsi endoskopi, dan biopsi sumsum tulang.

Kapan Harus Menemui Dokter Patologi?

Ketika seorang pasien memerlukan second opinion perihal diagnosis yang diterimanya, menemui seorang patolog bisa menjadi pilihan. Kemampuan seorang patolog yang mumpuni dalam melakukan analisis berbasis laboratorium, mampu memberikan diagnosis yang lebih akurat, lengkap dengan penjelasan soal pemicu dan status penyakit. 

Meski begitu, mayoritas pasien jarang bertemu langsung dengan dokter spesialis patologi karena ruang lingkup dokter yang berada di laboratorium dan bekerja sama dengan dokter spesialis lain.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by