Bedah Laparoskopi

Daftar Isi

Apa Itu Bedah Laparoskopi?

Bedah laparoskopi atau operasi lubang kunci adalah jenis operasi dengan membuat sayatan kecil di dinding perut. Ini termasuk prosedur bedah minimal invasif, karena hanya membuat sayatan kecil. 

Proses pembedahan menggunakan laparoskop, yaitu alat yang memiliki kamera dengan lampu di ujungnya untuk mengambil gambar. Ketika dokter bedah memasukkan alat tersebut melalui sayatan kecil dan masuk ke dalam tubuh Anda, dokter dapat memantau dari monitor dan melihat gangguan apa yang Anda alami. 

Tanpa alat tersebut, dokter harus membuat sayatan yang lebih jauh lebih besar untuk bisa menjangkau tubuh Anda. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Keuntungan Bedah Laparoskopi

Bedah laparoskopi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan operasi lainnya, karena dalam prosedur pembedahan yang hanya membutuhkan sayatan kecil. Berikut ini beberapa keuntungan jika Anda memilih pengobatan dengan bedah laparoskopi:

  • Bisa segera beraktivitas normal.
  • Memiliki bekas luka yang lebih kecil.
  • Luka sayatan dapat sembuh lebih cepat.
  • Bisa segera melakukan perawatan di rumah.
  • Kemungkinan memiliki jaringan parut internal yang lebih sedikit. 
  • Rasa sakit pasca operasi akan berkurang saat bekas luka sayatan sembuh.

Metode operasi secara tradisional mungkin membutuhkan waktu satu minggu atau lebih di rumah sakit untuk operasi usus. Sedangkan untuk pemulihan total, Anda mungkin membutuhkan waktu selama 4 hingga 8 minggu perawatan di rumah sakit.

Berbeda halnya jika Anda menjalani bedah laparoskopi. Anda mungkin hanya perlu menjalani perawatan di rumah sakit selama 2 malam dan pulih dalam 2 hingga 3 minggu pasca operasi. 

Tujuan Bedah Laparoskopi

Dokter menggunakan bedah laparoskopi untuk membantu mengidentifikasi dan mendiagnosis penyebab nyeri panggul atau perut. Dalam banyak kasus, masalah perut juga dapat didiagnosis dengan teknik berikut ini:

  • Ultrasound merupakan alat pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan gambar tubuh pasien. 
  • CT Scan merupakan rangkaian sinar-X khusus yang diambil dari berbagai sisi tubuh pasien. 
  • MRI Scan yaitu pemeriksaan menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar tubuh pasien. 

Bedah laparoskopi dilakukan jika sejumlah tes di atas tidak mampu memberikan informasi yang cukup untuk mendiagnosis penyakit. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari organ tertentu di dalam perut. 

Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan dengan bedah laparoskopi untuk memeriksa beberapa organ, seperti kantung empedu, hati, pankreas, usus buntu, usus kecil, usus besar, limpa, dan organ reproduksi. 

Dengan menggunakan laparoskop, dokter dapat mendeteksi adanya masalah perut atau tumor, cairan di rongga perut, penyakit hati, perkembangan kanker tertentu atau memeriksa efektivitas perawatan tertentu. 

Estimasi Biaya Bedah Laparoskopi

Biaya yang perlu dipersiapkan untuk menjalani pengobatan dengan bedah laparoskopi sangat bervariasi. Ini termasuk biaya dokter, rumah sakit, rawat inap di rumah sakit, obat-obatan, dan lain sebagainya. 

Untuk mengetahui estimasi biaya bedah laparoskopi di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health. 

Sebelum Bedah Laparoskopi

Sebelum bedah laparoskopi, Anda harus memberi tahu dokter tentang apa saja obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Kemudian dokter akan memberi tahu Anda anjuran penggunaannya sebelum dan sesudah bedah laparoskopi.

Dokter mungkin akan mengubah dosis obat apa pun yang berisiko memengaruhi hasil bedah laparoskopi. Obat-obatan tersebut termasuk:

  • Vitamin K.
  • Suplemen herbal atau makanan tertentu.
  • Antikoagulan, obat untuk mencegah penggumpalan darah.
  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), termasuk aspirin atau ibuprofen
  • Obat lainnya yang memengaruhi pembekuan darah. 

Anda juga harus memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil untuk mengurangi risiko berbahaya bagi Anda dan bayi di dalam kandungan.

Sebelum bedah laparoskopi, dokter mungkin akan melakukan sejumlah tes, seperti tes darah, tes urine, elektrokardiogram (EKG), dan rontgen dada. Dokter mungkin juga melakukan tes ultrasound, CT Scan, atau MRI Scan

Tes tersebut dapat membantu dokter untuk mengetahui kondisi abnormal selama bedah laparoskopi berlangsung. Hasilnya juga memberi panduan visual di dalam perut kepada dokter Anda sehingga dapat meningkatkan efektivitas bedah laparoskopi. 

Anda mungkin perlu menghindari makan dan minum, setidaknya 8 jam sebelum bedah laparoskopi. Persiapkan juga diri Anda, karena laparoskopi biasanya menggunakan anestesi umum yang membuat Anda mengantuk selama beberapa jam setelah operasi. 

Selama Bedah Laparoskopi

Anda mungkin akan diberi anestesi umum yang membuat Anda tertidur selama menjalani prosedur pembedahan dan tidak akan merasakan sakit. Anestesi diberikan melalui saluran intravena (IV) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah Anda. Melalui infus, dokter dapat memberikan obat-obatan khusus dan cairan untuk menghidrasi tubuh Anda. 

Dalam bedah laparoskopi, dokter bedah akan membuat beberapa sayatan kecil yang tidak lebih dari setengah inci. Itulah mengapa disebut sebagai operasi lubang kunci. Dokter akan memasukkan tabung melalui setiap lubang dari sayatan kecil agar kamera laparoskop bisa masuk ke dalam perut. Dengan kamera laparoskop, dokter melihat gambar di monitor secara langsung (real time).

Jumlah dan ukuran sayatan tergantung pada penyakit tertentu yang ingin dikonfirmasi atau disembuhkan oleh dokter bedah Anda. Umumnya, dokter akan membuat 1 hingga 4 sayatan dengan panjang antara 1 hingga 2 cm. Sayatan ini memungkinkan dokter untuk melakukan biopsi untuk mengambil sampel jaringan dari organ tertentu di dalam perut untuk dievaluasi. 

Setelah bedah laparoskopi selesai, semua peralatan dilepaskan dan sayatan akan ditutup dengan jahitan atau plester bedah. Kemudian perban akan dipasang di atas bekas sayatan. 

Sesudah Bedah Laparoskopi

Setelah bedah laparoskopi selesai, dokter masih perlu memantau kondisi Anda selama beberapa jam sebelum Anda keluar dari rumah sakit. Adanya gejala gangguan vital seperti pernapasan dan detak jantuk akan dipantau dengan cermat. Staf rumah sakit juga akan memantau jika Anda mengalami pendarahan yang berkepanjangan.

Jadwal pulang dari rumah sakit sangat bervariasi pada setiap orang, tergantung pada kondisi fisik secara keseluruhan, jenis anestesi yang digunakan, dan reaksi tubuh setelah operasi. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin harus menjalani rawat inap di rumah sakit semalaman. 

Pada beberapa hari setelah bedah laparoskopi, Anda mungkin merasakan nyeri di area tempat sayatan dibuat. Ini akan segera membaik dalam beberapa hari. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. 

Risiko Bedah Laparoskopi

Bedah laparoskopi memang memiliki beberapa keuntungan daripada operasi secara tradisional lainnya. Namun, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja risiko bedah laparoskopi. Meski jarang terjadi, risiko ini termasuk perdarahan, infeksi, dan kerusakan organ di bagian perut Anda. 

Setelah bedah laparoskopi, perhatikan adanya tanda-tanda infeksi. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Pusing. 
  • Sesak napas.
  • Batuk secara terus-menerus. 
  • Kesulitan membuang air kecil.
  • Demam atau menggigil kedinginan.
  • Mual atau muntah secara terus-menerus.
  • Sakit perut yang semakin parah dari waktu ke waktu.
  • Kemerahan, bengkak, perdarahan, atau drainase di bekas sayatan.

Risiko kecil lainnya yang mungkin terjadi yaitu terjadi kerusakan pada organ yang diperiksa selama proses pembedahan. Darah dan cairan lain mungkin mengalami kebocoran dari organ yang rusak. Dalam kasus ini, Anda memerlukan operasi lain untuk memperbaiki kerusakan organ tersebut.

Risiko lain yang jarang terjadi antara lain:

  • Peritonitis, radang dinding perut.
  • Komplikasi akibat anestesi umum.
  • Penggumpalan darah yang bisa menyebar ke panggul, kaki, atau paru-paru.

Sebab itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter bedah terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani bedah laparoskopi.

Smarter Health memiliki layanan gratis untuk membuat janji temu dengan dokter dan melakukan tele-konsultasi bersama dokter dari rumah sakit di dalam dan luar negeri.

Punya pertanyaan seputar bedah laparoskopi? Tulis di kolom komentar.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?