Aborsi

Daftar Isi

Aborsi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Melakukan aborsi secara medis tidak memerlukan pembedahan atau anestesi. Anda bisa langsung datang ke rumah sakit yang menyediakan layanan aborsi supaya mendapat penanganan yang tepat. 

Hanya saja aborsi lebih aman jika dilakukan pada trimester pertama kehamilan agar mengurangi risiko terjadinya perdarahan dan komplikasi tertentu. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Melakukan Aborsi

Prosedur aborsi dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti mengalami keguguran, pertumbuhan janin yang mengancam kesehatan ibu, atau hamil karena pemerkosaan yang dianjurkan untuk kehamilan dengan usia kandungan kurang dari 40 hari. 

Melakukan aborsi adalah keputusan besar yang harus Anda ketahui konsekuensinya, baik secara fisik atau psikologis. 

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan prosedur aborsi atau tidak, pastikan Anda memahami bagaimana tata caranya, apa saja yang disyaratkan, efek samping, dan lain sebagainya sampai hukum aborsi. 

Estimasi Biaya Aborsi

Biaya untuk tindakan aborsi secara medis bisa bervariasi, tergantung dari penggunaan obat bius, anjuran rawat inap, dan di rumah sakit mana Anda melakukannya. 

Di Indonesia, terutama di rumah sakit swasta, biaya aborsi medis mulai dari Rp7.000.000. Sebaiknya Anda mempersiapkan 20% sampai 30% uang tambahan untuk keperluan tidak terduga. 

Untuk estimasi biaya aborsi di dalam atau luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Aborsi

Ada beberapa persiapan yang harus Anda lakukan sebelum melakukan tindakan Aborsi. Persiapan ini bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental Anda. Jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan tindakan aborsi medis, segera temui dokter untuk membahas apa saja persyaratan yang harus dipenuhi, seperti:

  • Melakukan tes darah dan tes urin.
  • Melihat catatan medis Anda dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Memastikan kehamilan Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik.
  • Menjelaskan bagaimana cara kerja aborsi, efek samping, dan risiko jangka panjang lainnya. 
  • Melakukan pemeriksaan USG untuk menentukan tanggal kehamilan dan memastikan kalau kehamilan Anda bukan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan bukan kehamilan mola atau adanya tumor yang berkembang di dalam rahim.

Melakukan aborsi adalah keputusan yang serius. Jika memungkinkan, Anda bisa diskusikan hal ini dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat Anda. 

Jika tidak, tanyakan secara detail kepada dokter untuk mendapat jawaban atas pertanyaan yang memenuhi pikiran Anda. Hal ini dapat membantu Anda untuk mempertimbangkan dampak dari melakukan tindakan aborsi terhadap masa depan Anda. 

Ingatlah bahwa tindakan aborsi termasuk ke dalam tindak kejahatan, apalagi jika dilakukan secara ilegal. Kecuali tindakan ini dipilih atas pertimbangan medis karena pertumbuhan janin membahayakan nyawa ibu. 

Selama Aborsi

Aborsi medis tidak memerlukan pembedahan atau anestesi. Anda bisa langsung datang ke rumah sakit yang memang menyediakan layanan aborsi secara profesional. 

Aborsi medis dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan berikut:

Mifepristone dan Misoprostol

Mifepristone adalah obat yang biasa digunakan untuk melakukan aborsi dengan cara menghambat hormon progesteron yang ada di dalam tubuh wanita. Hormon ini berfungsi untuk menjaga kehamilan dan pertumbuhan embrio di rahim. 

Sedangkan misoprostol adalah obat yang biasa digunakan untuk mencegah terjadinya tukak lambung dan menurunkan risiko komplikasi akibat tukak lambung seperti perdarahan. 

Kedua jenis obat ini merupakan yang paling umum digunakan untuk tindakan aborsi medis. Anda harus tetap mengunjungi dokter sekitar satu minggu kemudian setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut untuk memastikan apakah aborsi sudah berhasil atau belum. 

Misoprostol Vaginal dan Bukal

Metode ini masih menggunakan obat yang sama seperti metode sebelumnya, hanya saja cara kerjanya memiliki sedikit perbedaan. Tablet misoprostol yang sudah dilarutkan, secara perlahan ditempatkan di vagina (vaginal), di mulut Anda di antara pipi dan gusi (bukal), atau di bawah lidah Anda (sublingual). 

Penggunaan metode vaginal, bukal, atau sublingual dipercaya mampu mengurangi efek samping yang mungkin terjadi setelah prosedur aborsi dilakukan dan mungkin lebih efektif. 

Methotrexate 

Obat untuk aborsi yang berikutnya adalah methotrexate yang merupakan jenis obat untuk mengatasi kanker karena mampu menekan pertumbuhan sel abnormal yang ada di dalam tubuh, seperti sel kulit, sel kanker, dan sel sumsum tulang. 

Penggunaan methotrexate harus diawasi oleh dokter karena penggunaan yang salah bisa membahayakan nyawa Anda. Dalam kasus aborsi, methotrexate diberikan sebagai suntikan.

Vaginal Misoprostol

Pengobatan aborsi ini bisa saja berhasil jika digunakan sebelum sembilan minggu kehamilan embrio. Hanya saja ini menjadi pilihan terakhir, karena dirasa kurang efektif jika dibandingkan dengan jenis aborsi medis lainnya. 

Perlu diperhatikan bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi selama proses aborsi medis ini memiliki efek samping, seperti perdarahan di vagina dan kram perut. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan aborsi juga dapat menyebabkan:

  • Mual.
  • Diare.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Panas dingin.

Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi rasa sakit selama dan setelah melakukan tindakan aborsi. Anda juga akan diberikan obat antibiotik meskipun infeksi setelah aborsi medis sangat jarang terjadi. Efek samping seperti rasa sakit dan perdarahan yang Anda alami tergantung pada usia kehamilan.

Anda mungkin belum bisa melakukan rutinitas sehari-hari setelah melakukan aborsi, karena dibutuhkan beberapa hari sampai kondisi Anda pulih kembali. Sebaiknya Anda istirahat di tempat tidur dan pastikan Anda menggunakan pembalut yang mampu menyerap perdarahan dari vagina. Jika terjadi komplikasi, segera hubungi dokter atau layanan darurat supaya bisa segera ditangani. 

Sesudah Aborsi

Perhatikan gejala-gejala setelah tindakan aborsi yang memerlukan perawatan medis, seperti:

  • Demam yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Bagian perut atau punggung terasa sangat nyeri.
  • Keluar keputihan dari vagina yang berbau tidak sedap.
  • Mengalami pendarahan hebat. Gunakan dua atau lebih lapisan pembalut selama satu jam, lalu ganti sampai Anda mendapatkan penanganan medis. 

Setelah selesai aborsi, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan lanjutan dengan dokter untuk memastikan Anda bisa pulih dengan baik dan untuk melihat kesehatan rahim, adanya pendarahan, dan tanda-tanda infeksi. Untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi, sangat dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks atau menggunakan tampon selama dua minggu setelah melakukan tindakan aborsi. 

Dokter juga akan memastikan dengan bertanya apakah Anda masih merasa hamil, mencatat berapa banyak pendarahan yang Anda alami, dan berapa lama Anda mengalami pendarahan. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan aborsi benar-benar berhasil dilakukan. 

Merasakan serangkaian emosi seperti rasa sedih, bersalah, dan kehilangan merupakan hal yang normal. Sebaiknya Anda konsultasi dengan ahlinya untuk memberikan saran dan membantu Anda menemukan solusi terbaik. 

Risiko Aborsi

Ada beberapa risiko yang berpotensi muncul setelah melakukan tindakan aborsi, meliputi:

  • Terjadi infeksi.
  • Sistem pencernaan tidak berfungsi dengan baik.
  • Mengalami pendarahan hebat secara berkepanjangan.
  • Mengalami demam secara berkepanjangan pasca aborsi.
  • Terjadi kehamilan yang tidak diinginkan jika prosedur aborsi tidak berhasil.
  • Aborsi belum tuntas, ini terjadi ketika masih ada indikasi kehamilan di rahim Anda. Biasanya dokter akan melakukan USG untuk memastikan. Jika benar aborsi belum tuntas, mungkin Anda perlu menjalankan proses pembedahan aborsi. 

Yakinkan hati Anda dalam mengambil keputusan aborsi medis. Jika ternyata Anda memutuskan untuk tetap melanjutkan kehamilan Anda setelah mengonsumsi obat-obatan aborsi, kehamilan Anda mungkin berisiko mengalami komplikasi hebat. 

Aborsi memang belum terbukti dapat memengaruhi kehamilan di masa depan, kecuali jika Anda mengalami komplikasi.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

2 pemikiran pada “Aborsi”

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?