Defibrilasi

Daftar Isi

Defibrilasi adalah tindakan medis darurat yang digunakan untuk mengatasi aritmia atau gangguan laju atau irama detak jantung. Tindakan defibrilasi ini menggunakan alat kejut listrik atau defibrilator.

Adapun kondisi aritmia yang memerlukan tindakan defibrilasi adalah jantung yang tidak dapat memompa darah pada kadar yang seharusnya atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini disebabkan ruang jantung bagian bawah (ventrikel) berdenyut dengan cepat melewati batas wajar hingga sampai terlihat seakan-akan bergetar. Kondisi ini dinamakan fibrilasi ventrikel.

Kondisi aritmia lainnya yaitu kondisi dimana jumlah darah tidak cukup untuk membuat jantung pasien berdenyut dan terkadang membuat pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kondisi ini dipicu oleh ventrikel yang juga berdenyut dengan cepat melewati batas wajar, dan dikenal dengan istilah takikardia ventrikel tanpa nadi.

Fibrilasi ventrikel dan takikardia ventrikel tanpa nadi dapat dipicu oleh beberapa faktor di bawah ini:

  • Pengaruh efek samping obat-obatan seperti antidepresan trisiklik, antipsikotik serta digoxin yang menyebabkan keracunan atau overdosis. Penggunaan obat terlarang seperti kokain atau methamphetamine juga dapat menjadi pemicu.
  • Keseimbangan kadar elektrolit seperti kalium, kalsium, dan magnesium dalam pembuluh darah tidak seimbang.
  • Penyakit jantung yang memang dialami pasien seperti penyakit jantung bawaan, riwayat serangan jantung, kardiomiopati, gagal jantung kongestif, serta aritmia jantung lainnya.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Cara Kerja Defibrilasi

Defibrilasi bekerja dengan cara mengirimkan aliran listrik untuk memicu kontraksi pada jantung agar jantung berhenti kemudian mulai berdetak kembali dalam irama yang seharusnya. Hal ini digunakan untuk mengembalikan fungsi semula jantung sebagai alat pemompa darah dan pengalir ke seluruh tubuh.

Pada umumnya, tindakan defibrilasi perlu disertai dengan resusitasi jantung paru (RJP), dilakukan secara cepat, serta diiringi dengan perawatan secara intensif. Meski mampu mengatasi aritmia, defibrilasi tidak mengobati masalah kesehatan yang menjadi penyebab aritmia.

Defibrilasi akan bekerja dengan lebih efektif pada pasien yang tidak memiliki penyakit jantung berat atau komplikasi kesehatan yang cukup kronis.

Estimasi Biaya Defibrilasi

Estimasi biaya defibrilasi berbeda-beda tergantung dari rumah sakit tempat tindakan dilakukan. Untuk mengetahui estimasi biaya defibrilasi maupun tindakan medis lainnya di rumah sakit dalam negeri dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Defibrilasi

Defibrilasi merupakan tindakan penanganan yang sifatnya darurat, sehingga tidak memerlukan persiapan apa-apa. Mengingat tindakan defibrilasi dilakukan untuk mengaktifkan kembali fungsi jantung, bius atau anestesi tidak perlu dilakukan.

Saat Defibrilasi

Tindakan defibrilasi akan dimulai dengan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) yang dilakukan oleh tim medis sembari menyiapkan defibrilator atau alat kejut listrik. Kemudian, tim medis juga akan memasang elektroda dari elektrokardiogram (EKG) pada area dada pasien.

Kedua elektroda dari defibrilator akan diolesi gel khusus untuk kemudian diletakkan pada dada kanan atas serta tulang iga kiri bawah pasien.

Tim medis akan membaca hasil dari EKG dan memastikan pasien tidak ada denyut nadi. Sebab, tindakan defibrilasi tidak boleh dilakukan bagi pasien yang masih memiliki denyut nadi karena dapat menyebabkan kerja jantung berhenti total.

Defibrilator yang terpasang berguna akan melakukan analisa akan irama jantung pasien dan jika diperlukan akan mengirimkan kejutan listrik. Setelah kejutan listrik diberikan, defibrilator akan melakukan analisa ulang dan jika masih dibutuhkan akan memberikan kejutan listrik tambahan sesuai kondisi pasien.

Setelah Defibrilasi

Setelah defibrilasi dilakukan, ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh dokter yang menangani. Mulai dari pemantauan kondisi jantung, pernapasan, hingga fungsi alat vital pasien lainnya.

Biasanya, dokter juga melakukan pemeriksaan lanjutan guna mengecek apakah jantung mengalami kerusakan. Dalam pemeriksaan lanjutan ini dilakukan:

  • Elektrokardiogram (EKG) 12 lead
  • Rontgen dada
  • Kateterisasi jantung

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan pengobatan yang perlu diberikan untuk pasien. Jika sekiranya ada luka bakar pada tubuh pasien juga akan diobati bersamaan dengan pembersihan gel dari kulit.

Risiko Defibrilasi

Defibrilasi merupakan tindakan medis yang berguna untuk menyelamatkan nyawa pasien. Namun, layaknya tindakan medis lainnya, defibrilasi memiliki risiko yang mungkin muncul, yaitu:

  • Kulit yang terbakar
  • Terbentuk gumpalan darah
  • Aritmia tipe lainnya
  • Sel otot jantung tidak berfungsi

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?