Intubasi

Daftar Isi

Intubasi adalah prosedur medis yang memasukkan tabung sebagai alat bantu pernapasan ke dalam tenggorokan. Prosedur ini sering juga disebut dengan intubasi endotrakeal mengingat tabung dimasukkan hingga trakea pada tenggorokan melalui mulut atau hidung. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Intubasi

Intubasi dilakukan agar pasien tetap dapat bernapas pada saat sedang dibius, selama operasi, atau saat mengalami kesulitan bernapas. Prosedur ini akan dilakukan bagi pasien yang sedang tidak sadarkan diri atau mengalami kesulitan bernapas dengan cara menjaga jalur pernapasan pasien tetap terbuka sehingga oksigen tetap masuk.

Selain itu, intubasi sering dilakukan agar obat-obatan dapat masuk ke dalam tubuh pasien, memudahkan dokter melihat saluran pernapasan bagian atas, serta mencegah masuknya benda yang tidak diinginkan ke dalam paru-paru seperti makanan, asam lambung, dan air liur ketika pasien sedang tidak sadarkan diri.

Namun, intubasi tidak dapat dilakukan dalam beberapa kondisi, seperti pasien yang tidak dapat membuka mulut, pasien yang mengalami cedera cukup parah pada leher, jalur pernapasan terhambat total, serta bentuk jalan napas yang berbeda dari biasanya.

Estimasi Biaya Intubasi

Biaya prosedur intubasi endotrakeal berbeda-beda, tergantung dari rumah sakit yang dipilih.

Untuk mengetahui estimasi biaya intubasi endotrakeal di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Intubasi

Sebelum prosedur intubasi dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan saluran napas (airway assessment). Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran pada dokter mengenai kemungkinan penghambat prosedur intubasi agar dapat ditindak secara tepat. 

Kemudian, dokter akan menghitung ukuran tenggorokan pasien agar dapat menentukan ukuran tabung endotrakeal yang sesuai. Semua tanda vital pada pasien seperti tekanan darah, saturasi oksigen, serta kondisi jantung juga akan dipantau melalui monitor.

Saat Intubasi

Pertama-tama, dokter akan memberikan obat pelemas otot serta anestesi untuk memudahkan jalannya proses intubasi. Kemudian, pasien akan diminta berbaring kemudian dokter akan memasukkan sebuah alat yang digunakan untuk memeriksa tenggorokan yaitu laringoskop lewat mulut. Laringoskop yang dimasukkan akan membuka jalan pernapasan dan memungkinkan dokter melihat pita suara.

Kemudian, tabung endotrakeal yang sifatnya fleksibel akan dimasukkan hingga ke batang tenggorokan atau trakea. Mengingat ukuran tenggorokan pasien berbeda-beda, ukuran tabung intubasi juga berbeda-beda dan disesuaikan dengan pasien.

Pada kasus dimana dokter sulit memasukkan tabung melalui mulut, tabung khusus akan dimasukkan melalui hidung menuju saluran pernapasan. Setelah itu, tabung endotrakeal yang sudah lebih dulu terhubung ke alat bantu pernapasan (ventilator) atau kantong pompa napas sementara akan mendorong oksigen hingga masuk ke dalam paru-paru.

Untuk memastikan tabung endotrakeal terpasang dengan benar, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi napas pada kedua paru-paru serta melihat pergerakan napas pasien. Jika dibutuhkan, tindakan pemeriksaan rontgen juga dapat dilakukan.

Setelah Intubasi

Prosedur intubasi akan menyebabkan rasa sakit pada tenggorokan pasien sehingga pasien akan mengalami kesulitan dalam menelan. Namun, setelah tabung endotrakeal dicabut, rasa sakit akan segera pulih dalam beberapa hari.

Jika selama beberapa hari pasien masih mengalami kesulitan dalam menelan bahkan mengalami gangguan lain seperti sulit berbicara, sesak napas, sakit tenggorokan yang kronis, nyeri pada dada, serta pembengkakan pada wajah, pasien harus segera menghubungi dokter.

Risiko Intubasi

Intubasi termasuk tindakan medis krusial karena memberikan bantuan pernapasan pada pasien. Namun, intubasi memiliki beberapa kemungkinan risiko yang tidak dapat dihindari, yaitu sebagai berikut:

  • Tenggorokan sakit.
  • Reaksi alergi pada obat bius.
  • Berubahnya suara menjadi serak.
  • Infeksi dan peradangan pada paru-paru.
  • Cairan berkumpul pada jaringan dan organ.
  • Komplikasi psikologis seperti post-traumatic stress disorder.
  • Rongga dada robek dan menyebabkan paru-paru tidak dapat berfungsi.
  • Ketidakmampuan bernapas normal dan ketergantungan pada ventilator.
  • Jika intubasi dilakukan terlalu lama, jaringan lunak di saluran napas dapat terkikis.
  • Pendarahan atau cedera pada mulut, lidah, gigi, pita suara, serta batang tenggorokan.
  • Mislokasi tabung pernapasan ke kerongkongan sehingga bantuan pernapasan tidak mencapai paru-paru.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?