sunat anak

Sunat Anak: Pilihan Metode, Prosedur dan Cara Agar Anak Tidak Takut Sunat

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Si kecil minta disunat, tapi Anda dalam hati bertanya, 

umur berapa sih anak boleh disunat?

apa aja pilihan metode sunatnya?

Beda lagi dengan pikiran orang tua yang mau sunat anaknya,

“gimana cara biar anak tidak takut disunat?”

Semua pertanyaan itu akan terjawab di artikel ini, termasuk risiko dan cara penanganan jika terjadi apa-apa setelah anak disunat.

Sunat atau sirkumsisi bukan cuma dilakukan anak kecil, tapi juga lelaki dewasa. Bahkan ada orang tua menyunat anaknya yang baru lahir; tapi apakah boleh secara medis?

Selain alasan agama, prosedur sunat juga dilakukan demi kesehatan. Dengan sunat, Anda dapat mencegah masalah pada penis, risiko kanker penis, juga risiko terkena penyakit seksual menular.

Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin, bagi Anda yang ingin melakukan sunat khusus orang dewasa.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Umur Berapa Anak Boleh Disunat?

Secara agama dan budaya, orang tua biasanya membawa anak mereka untuk disunat ketika anak menginjak usia pubertas. Dari sisi medis, tidak ada ketentuan umur untuk menjalani prosedur sunat. Andai tidak ada komplikasi dan masalah pada penis, Anda dapat melakukan prosedur sunat kapan saja.

Banyak juga orang tua menyunat bayi yang baru lahir. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Selain penggunaan obat bius bisa lebih sedikit, sang bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga bekas jahitan sembuh lebih cepat.

Umumnya, orang tua membawa anak sunat ketika menginjak usia 2 hingga 3 tahun, atau ketika anak sudah mulai bisa berbicara. Tujuannya, ketika prosedur sunat sedang berlangsung, anak dapat memberitahu kepada orang tua jika alat bius sudah bekerja, atau jika ada ketidaknyamanan yang dirasakan ketika sedang menjalani operasi.

Macam-macam Metode Sunat

Zaman dulu, di Indonesia hanya mengetahui satu metode sunat. Anak disunat tanpa bius. Kemudian kulit berlebih penisnya dipotong pakai pisau tajam yang telah disterilkan alkohol.

Sekarang, sudah bermunculan berbagai metode sunat yang dapat dilakukan tanpa perlu merasakan rasa sakit yang berlebihan. Berikut adalah beberapa metodenya:

Tradisional

Teknik ini biasanya dilakukan oleh juru khitan dengan menggunakan pisau, silet, atau bambu yang telah ditajamkan. Alat-alat yang digunakan tentunya telah terlebih dahulu disterilkan menggunakan alkohol. Peserta sunat pun tidak dibius. Kulit penis yang akan dipotong terlebih dahulu direnggangkan dengan alat penjepit, lalu setelah itu dipotong dengan sekali iris. Bekas luka tidak dijahit, namun akan ditaburi obat anti infeksi dan dibalut.

Kelebihannya, proses ini terhitung cepat. Namun, risiko pendarahan dan infeksi akan lebih tinggi. Apalagi, jika proses sunat tidak dilakukan dengan benar dan dengan alat yang tidak steril. Proses ini juga berisiko memotong saraf di sekitar penis.

Konvensional

Metode sunat ini merupakan yang paling banyak dipraktekkan oleh tenaga medis maupun juru khitan. Dalam metode ini, peserta sunat akan dibius lokal terlebih dahulu. Setelah obat bius bekerja, kulit penis akan diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Penis lalu dijahit agar hasilnya lebih baik.

Kelebihan proses ini adalah pada rasa sakitnya yang minimal karena telah menggunakan bius lokal. Risiko infeksi juga terbilang rendah karena telah menggunakan peralatan sesuai standar medis. Namun, pengerjaannya memang lebih lama, sekitar 30 hingga 50 menit.

Electric Cauter

Mungkin Anda lebih familiar dengan sebutan sunat laser. Padahal, metode ini sama sekali tidak menggunakan laser dalam prosesnya. Metode ini menggunakan alat cauter yang berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya. Kedua lempeng kawat ini saling berhubungan. Alat ini lalu akan dialiri listrik agar logam tersebut panas. Nantinya, logam tersebut yang akan digunakan untuk memotong kulit penis.

Alat ini dapat menghindari pendarahan pada kulit karena dapat langsung membekukan darah ketika dipotong. Namun, alat ini harus digunakan oleh dokter yang sudah memiliki pengalaman karena alat ini aman selama tidak mengenai kepala penis. Penis yang sudah disunat lalu dijahit.

Metode ini memakan waktu lebih singkat daripada metode konvensional dan sama-sama memiliki risiko infeksi maupun pendarahan yang rendah. Metode ini terbilang cocok untuk anak di bawah umur 3 tahun yang pembuluh darahnya sangat kecil. Namun, prosedur ini dapat menyebabkan luka bakar dan harus dilakukan oleh dokter yang sudah ahli. Jika tidak dilakukan dengan benar, dikhawatirkan kulit penis dapat menutup kembali.

Klem

Metode ini mirip dengan metode electric cauter, namun metode ini tidak melakukan penjahitan setelah selesai sunat. Pada metode ini, penis yang telah disunat akan dipasang klem, sebuah tabung plastik dengan ukuran bervariasi. Klem ini akan dipasang sampai luka kering, yaitu sekitar 3 hingga 6 hari. Metode sunat ini juga sedang banyak digemari karena peserta sunat tidak akan merasakan sakit sama sekali.

Kelebihan metode ini adalah luka khitan boleh terpapar air. Sedangkan, pada tiga metode di atas, sebaiknya bekas luka atau jahitan jangan terkena air sampai luka kering untuk menghindari infeksi. Namun, biaya yang dibutuhkan memang lebih banyak dan klem dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman pada peserta sunat.

Laser CO2

Metode ini lah yang menggunakan laser dalam prosedurnya. Prosedur ini masih terbilang jarang dilakukan, namun sudah tersedia di kota besar seperti Jakarta. Penis akan dibius lokal, kulit dijepit dan ditarik, lalu kulit akan dipotong dengan laser tanpa terjadinya pendarahan. Setelah proses sunat selesai, penis akan dijahit.

Metode sunat ini memakan waktu paling sedikit di antara metode lainnya, yaitu sekitar 10 hingga 15 menit saja. Proses penyembuhannya juga sangat cepat dengan rasa sakit yang sangat minimal. Namun, harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan metode lainnya. Metode ini juga hanya tersedia di rumah sakit besar. 

Ingin mengetahui estimasi biaya sunat atau rekomendasi rumah sakit? Hubungi Smarter Health yang melayani konsultasi tanpa dipungut biaya apapun.

Bagaimana Cara Supaya Anak Tidak Takut Sunat?

Jika ingin anak tidak takut sunat, pastikan Anda selalu memberikan semangat dan dukungan positif untuknya sebelum sunat. Hindari menakut-nakuti anak dan memberikan gambaran bahwa sunat merupakan prosedur yang menyakitkan.

Klinik atau tempat yang khusus melayani sunat biasanya dilengkapi dengan tempat bermain. Sebelum sunat, Anda bisa mengajak anak bermain terlebih dahulu agar lebih rileks. 

Biasanya, mereka memiliki ruang khusus anak yang dindingnya disertai dengan gambar-gambar lucu. Bahkan, ada tempat sunat yang menyediakan fasilitas game console buat si anak.

Ketika proses sunat sedang berlangsung, Anda juga dapat memberikan anak media bermain agar perhatiannya teralihkan, seperti dengan memberinya buku cerita atau smartphone dengan gim.

Risiko Sunat pada Anak

Sejauh ini, risiko sunat pada anak terbilang rendah, yaitu hanya sekitar 1% hingga 2% dari jumlah bayi yang disunat. Namun, yang harus diperhatikan adalah apakah ada infeksi atau pendarahan setelah menjalani prosedur sunat.

Selain infeksi dan pendarahan, beberapa hal lain yang mungkin terjadi setelah sunat adalah:

  • Cedera pada penis.
  • Peradangan pada bukaan penis.
  • Gangguan pada saluran kemih, salah satunya penyempitan pada saluran kencing di penis.
  • Nyeri saat ereksi ketika sudah dewasa karena terlalu banyak kulit yang dipotong.
  • Kulup yang gagal sembuh dengan sempurna.
  • Kulup menempel di ujung penis sehingga harus dilakukan bedah perbaikan.

Ada beberapa hal yang wajar terjadi setelah anak disunat, seperti:

  • Pendarahan ringan di sela-sela jahitan setelah operasi dijalankan.
  • Pendarahan ringan saat anak ereksi di pagi hari, sekitar dua hari pertama setelah sunat.
  • Rasa ngilu pada kepala penis. Rasa ini akan perlahan hilang dalam waktu 2 hingga 4 minggu.

Jika terjadi pendarahan ringan, hanya perlu dikeringkan dan dioleskan salep antibiotika topikal agar tidak infeksi dan proses penyembuhan terjadi lebih cepat. 

Jika terjadi pendarahan yang tidak wajar, seperti pendarahan yang terus mengalir padahal luka sudah ditekan dengan kain kasa, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter terkait.

Jangan lupa bersihkan kepala penis dengan tisu atau kasa di tiga hari pertama setelah menjalani operasi setiap selesai buang air kecil. Hal ini dilakukan agar penis tidak infeksi.

Punya pertanyaan seputar sunat anak? Tulis di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?