Daftar Dokter Rehabilitasi Medis di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medis

Setelah mengalami gangguan kesehatan, kecelakaan, maupun berada dalam kondisi pemulihan, ada kemungkinan kondisi fisik seseorang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak hanya mengalami penurunan dari segi fungsi, fisik seseorang bisa mengalami cacat hingga perubahan bentuk. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kehadiran dokter spesialis rehabilitasi medis (physiatrists) dinilai sangat penting guna membantu memperbaiki fungsi tubuh yang mengalami penurunan maupun kecacatan.

Ada berbagai penyebab turunnya kinerja dan fungsi tubuh seseorang. Penyakit, kecelakaan, trauma, maupun cedera, bisa menyebabkan perubahan pada tubuh yang turut mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Banyak aktivitas yang terganggu karena terbatasnya kemampuan untuk bergerak dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Salah satu yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melakukan terapi secara teratur di bawah pengawasan dokter rehabilitasi medis. Seiring dengan perkembangan dunia medis dan teknologi, pasien dapat menjalani berbagai macam terapi yang sesuai dengan kebutuhan. Pemulihan lewat terapi tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik, namun juga emosional pasien yang terdampak dari disfungsi yang dialami.

Dalam dunia kedokteran, bidang rehabilitasi medis berada di bawah Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) atau juga dikenal dengan sebutan fisiatri (physiary). Kemunculan bidang fisiatri tidak bisa dipisahkan dari Dr. Frank H. Krusen, yang mencetuskan tentang kedokteran fisik yang menggabungkan modalitas fisik dan modalitas lain guna membantu diagnosis dan terapeutik. Modalitas yang dimaksud yakni berupa cahaya, panas, air, dingin, listrik, manipulasi, pijat, olahraga, dan peralatan mekanis.

Merujuk pada the American Board of Physical Medicine and Rehabilitation, KFR atau fisiatri merupakan cabang spesialisasi kedokteran yang berkaitan dengan gangguan fungsi dan disabilitas fisik maupun kognitif pasien. Dokter fisiatri atau physiatrists mampu memberikan diagnosis, evaluasi, hingga perencanaan perawatan untuk membantu pasien mencapai keberhasilan dalam mengembalikan kondisi fisik dan fungsi tubuhnya. Ada berbagai prosedur terapi yang bisa disarankan seorang dokter rehabilitasi medis untuk dijalani pasiennya. Bisa dikatakan bahwa KFR merupakan spesialisasi kedokteran yang memiliki lingkup kerja mencakup pencegahan, terapi, dan rehabilitasi.

Di Indonesia, profesi dokter rehabilitasi medis sudah ada lebih dari 40 tahun. Pada 1982, dibentuk perkumpulan profesi yang dinamai Ikatan Dokter Ahli Rehabilitasi Medik Indonesia (IDARI). Pada tahun 1990, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui keberadaan IDARI dan setelahnya organisasi ini berubah nama menjadi Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI).

Kondisi dan Penyakit yang Ditangani Dokter Rehabilitasi Medis

Dalam lingkup kerja dokter rehabilitasi medis, ada beberapa kondisi yang dapat ditangani guna mencapai kembalinya fungsi tubuh. Kasus yang umumnya ditemui, yakni:

  • Penyakit cerebral palsy.
  • Cedera sumsum tulang belakang.
  • Pasien yang mengalami autisme.
  • Pasien yang mengalami perubahan fase hidup seperti melahirkan atau menopause, maupun gangguan yang terjadi karena bertambahnya usia.
  • Pasien yang mengalami obesitas, umumnya mengalami kesulitan dalam bergerak karena beban yang berlebih.
  • Pasien yang memiliki keterbatasan fungsi tubuh akibat kecelakaan maupun cedera. Bagian tubuh seperti tangan, kaki, hingga tulang belakang yang terdampak, biasanya akan mengalami kelumpuhan atau cacat. Dengan terapi secara teratur, masih ada kemungkinan pasien memperbaiki fungsi tubuhnya.
  • Pasien yang mengalami kelemahan anggota gerak tubuh, kaku untuk bergerak, dan berbagai keterbatasan lainnya akibat terserang penyakit. Seperti penyakit stroke misalnya, yang mampu menyebabkan pasien mengalami gangguan berbicara, gangguan berjalan, duduk, dan berbagai keterbatasan lainnya yang menyebabkan pasien tidak bisa beraktivitas secara mandiri.
  • Pasien yang mengalami artritis, nyeri punggung, dan berbagai penyakit nyeri kronis lainnya yang menurunkan fungsi tubuh, rasa kaku, dan keterbatasan gerak.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Rehabilitasi Medis

Guna memunculkan harapan bagi pasien untuk dapat kembali beraktivitas, ada beberapa jenis terapi yang diterapkan oleh dokter rehabilitasi medis kepada pasien. Beberapa jenis terapi rehabilitasi medis yang bisa dilakukan, di antaranya adalah:

  • Terapi okupasi, yakni jenis terapi yang bertujuan untuk membantu pasien yang mengalami keterbatasan fisik, mental, dan kognitif supaya dapat menjalani aktivitas secara lebih mandiri. Terapi ini diawali dengan analisis dokter terkait hambatan yang dihadapi oleh pasien. Setelah itu, dokter akan memberikan pelatihan yang bertujuan mempermudah aktivitas pasien disertai dengan evaluasi. Terapi yang diberikan lebih menekankan kepada aktivitas yang dijalani sehari-hari seperti mengajarkan kembali cara mandi, cara berpakaian, cara makan, melatih keseimbangan tubuh, dan berbagai aktivitas lainnya. Terapi ini umumnya diterapkan kepada penderita penyakit stroke, cedera otak, artritis, hingga autisme.
  • Fisioterapi, yakni jenis terapi yang bertujuan untuk memperkuat sendi dan otot, serta meningkatkan fungsinya. Fisioterapi umumnya dijalani oleh pasien yang mengalami keterbatasan dalam bergerak seperti kesulitan berjalan, berdiri, bergerak, naik turun tangga. Terapi ini dianjurkan bagi pasien yang mengalami cedera hingga penurunan fungsi tubuh akibat penyakit stroke, maupun pasien yang telah menjalani amputasi. Pada kasus amputasi, fisioterapi dilakukan untuk menyesuaikan tubuh pasien dengan alat bantu. Diperlukan latihan yang tepat untuk memperkuat sendi dan otot pasien, guna menggunakan alat bantu dengan tepat.
  • Terapi bicara, merupakan terapi yang dilakukan pada pasien yang mengalami kesulitan dalam bertutur dan merangkai kata. Terapi ini dapat diberikan pada pasien yang mengalami gagap bicara, supaya dapat berbicara dengan lebih lancar. Selain itu terdapat beberapa dampak dari penyakit lainnya yang menyebabkan pasien kesulitan berbicara seperti apraksia, stroke, disartia, kelumpuhan pita suara, ADHD, demensia, dan autisme. Adapun terapi bicara yang diberikan oleh dokter juga dilakukan untuk memperkuat berbagai otot di wajah, mulut dan tenggorokan. Penguatan otot ini bertujuan untuk melatih otot-otot yang mendukung aktivitas berbicara, supaya pasien dapat berartikulasi dengan lebih lancar.
  • Rehabilitasi sosial, merupakan jenis terapi yang membantu pasien belajar beradaptasi dengan perubahan yang dialaminya akibat operasi, kecelakaan, cedera, maupun berbagai penyakit yang berdampak pada tubuh. Pasien yang mengalami perubahan fisik dan fungsi tubuh, dapat mengalami depresi maupun menurunnya kepercayaan diri sehingga enggan bersosialisasi. Rehabilitasi sosial dilakukan untuk melatih mental dan kognitif pasien supaya lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial di tengah masyarakat. 

Kapan Harus Menemui Dokter Rehabilitasi Medis?

Pasien yang menemui dokter rehabilitasi medis umumnya merupakan pasien yang telah selesai menjalani rawat inap, namun mengalami penurunan bahkan kehilangan kemampuan beraktivitas fisik akibat penyakit maupun gangguan kesehatan yang dialaminya. Biasanya, dokter umum atau spesialis lainnya memberikan rujukan supaya pasien menjalani terapi yang dikonsultasikan kepada dokter rehabilitasi medis. Beberapa kondisi yang dirujuk seperti pasien yang mengidap cerebral palsy, gangguan tulang belakang, hingga stroke.

Pada anak-anak, penyakit autisme dapat mengganggu tumbuh kembang sehingga anak kesulitan dalam beraktivitas. Bahkan, penyakit stroke juga dapat menyerang di usia dini dan mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh. Masalah pada anak tersebut, dapat dibantu ditangani oleh dokter rehabilitasi medis, dengan perencanaan intensitas terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain itu, terapi bersama dokter rehabilitasi medis sangat disarankan guna memperbaiki kesehatan mental dan mengembalikan kepercayaan diri pasien. Baik yang mengalami perubahan secara tiba-tiba akibat penyakit atau kecelakaan, maupun yang mengalami penyakit kronis. Jika pasien mengalami penurunan fisik dan mental secara terus menerus, ada baiknya segera dikonsultasikan kepada dokter rehabilitasi medis.

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?