Kolonoskopi

Daftar Isi

Kolonoskopi adalah tindakan pemeriksaan medis guna memantau kondisi kesehatan usus besar serta pangkal usus besar (rektum). Kolonoskopi dioperasikan menggunakan sebuah alat yang bernama kolonoskop, berupa sebuah selang dengan diameter kurang lebih 1,5 cm. Kolonoskop cenderung bersifat lentur dan dilengkapi dengan kamera.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Kolonoskopi

Kolonoskopi berguna untuk mengidentifikasi penyebab dari keluhan-keluhan kesehatan yang berhubungan dengan sistem pencernaan seperti:

  • Diare kronis berkepanjangan.
  • Perubahan pola buang air besar.
  • Nyeri pada perut atau pada dubur.
  • Pendarahan pada saat buang air besar.

Kolonoskopi juga dapat merupakan tindakan medis lanjutan untuk menindak kelainan pada usus yang telah teridentifikasi melalui rontgen atau CT scan sebelumnya. 

Kapan Harus Menjalani Kolonoskopi?

Kolonoskopi sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami satu atau lebih dari kondisi-kondisi berikut ini: 

  • Berusia 50 tahun ke atas.
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker usus besar atau gejala kanker usus besar.
  • Memiliki gejala kanker usus besar, seperti mual, muntah konstipasi, diare, buang air besar yang terasa tidak tuntas, pendarahan pada saat buang air besar, nyeri dan kram perut, perut kembung, tubuh mudah lelah dan turunnya berat badan yang drastis tanpa alasan spesifik.

Meski tidak merasakan gejala-gejala tersebut di atas, melakukan kolonoskopi secara berkala dapat menjadi bentuk pencegahan dini kanker usus besar. Terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas. Studi menunjukkan bahwa melakukan kolonoskopi secara berkala dapat menurunkan kemungkinan kanker usus besar hingga 90 persen.

Hal ini dikarenakan polip, salah satu penyebab kanker usus besar membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk berkembang menjadi kanker, meski polip tidak selalu berbahaya. Terkadang tumbuhnya polip tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga bentuk tindakan pencegahan seringkali belum dilakukan. Oleh karena itu, dengan melakukan kolonoskopi, tumbuhnya polip atau usus besar dapat dideteksi sejak dini untuk kemudian ditangani dengan tanggap.

Estimasi Biaya Kolonoskopi

Biaya yang diperlukan untuk menjalani tindakan kolonoskopi beragam, bergantung pada rumah sakit yang dipilih. 

Untuk mengetahui estimasi biaya melakukan kolonoskopi di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Kolonoskopi

Kolonoskopi dilakukan untuk memeriksa kondisi usus dan pemeriksaan akan menjadi lebih mudah dan akurat jika dinding usus dapat terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, usus harus dalam kondisi bersih dari feses atau tinja agar pandangan tidak terganggu pada saat prosedur dijalankan. 

Cara membersihkan usus sebelum kolonoskopi dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat pencahar pada malam sebelum kolonoskopi dilaksanakan serta pada pagi hari sebelum tindakan. Obat pencahar yang digunakan dapat berupa pil atau cair.

Cara lainnya adalah dengan berpuasa. Pada satu hari sebelum kolonoskopi, hindari makanan padat dan hanya konsumsi air putih. Kemudian dapat dilanjutkan dengan berpuasa setelah tengah malam pada hari tindakan kolonoskopi dilakukan.

Jika dirasa tidak kuat berpuasa, dokter juga akan menyarankan alternatif lain yaitu menghindari makanan padat dan minuman jenis tertentu. Sebaiknya pilih cara yang paling nyaman untuk Anda lakukan.

Anda juga perlu menginformasikan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda pada saat kolonoskopi dilakukan, seperti riwayat alergi obat, riwayat penyakit diabetes, gangguan jantung atau paru-paru, dan kehamilan. Dengan demikian, dokter dapat memberikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda pada saat itu.


Selama Kolonoskopi

Sebelum kolonoskopi dimulai, Anda akan diberi obat penenang agar lebih rileks dan mengantuk. Kemudian Anda akan diminta untuk berbaring miring dengan lutut mendekat ke dada. Seiring berjalannya pemeriksaan, kemungkinan Anda juga akan diminta untuk sesekali berubah posisi.

Kolonoskop kemudian akan dimasukkan melalui anus hingga sampai di bagian usus besar. Kolonoskop yang fleksibel memungkinkan untuk memonitor seluruh usus besar. Kemudian gambar yang diambil dari kamera dari kolonoskop akan dapat dilihat dari layar untuk pemantauan dokter.

Keberadaan kolonoskop dalam usus besar Anda dapat menimbulkan kram perut ringan. Namun hal ini dapat diatasi dengan menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan. Prosedur pemeriksaan secara keseluruhan kurang lebih memakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam. Setelah selesai, kolonoskop akan ditarik kembali.

Jika terdeteksi ada kelainan pada usus, kemungkinan dokter akan perlu mengambil jaringan dalam usus besar (biopsi jaringan) untuk diperiksa lebih lanjut. Pada beberapa kasus seperti polip usus, penggunaan kolonoskop dapat sekaligus mengangkat jaringan tanpa perlu melakukan operasi besar.

Sesudah Kolonoskopi

Prosedur kolonoskopi tidak mengharuskan Anda untuk rawat inap. Setelah 1 hingga 2 jam pelaksanaan selesai atau hingga pengaruh anestesi pada tubuh berkurang, Anda sudah diperbolehkan untuk pulang.

Kemungkinan besar pasca kolonoskopi Anda akan merasa kram perut ringan dan sedikit kembung. Hal ini wajar dan dapat berkurang dengan sendirinya.

Perlu diingat bahwa Anda tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, termasuk menyetir, setidaknya 24 jam setelah kolonoskopi. Hal ini dikarenakan anestesi yang diberikan pada tubuh sebelum kolonoskopi berlangsung mungkin masih ada efeknya bagi tubuh. Anda akan disarankan untuk beristirahat dari aktivitas normal paling tidak selama satu hari.

Pendarahan ringan dari dubur sangat mungkin terjadi, terutama jika pada prosedur kolonoskopi juga disertai dengan pengangkatan jaringan. Secara ideal, pendarahan ini akan berlangsung selama kurang lebih 1 hingga 2 hari.

Hasil dari kolonoskopi akan keluar kurang lebih beberapa hari setelah prosedur dilakukan. Anda dapat kembali menemui dokter Anda untuk melihat kondisi usus besar Anda.

Risiko Kolonoskopi

Kolonoskopi merupakan prosedur yang relatif aman. Adapun beberapa risiko yang mungkin muncul adalah sebagai berikut.

  • Reaksi alergi dari obat bius.
  • Robeknya dinding usus besar.
  • Efek samping lain dari obat bius.
  • Rasa nyeri yang hebat pada perut.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?