Daftar Dokter THT di Dalam & Luar Negeri

Filter Pencarian
Clear all

Dokter Spesialis THT

Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) merupakan dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam menangani segala permasalahan seputar telinga, hidung, dan tenggorokan. Secara anatomis, ketiganya memiliki hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Telinga bagian tengah dan hidung bagian belakang terhubung lewat saluran eustasius, yang memungkinkan udara dari luar masuk ke dalam telinga tengah. Sedangkan rongga hidung dan tenggorokan terhubung lewat nasofaring.

Karena telinga, hidung, dan tenggorokan saling berhubungan, maka diperlukan keahlian seorang dokter yang memahami secara mendalam cara mendeteksi hingga mengobati penyakit yang berpotensi mengganggu fungsi dari salah satu atau ketiganya.

Untuk menjadi seorang dokter spesialis THT diperlukan penguasaan dan pendidikan spesialis otorinolaringologi, yakni cabang ilmu kedokteran yang mempelajari seputar telinga, hidung dan tenggorokan serta cara menanganinya secara medis. Meski begitu, dokter spesialis THT juga memahami tentang kepala, leher, mulut, sinus, dan kotak suara (laring). Otorinolaringologi merupakan salah satu ilmu kedokteran tertua di Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, dokter spesialis otorinolaringologi atau THT bernaung dalam Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT Indonesia (PERHATI) yang telah berdiri sejak 1966.

Sub-spesialis Dokter Otorinolaringologi

Untuk menjadi seorang dokter spesialis otorinolaringologi, dibutuhkan terlebih dahulu 4 tahun pendidikan dokter umum yang dilanjutkan dengan setidaknya 5 tahun pendidikan spesialis. Sebagian dokter spesialis otorinolaringologi juga mengambil 1-2 tahun pendidikan subspesialis, seperti:

  • Sub-spesialis alergi, yakni yang fokus menangani kasus THT terkait alergi seperti yang disebabkan oleh serbuk sari, binatang, hingga makanan.
  • Sub-spesialis operasi wajah dan rekonstruksi, yakni fokus menangani pembedahan wajah dan hidung, baik karena kecelakaan, cacat lahir, maupun operasi kecantikan.
  • Sub-spesialis kepala dan leher, yakni dokter yang fokus menangani berbagai permasalahan seperti tumor pada hidung, sinus, mulut dan tenggorokan, kotak suara, atau kerongkongan atas.
  • Sub-spesialis laringologi, yakni yang menangani penyakit ataupun cedera pada laring dan pita suara, serta kesulitan menelan.
  • Sub-spesialis otologi dan neurotologi, yang fokus menangani gangguan pendengaran, infeksi telinga, pusing, atau dengung pada telinga.
  • Sub-spesialis THT anak, yang fokus dalam menangani masalah THT pada anak. Dokter yang mendalami Sub-spesialis ini memiliki keahlian khusus dalam menggali informasi dari anak guna mengetahui masalah yang dimiliki. Kasus yang sering ditemui seperti infeksi telinga, radang amandel, asma, alergi, ataupun cacat pada kepala dan leher.
  • Sub-spesialis rinologi, yang fokus menangani masalah pada hidung dan sinus seperti penyakit sinusitis, hidung berdarah, hidung tersumbat, hingga hilangnya fungsi penciuman pada hidung.
  • Sub-spesialis masalah tidur, yang menangani masalah gangguan tidur disertai gangguan pernapasan, seperti mendengkur hingga sleep apnea.

Penyakit yang Ditangani Dokter Otorinolaringologi

Untuk mengetahui lebih jelas tentang penyakit dan masalah yang biasa ditangani oleh dokter spesialis THT, berikut penjabaran lebih mendalam yang kami kelompokkan menjadi 3: gangguan telinga, gangguan hidung, dan gangguan tenggorokan.

Gangguan telinga

  • Gangguan keseimbangan, yang biasanya ditandai dengan rasa pusing dan berputar-putar. Gangguan keseimbangan ini bisa disebabkan oleh labyrinthitis, yakni infeksi atau peradangan pada telinga bagian dalam.

    Ada pula gangguan keseimbangan yang disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) atau penyakit Meniere yang disertai gangguan pendengaran, telinga berdengung, dan telinga terasa penuh.

    Supaya dokter otorinolaringologi dapat menentukan penyebab gangguan keseimbangan, maka pasien akan melakukan pemeriksaan pemeriksaan fisik, tes pendengaran, dan pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan.
  • Infeksi telinga, yang timbul karena adanya kuman yang masuk ke telinga. Tidak hanya terjadi pada telinga luar, namun juga bisa terjadi pada telinga tengah maupun telinga luar. Gejala yang muncul ketika terjadi infeksi telinga adalah adanya rasa nyeri, pendengaran terganggu, demam, ataupun keluar cairan dari telinga.
  • Gangguan pendengaran atau tuli, bisa terjadi karena kelainan konduktif (kelainan pada telinga bagian luar atau tengah), sensorineural (melibatkan telinga bagian dalam), atau kombinasi keduanya.

    Gangguan pendengaran juga bisa terjadi karena telah memasuki usia lanjut, terkena paparan suara keras yang terlalu lama, adanya tumor, atau penumpukan kotoran telinga. Apabila gangguan pendengaran terlalu parah, maka dokter dapat menyarankan operasi implan koklea.

Gangguan hidung

  • Sinusitis, merupakan peradangan atau pembengkakan yang terjadi di jaringan rongga sinus. Umumnya disebabkan oleh flu, rinitis alergi, polip hidung, dan kelainan bentuk sekat hidung (deviasi septum). 
  • Alergi, yang biasanya ditandai dengan gejala bersin-bersin, hidung tersumbat, gatal dan berair. Kondisi ini bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons secara berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap asing, seperti debu, tungau, jamur, bulu binatang, makanan tertentu, sengatan serangga, atau obat-obatan.
  • Gangguan penciuman, yakni berkurang atau terlalu sensitifnya fungsi penciuman yang bisa disebabkan oleh cedera kepala, polip hidung, kerusakan saraf penciuman, flu, ataupun efek samping pengobatan.  

Gangguan tenggorokan

  • Laringitis, yakni pembengkakan pada dinding laring yang menyebabkan suara serak hingga rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian depan leher. Dokter otorinolaringologi umumnya akan menyarankan terapi suara dan pembatasan berbicara, serta mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Kanker nasofaring, yakni kanker yang muncul di jaringan dinding belakang hidung atau tenggorokan. Kanker ini menunjukkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, benjolan di leher atau tenggorokan, sulit menelan, sulit berbicara, sulit bernapas, dan mimisan.
  • Difteri, yang ditandai dengan sakit tenggorokan, leher bengkak, demam, dan lemas. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Radang amandel (tonsilitis), yakni pembengkakan amandel (benjolan di kedua bagian sisi belakang tenggorokan) yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Radang amandel ditandai dengan nyeri di tenggorokan, amandel bengkak dan memerah, kesulitan dan sakit saat menelan, terdapat lapisan warna putih atau kekuningan pada amandel, leher bengkak, demam, dan bau mulut. Apabila radang amandel berlangsung berkepanjangan dan semakin parah, operasi dapat dilakukan karena bisa menyebabkan kesulitan menelan dan kesulitan bernapas.

Selain gangguan dan penyakit seperti di atas, dokter spesialis otorinolaringologi juga bisa menangani berbagai penyakit lain, di antaranya yakni sleep apnea, mendengkur saat tidur, gangguan langit-langit mulut, juga bibir sumbing.

Tindakan Medis Yang Bisa Dilakukan Dokter Otorinolaringologi

Sebagai seorang spesialis THT, dokter otorinolaringologi dapat memeriksa pasien, melakukan diagnosis, hingga memberikan pengobatan terkait masalah yang terjadi pada telinga, hidung, dan tenggorokan. 

Mengingat kompleksnya organ dan bagian tubuh yang ditangani, berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan seorang dokter otorinolaringologi sebagai langkah pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan:

  • Audiometri
    Pemeriksaan ini guna menilai kemampuan pendengaran pasien dan membantu mendeteksi tuli.
  • Oesophagoscopy
    Pemeriksaan ini melibatkan tindakan memasukkan selang fleksibel dengan ujung berkamera ke dalam mulut, lalu diarahkan ke kerongkongan untuk melihat kondisi di dalamnya beserta gangguan pada tenggorokan.
  • Operasi sinus dengan endoskopi
    Guna mendiagnosis dan mengobati sinus, dokter akan memasukkan selang teropong kecil ke dalam saluran hidung.
  • Tonsilektomi
    Pada pasien anak-anak, tonsilektomi umum dilakukan untuk memotong dan mengeluarkan amandel dari dalam tenggorokan.
  • Septoplasti
    Tindakan operasi untuk memperbaiki posisi septum hidung ataupun membuka sumbatan saluran pernapasan.
  • Trakeostomi
    Prosedur ini dilakukan dengan membuat jalan napas bantuan pada trakea guna memperlancar saluran pernapasan yang tersumbat.
  • Tympanomastoidektomi
    Untuk merekonstruksi dan menghilangkan kolesteatoma yang ada di telinga bagian tengah, operasi tympanomastoidektomi butuh dilakukan. Di operasi ini, dokter akan membuang jaringan yang abnormal atau rusak karena infeksi pada area tulang mastoid di belakang telinga. Juga, memperbaiki gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran.
  • Operasi tumor di leher
    Dokter spesialis otorinolaringologi juga bertugas melakukan operasi guna menghilangkan benjolan atau tumor yang ada di area leher dan kepala.

Kapan Harus Berobat ke Dokter Otorinolaringologi?

Di saat menemui gangguan pada telinga, hidung, ataupun tenggorokan dalam taraf normal, Anda bisa terlebih dahulu bertemu dengan dokter umum. Jika Anda merasa bahwa perlu penanganan khusus dan membutuhkan second opinion untuk diagnosis penyakit, maka Anda bisa langsung menemui dokter spesialis otorinolaringologi atau meminta rujukan dari dokter umum.

Meski begitu, apabila gangguan terjadi dan menyebabkan kondisi gawat darurat maka Anda disarankan untuk segera menemui dokter spesialis. Beberapa kondisi di antaranya:

  • Terjadi penyumbatan parah pada hidung, hingga kesulitan bernapas.
  • Berkurangnya kepekaan penciuman atau mencium bau yang tidak wajar.
  • Telinga berdengung terus menerus dan terasa nyeri.
  • Berkurangnya kepekaan telinga untuk mendengar.
  • Kesulitan menelan dan terasa nyeri di tenggorokan.
  • Nyeri di daerah telinga, hidung, atau tenggorokan yang mengganggu aktivitas. 

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?