Bayi Tabung

Daftar Isi

Bayi tabung adalah metode alternatif untuk menghasilkan keturunan. Berbeda dengan kehamilan yang terjadi secara natural, proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar tubuh wanita, tepatnya di tabung pembuahan. Setelah sel telur dibuahi sel sperma, hasil pembuahan tersebut baru akan dipindahkan ke dalam rahim wanita. 

bayi tabung adalah

Secara medis, bayi tabung dikenal dengan In Vitro Fertilization atau IVF. In vitro merupakan bahasa Latin yang berarti ‘dalam tabung’ dan fertilization berarti ‘pembuahan’.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Melakukan Bayi Tabung

Program bayi tabung adalah metode alternatif bagi suami-istri yang belum dikaruniai anak karena berbagai alasan. Kemungkinan keberhasilannya pun cukup tinggi bahkan bagi pasangan suami istri yang sudah cukup berumur atau bagi perempuan yang mengalami penyumbatan pada tuba falopi karena sperma dan sel telur dipertemukan secara sengaja. 

Masalah kesehatan reproduksi pada pria yang dapat menghambat terjadinya kehamilan seperti kualitas sperma yang kurang baik juga dapat diatasi dengan program bayi tabung ini. Mengingat prosesnya berada di luar tubuh wanita, program ini memungkinkan untuk mencari pendonor sperma.

Meski demikian, perlu diingat ada faktor-faktor tantangan yang tidak membuat program bayi tabung selalu mulus, seperti proses pelekatan sel telur yang telah dibuahi sperma pada dinding rahim.

Kapan Proses Bayi Tabung Dibutuhkan?

Metode bayi tabung dapat menjadi solusi bagi pasangan yang ingin memiliki anak namun terhalang beberapa faktor, seperti:

kapan harus bayi tabung

kapan boleh bayi tabung

  • Kelainan genetik.
  • Masalah infertilitas.
  • Memiliki resiko penyakit keturunan.
  • Produksi sperma dengan kuantitas rendah.
  • Sperma yang tidak mampu melewati leher rahim.
  • Penyebab masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.
  • Kondisi kesehatan yang sedang mengalami penyakit kronis .
  • Gangguan ovulasi sehingga produksi sel telur tidak maksimal.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang menurunkan kualitas sel telur atau sperma.
  • Gangguan pada tuba falopi atau saluran telur yang menghambat sperma bertemu sel telur.
  • Endometriosis atau kondisi medis ketika jaringan yang seharusnya di sisi dalam dinding rahim, tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, usus, tuba falopi, vagina, atau rektum (ujung usus yang terhubung ke anus).

Estimasi Biaya Bayi Tabung

Biaya yang diperlukan untuk program bayi tabung cukup beragam berdasarkan banyak faktor, seperti rumah sakit yang dipilih, jumlah siklus yang dilakukan, kondisi kesehatan pasangan, dan biaya tindakan tambahan lainnya yang dikehendaki.

Untuk perhitungan biaya melakukan prosedur bayi tabung di dalam atau luar negeri, tanyakan pada Smarter Health.

Sebelum Melakukan Bayi Tabung

Sebelum melaksanakan program bayi tabung, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, tidak hanya bagi calon ibu namun juga pasangannya. Hal tersebut dapat memberikan kondisi riwayat kesehatan, pemeriksaan darah, peninjauan siklus menstruasi, pemeriksaan ovarium dan kualitas sel telur pada wanita dan pemeriksaan kesuburan pada pria.

Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung

Keberhasilan program bayi tabung dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya;

Usia

Usia optimal bagi perempuan yang ingin menjalani program bayi tabung yaitu antara 23 hingga 29 tahun. Semakin muda usia calon ibu, semakin tinggi pula kesempatan hamil melalui program bayi tabung. Begitu pula dengan pria, semakin muda usianya, kualitas sperma cenderung lebih baik.

Faktor gaya hidup dan pola makan

Gaya hidup calon ibu mempengaruhi peluang suksesnya program bayi tabung. Asupan gizi yang seimbang akan mempengaruhi kesuburan. Hindari makanan-makanan yang mengandung pewarna, perasa, dan pengawet buatan.

Tidak hanya pola makan, merokok dan terpapar asap rokok juga mempengaruhi tingkat kesuburan. Pria yang merokok akan menurunkan kualitas sperma. Disarankan juga untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol dan membatasi konsumsi kafein.

Kondisi psikis

Dalam menanti kehamilan dari proses bayi tabung, ada baiknya calon ibu menghindari stres. Studi membuktikan bahwa perempuan yang mengalami stres berdampak langsung pada proses ovulasi.

Faktor lain

Faktor-faktor lainnya seperti sejarah kesehatan reproduksi, infertilitas turunan, dan kondisi anatomi rahim wanita seperti adanya kista.

Tingkat Peluang Keberhasilan Bayi Tabung

Peluang keberhasilan program bayi tabung terbilang tinggi. Data menunjukkan, dari 6.092 prosedur bayi tabung yang dilakukan selama tahun 2016 di Indonesia, sebanyak 1.701 atau sekitar 28% di antaranya berhasil. 

Semakin muda usia pasien, semakin besar tingkat keberhasilan program bayi tabungnya. Rentang usia di bawah 35 tahun, memiliki tingkat keberhasilan hingga 35%, sedangkan mereka yang berusia di atas 42 tahun, hanya berpotensi 6,7% keberhasilan melakukan bayi tabung.

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 1:3. Dengan kata lain, satu dari tiga prosedur bayi tabung yang dijalankan berujung pada kehamilan.

Selama Melakukan Bayi Tabung

Ada beberapa tahapan proses bagi pasien yang menjalani bayi tabung:

  • Stimulasi ovarium

Pada tahap pertama ini, pihak wanita akan disuntikkan obat yang berfungsi untuk merangsang dan meningkatkan jumlah produksi sel telur dalam ovarium. Prosedur ini perlu dilakukan mengingat bahwa secara alami wanita hanya memiliki satu sel telur dan untuk menjalani program bayi tabung membutuhkan lebih dari satu agar embrio dapat terbentuk.

Tidak hanya peningkatan jumlah, obat yang disuntikkan ke calon ibu juga memiliki khasiat untuk meningkatkan kualitas sel telur. Jumlah dan kualitas sel telur yang meningkat akan berbanding lurus dengan kesempatan keberhasilan program bayi tabung.

Selama tahap ini, akan dilakukan pemantauan intens oleh dokter. Sejumlah tes juga akan dijalankan, seperti tes darah dan USG untuk memantau kadar hormon dan perkembangan sel telur dalam ovarium.

Meski melalui proses penyuntikkan, proses ini tidak menimbulkan rasa sakit yang intens. Bahkan beberapa melaporkan tidak terasa sakit sama sekali. Hal ini disebabkan oleh penggunaannya yang hanya cukup satu kali serta diameter jarum yang cukup kecil dan tipis.

  • Pematangan sel telur dalam ovarium

Pada tahap ini, calon ibu akan diberi suntikan lain berisi hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini berfungsi untuk memaksimalkan proses pematangan telur dalam ovarium sehingga dapat dipindahkan ke rahim calon ibu.

Suntikan hormon ini hanya perlu dilakukan satu kali. Mengenai waktu yang tepat untuk melakukan injeksi hormon hCG ini, calon ibu perlu menjalani tes USG kembali.

Sel telur yang sedang berkembang akan membuat ukuran ovarium turut membesar. Kondisi ini dapat memicu nyeri di perut bagian bawah serta rasa kembung. Meski muncul sedikit ketidaknyamanan pada tahap ini, aktivitas masih dapat dijalani secara normal. Rasa nyeri dan tidak nyaman seharusnya tidak bertahan lebih dari satu minggu.

  • Pengambilan sel telur

Selanjutnya, sel telur yang telah matang akan diambil untuk kemudian dipindahkan ke rahim. Untuk mengecek apakah sel telur sudah siap, dokter akan mengambil folikel (cairan berisi sel telur di indung telur dalam rahim) melalui tes USG.

Jika dinilai sudah cukup matang, sel telur akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang panjang dan berongga. Sebelum prosedur yang membutuhkan waktu selama 30 menit hingga satu jam ini dilakukan, calon ibu akan diberi obat penenang ringan hingga bius lokal untuk mengurangi rasa sakit.

  • Pertemuan sel telur dengan sperma

Sel telur yang sudah diambil kemudian dipertemukan dengan sperma pasangan yang diambil pada hari yang sama. Sel telur yang telah menyatu dengan sperma ini akan disimpan oleh pihak medis untuk dipantau perkembangannya.

  • Pemindahan embrio ke dalam rahim

Beberapa hari setelah embrio terbentuk, embrio akan dimasukkan ke dalam rahim dengan menggunakan kateter (semacam tabung penyalur) ke dalam vagina dan didorong sampai rahim. Umumnya, dokter tidak hanya akan memasukkan satu embrio saja, melainkan tiga buah. Hal ini untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan.

Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya sedikit rasa tidak nyaman terutama ketika kateter dimasukkan melalui vagina. Kemudian calon ibu akan diberikan hormon progesteron agar dinding rahim siap untuk menerima embrio. Pemberian dapat berupa suntikan, pil, atau gel. Lalu setelah dua minggu embrio berada di dalam rahim, calon ibu dapat melakukan tes kehamilan.

Setelah Menjalani Bayi Tabung

Pasca proses bayi tabung, pasangan tidak disarankan untuk melakukan hubungan intim serta berkegiatan di kolam renang maupun pantai agar terhindar dari infeksi. Pasangan juga dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat mulai dari pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Usahakan tetap menghindari konsumsi alkohol dan kafein berlebihan, juga makanan tinggi gula dan bersoda. 

Risiko Melakukan Bayi Tabung

Layaknya semua prosedur medis, program bayi tabung juga memiliki risiko bagi kesehatan calon ibu. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah pendarahan, infeksi atau rusaknya usus dan organ lain. Obat yang diberikan untuk menstimulasi ovarium juga dapat memicu reaksi berlebihan sehingga akhirnya terlalu banyak folikel yang dihasilkan oleh ovarium.

Risiko lainnya yang dapat terjadi seperti bayi lahir prematur, kehamilan kembar mengingat lebih dari satu embrio yang ditanamkan, kehamilan di luar rahim, hingga keguguran.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?