darah tinggi

Tekanan Darah Tinggi

Kenneth Ng - Dokter Jantung Singapura - Cardiology - Cardiology
Penulis:
Dokter spesialis jantung di Singapura

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi umum dimana resiko berbagai macam penyakit seperti stroke, serangan jantung, dan kerusakan ginjal cukup tinggi. Tekanan darah meningkat seiring bertambahnya usia dan bahkan pada seseorang yang tekanan darahnya normal, pada usia 55 diperkirakan memiliki 90% peluang mengembangkan hipertensi selama hidupnya.

Kesalahpahaman umum adalah bahwa tekanan darah tinggi menghasilkan gejala seperti sakit kepala dan pusing. Mayoritas orang yang memiliki tekanan darah tinggi nyatanya tidak menunjukkan gejala apapun dan diketahui secara tidak sengaja saat dokter mengukur tekanan darah mereka. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Seberapa Tinggi yang Dimaksud Tinggi Itu?

Ada dua komponen dalam membaca tekanan darah. Ujung tertinggi dicapai ketika jantung mencapai kekuatan memompa maksimum yang disebut dengan sistolik dan ujung terendah dicapai ketika jantung sedang rikels, yang disebut dengan diastolik. Keduanya sama pentingnya namun dengan usia yang semakin bertambah, angka sistolik akan semakin meningkat dan angka diastolik semakin menurun.

Angka sistolik dibawah 140 dan diastolik di bawah 90 dianggap sebagai ambang batas hipertensi dan ini berlaku untuk semua kelompok usia. Bagi orang-orang resiko tinggi seperti penderita diabetes, ambang batas yang lebih rendah yaitu sistolik 130 dan diastolik 80 sangat disarankan. Ini karena masalah parah yang ditimbulkan oleh kombinasi diabetes dan tekanan darah tinggi pada berbagai organ dalam tubuh. Bahkan ambang batas tekanan darah yang lebih rendah juga disarankan untuk kelompok tertentu.

Studi juga telah menunjukkan bahwa resiko penyakit seperti stroke, sakit ginjal, dan penyakit jantung terus meningkat seiring dengan naiknya tekanan darah. Faktanya, setiap kenaikan sistolik sebanyak 20 poin sama dengan 2 lipat resiko peningkatan penyakit-penyakit tersebut. Dibandingkan dengan orang yang memiliki tekanan sistolik 115, seseorang dengan angka sistolik 135 memiliki resiko 2 kali lipat, seseorang dengan angka sistolik 155 memiliki resiko 2 kali lipat, dan pemilik angka sistolik 175 beresiko 8 kali lipat.

Tekanan darah diukur dengan unit merkuri. Kependekan dari simbolnya adalah mmHg.

Hidup Sangat Sederhana

Ada banyak masalah yang dibahas dalam petunjuk singkat tentang tekanan darah tinggi ini.

Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap tekanan darah. Beberapa orang mungkin lebih kebal terhadap kerusakan organ dibanding dengan yang lain, artinya memerlukan tekanan darah yang lebih rendah. Oleh karena itu, penting bagi orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi untuk memeriksa organ tertentu untuk mencari tahu dampak buruk dari naiknya tekanan darah. Ini meliputi evaluasi pada ginjal, jantung, pembuluh darah, dan mata.

Tekanan darah juga bervariasi tergantung dari aktivitas yang dilakukan, stres, dan waktu. Beberapa orang menderita hipertensi jas putih. Tekanan darah mereka normal saat di rumah, namun meningkat ketika mereka berada di ruangan dokter. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang tekanan darahnya tinggi di rumah namun berada di ambang batas atau bahkan normal saat bertemu dengan dokter.

Oleh karena itu, tekanan darah harus diukur baik saat di rumah maupun saat periksa ke dokter. Hal ini tidak mustahil dilakukan karena alat pengukur tekanan darah sudah bisa dimiliki di rumah. Kami mendorong pasien kami yang menderita darah tinggi untuk membeli alat tersebut dan memeriksa tekanan darah di rumah secara rutin.

Pemantauan Tekanan Darah di Rumah / Pemantauan 24 Jam

Penting untuk memastikan bahwa tekanan darah masih terkendali setiap saat.

Di antara penderita tekanan darah tinggi, terdapat variasi tekanan darah di siang dan malam hari. Mereka yang tekanan darahnya menurun hingga 10% saat tidur, disebut dengan “dipper”, dianggap memiliki respons yang normal. “Non-dippers” adalah mereka yang tekanan darahnya menurun kurang dari 10% saat tidur, memiliki resiko stroke dan penyakit jantung yang lebih tinggi. Beberapa individu juga menampilkan perubahan signifikan dari tidur ke bangun. Mereka yang tekanan darahnya naik lebih dari 55 poin saat terbangun berada dalam resiko stroke yang lebih tinggi.

Idealnya, pengukuran tekanan darah selama 24 jam harus dipertimbangkan oleh mayoritas penderita tekanan darah tinggi. Mesin yang bisa memantau tekanan darah selama 24 jam penuh kini telah tersedia.

Sebagai alternatif, alat pengukur tekanan darah di rumah dapat digunakan dan tekanan darah ketika bangun tidur sebelum meminum obat di pagi hari juga harus diukur. Hasilnya dapat dibandingkan dengan tekanan darah yang diambil di waktu lain pada hari yang sama.

Orang yang Beresiko Mengalami Peningkatan Tekanan Darah

Orang-orang yang berada di ambang batas tekanan darah, yaitu pada angka sistolik 120 sampai 139 atau diastolik 80 sampai 89 memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi seiring pertambahan usia. Mereka sering disebut menderita “pra-hipertensi”.

Wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan juga memiliki resiko hipertensi yang lebih tinggi di kemudian hari. Demikian pula dengan orang-orang yang memiliki riwayat hipertensi yang kuat dalam keluarga juga sangat beresiko terhadap penyakit tersebut.

Kami menyarankan kepada mereka yang memiliki predisposisi hipertensi untuk memulai perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah mereka. Ini dapat mencegah hipertensi atau paling tidak menunda hipertensi turunan.

Manajemen Tekanan Darah Tinggi

Pengobatan modern sangat efektif untuk mengontrol tekanan darah. Mayoritas obat tekanan darah saat ini memberikan kontrol 24 jam yang baik terhadap tekanan darah. Namun, mayoritas individu dengan hipertensi memerlukan dua atau lebih pil untuk mengontrol tekanan darah mereka dengan seksama. Kombinasi penggunaan pengobatan dosis rendah menghasilkan kontrol yang baik tanpa efek samping yang membahayakan. 

Gaya hidup juga penting dalam mengontrol tekanan darah. Ini meliputi latihan fisik rutin, diet rendah garam dan makan banyak serat dan buah. Orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan juga harus menurunkan berat badan mereka dan perokok juga harus berhenti merokok. Perubahan gaya hidup saja terkadang bisa menurunkan tekanan darah hingga 10 poin atau lebih.

Evaluasi Faktor Resiko yang Lain

Orang-orang dengan hipertensi harus dievaluasi tentang kemungkinan adanya faktor resiko yang lain. Ini meliputi obesitas, kolesterol tinggi, dan diabetes. Kombinasi hipertensi dengan faktor resiko yang lain meningkatkan potensi stroke dan penyakit jantung. Semua faktor resiko juga harus dikontrol dengan baik pada orang-orang dengan hipertensi.

Penulis: dr. Kenneth Ng, dokter spesialis jantung di Singapura. Diterjemahkan dari artikel High Blood Preassure.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?