Virus Covid-19

Tentang Virus Covid-19 dan Tips Pencegahannya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Apa Itu Virus Covid-19?

Covid-19 merupakan singkatan dari coronavirus disease 2019. Coronavirus merupakan suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis dari virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia dengan gejala yang bervariasi, mulai dari gejala ringan batuk pilek maupun gejala yang lebih kritis seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus sendiri adalah jenis virus baru yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Awal Mula Munculnya Virus Covid-19

Sebelumnya, virus ini tidak dikenal sampai akhirnya wabah mulai merebak. Lokasi pertama wabah ini merebak adalah di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Covid-19 kini ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi yang terjadi di seluruh dunia.

Pada akhir Desember 2019, seorang pria berusia 55 tahun yang juga merupakan pedagang di pasar hewan liar Kota Wuhan, Tiongkok menderita demam tinggi yang berkepanjangan. Tidak ada yang mengetahui penyakit yang diderita pria tersebut, namun demam yang dialami berlangsung selama lebih dari dua minggu. Demam ini juga disertai dengan gangguan pernapasan.

Akhirnya, diketahui bahwa pria ini terinfeksi virus corona. Ia pun disebut sebagai orang pertama yang menderita Covid-19. Tidak ada yang tahu pasti, namun pria tersebut diduga tertular dari hewan liar yang diperjualbelikan di pasar tersebut.

Setelah melalui penelitian lebih lanjut, akhirnya disimpulkan bahwa virus ini masih termasuk pada kelompok yang sama dengan virus corona yang sempat mewabah beberapa tahun lalu, yaitu SARS pada tahun 2003 dan MERS pada tahun 2012. WHO lalu secara resmi menamakan virus ini sebagai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV-2).

Sebuah jurnal mengenai penelitian awal mula Covid-19 dipublikasikan pada situs bioRxiv (dibaca bio-archive). Situs ini merupakan situs arsip daring dan penyedia jasa distribusi untuk dokumen/jurnal mengenai biologi. Karena selain pria tersebut ada pasien lain yang mengalami gejala serupa, pasien-pasien ini akhirnya dijadikan sampel penelitian. Dari Wuhan, virus ini menyebar ke kota-kota lain di Tiongkok, termasuk ke negara lain.

Masuknya Virus Covid-19 ke Indonesia

Sebagai salah satu negara dengan intensitas penerbangan terbanyak ke Tiongkok, Covid-19 diduga telah masuk sebelum pengumuman resmi pemerintah. Berdasarkan data analisis pola penerbangan, penularan corona di Indonesia kemungkinan besar berasal dari kasus impor. Pemerintah secara resmi menutup penerbangan dari dan ke Tiongkok pada 5 Februari 2020.

Pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020, sekitar 61 hari dari kasus pertama yang muncul di Tiongkok. Perlu diingat bahwa ada masa inkubasi sekitar 14 hari. Pasien pertama yang tertular di Indonesia saat itu sedang berada di sebuah klub di Jakarta pada 14 Februari 2020. Pasien ini tertular dari seorang warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia.

Cara Penyebaran Virus Covid-19

Cara utama penyebaran Covid-19 adalah melalui percikan air (droplets) dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi Covid-19. Ketika Anda berbicara, batuk, atau bersin, akan selalu ada percikan cairan yang keluar.

Percikan ini relatif berat, tidak dapat menempuh jarak jauh, dan jatuh ke tanah dengan cepat. Tidak hanya itu, jika Anda tidak sengaja menghirup percikan orang yang terinfeksi, Anda juga dapat tertular. Percikan ini juga dapat menempel pada permukaan lain seperti meja, gagang pintu, tombol lift, dan sebagainya.

Jika ada percikan dari orang terinfeksi yang jatuh pada tubuh atau permukaan, lalu Anda tidak sengaja menyentuh permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda, Anda dapat tertular Covid-19.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain sejauh minimal 1 meter. Tidak hanya itu, Anda juga harus teratur mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir selama minimal 20 detik. Jika Anda tidak dapat mencuci tangan dengan sabun dan air, Anda dapat membersihkan tangan Anda dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

Jangan lupa untuk segera mencuci baju, tas, atau hal-hal lain yang Anda bawa saat bepergian. Bersihkan juga telepon genggam Anda menggunakan cairan antiseptik atau kotak sterilizer disinfektan.

Gejala Virus Covid-19

Berdasarkan pernyataan WHO, gejala yang paling umum dialami penderita Covid-19 adalah:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Merasa lelah

Selain itu, gejala lain yang jarang dirasakan adalah:

  • Rasa nyeri dan sakit pada tubuh
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Konjungtivitis (mata memerah akibat peradangan pada lapisan yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam)
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Kehilangan indera rasa atau penciuman
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Adanya perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki

Gejala-gejala ini biasanya muncul secara bertahap dan sifatnya ringan. Sekitar 80% orang yang terinfeksi Covid-19 dapat pulih tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, sekitar 1 dari 5 orang mengalami kesakitan parah dan kesulitan bernapas.

Kapan Sebaiknya Anda Mencari Pertolongan Medis?

Jika Anda mengalami gejala-gejala ringan seperti batuk dan demam ringan, Anda tidak perlu mencari pertolongan medis. Namun, Anda harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dan terus memantau gejala Anda.

Jika Anda tinggal di daerah dengan malaria atau demam berdarah, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala di atas. Pastikan untuk menggunakan masker ketika pergi ke fasilitas kesehatan. Jika Anda memiliki anak, bantulah mereka agar paham dengan situasi dan kondisi saat ini.

Orang yang Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19

Ada beberapa orang yang paling rentan terinfeksi Covid-19, yaitu:

  • Orang-orang lanjut usia
  • Orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, gangguan paru-paru, diabetes, atau kanker

Biarpun begitu, siapa saja dapat terinfeksi Covid-19 dan mengalami gejala yang serius. Jika Anda merasa memiliki gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah menghubungi penyedia layanan kesehatan. Hal ini dilakukan agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Walaupun anak-anak dan remaja memiliki kemungkinan yang lebih kecil dalam terinfeksi Covid-19, sebaiknya anak-anak dan remaja tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada. Ada baiknya juga untuk menjaga kontak dan jarak dengan orang tua dan orang lain yang memiliki penyakit serius.

Perbedaan Isolasi Mandiri, Karantina Mandiri, dan Menjaga Jarak Fisik

Isolasi mandiri berarti memisahkan orang yang terinfeksi Covid-19 maupun yang memiliki kemungkinan menular untuk mencegah penularan.

Karantina mandiri berarti membatasi kegiatan atau memisahkan orang yang tidak terinfeksi, namun memiliki kemungkinan tertular. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus ketika orang tersebut baru mengalami gejala.

Menjaga jarak fisik (physical distancing) adalah menjaga jarak sejauh minimal 1 meter dengan orang-orang di sekitar Anda. Hal ini sebaiknya dilakukan walaupun Anda merasa baik-baik saja dan tidak memiliki gejala Covid-19.

Panduan Karantina Mandiri

Jika Anda akan melakukan karantina mandiri, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Sediakan kamar sendiri dengan sirkulasi udara yang baik. Usahakan agar kamar ini dilengkapi dengan sarana mencuci tangan dan toilet. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya jarak antara kamar dan toilet berdekatan
  • Jika Anda tidak dapat menyediakan kamar sendiri dan harus berbagi dengan orang lain, pisahkan tempat tidur dengan orang lain. Pastikan jarak Anda dengan orang lain adalah minimal 1 meter
  • Isolasi mandiri harus dilakukan selama 14 hari
  • Selalu menjaga jarak minimal 1 meter, walau dengan anggota keluarga sekalipun
  • Selalu pantau gejala yang Anda alami setiap hari, apakah membaik atau memburuk
  • Jika Anda baru kembali sehabis bepergian, lakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun Anda merasa sehat
  • Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda
  • Jangan panik. Tetap berusaha untuk positif dan lakukan hal-hal yang dapat membuat Anda semangat

Butuh rekomendasi layanan rapid test di rumah sakit dan kisaran biayanya?

Gunakan layanan gratis Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?