Nefrostomi

Daftar Isi

Nefrostomi adalah prosedur medis yang perlu dilakukan jika urine tidak bisa mengalir dengan baik menuju kandung kemih seperti seharusnya. Prosedur nefrostomi menggunakan kateter sebagai alat bantu dengan metode X-ray dan scan. 

Dengan melakukan nefrostomi, penyumbatan saluran ureter sebagai saluran tempat urine mengalir dapat teratasi tanpa mengganggu atau merusak kerja ginjal.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Melakukan Nefrostomi

Nefrostomi dianggap perlu untuk dilakukan jika terjadi penyumbatan pada saluran ureter karena adanya tumor, batu ginjal, infeksi saluran kemih, kehamilan, serta kerusakan pada organ yang menyalurkan urine. Kerusakan tersebut umumnya terjadi karena beberapa alasan yaitu kelainan genetika, cedera yang menyangkut fisik, terjadinya peradangan, serta terkena kanker.

Menurut teknik bedah yang dilakukan, nefrostomi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut.

Nefrostomi terbuka 

Pada nefrostomi terbuka, tubuh Anda akan dibuat sebuah sayatan yang cukup lebar pada bagian punggung dengan panjang sekitar 10 hingga 15 cm. Irisan yang sudah ada kemudian diperdalam hingga terlihat bagian pelvis renalis. 

Jika pelvis renalis sudah tampak, dokter akan menyambungkan kateter agar urine dapat mengalir seperti semestinya.

Nefrostomi perkutan

Nefrostomi perkutan merupakan jenis yang menggunakan metode bedah modern dengan menggunakan fluoroskopi. Fluoroskopi sendiri merupakan sebuah metode pemeriksaan secara real time dengan menggunakan sinar-X. Hasil dari pemeriksaan ini akan berupa gambar bersekuel atau menyerupai dengan video.

Mengingat tidak ada sayatan yang dilakukan, nefrostomi perkutan cenderung lebih cepat dan lebih aman untuk dilakukan dengan risiko perdarahan yang minim.

Akan ada kemungkinan dimana kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur nefrostomi. Kondisi yang dimaksud mencakup kondisi-kondisi berikut ini;

  • Sedang memiliki penyakit lain yang sifatnya progresif.
  • Muncul rasa nyeri yang intens pada saat prosedur nefrostomi dilakukan.
  • Pasien mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan tubuh pasien tidak dapat diposisikan tengkurap.
  • Pasien sedang mengonsumsi aspirin, heparin atau warfarin.
  • Pasien mengalami gangguan pembekuan darah seperti hemofilia dan trombositopeni atau hipertensi yang tidak dapat dikontrol.
  • Pasien mengalami hiperkalemia atau tingginya kadar kalium dalam tubuh.
  • Pasien mengalami asidosis metabolik atau kondisi dimana tubuh memproduksi asam secara berlebihan dan ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik untuk mengeluarkan asam tersebut.

Estimasi Biaya Nefrostomi

Estimasi biaya nefrostomi beragam tergantung dari rumah sakit yang dipilih, jenis metode nefrostomi yang dipilih, serta keperluan mengambil tes atau prosedur medis tambahan.

Untuk tahu estimasi biaya prosedur nefrostomi di dalam atau luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Nefrostomi

Sebelum nefrostomi dilakukan, Anda akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter. Pada tahap ini, Anda juga diharap dapat menginformasikan jenis obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Alasannya mengingat ada beberapa jenis obat yang perlu dihentikan konsumsinya sebelum nefrostomi dilakukan. 

Kemudian, Anda perlu menjalani serangkaian tes seperti tes darah lengkap, tes faal ginjal, tes sedimen urine, tes kepekaan antibiotik, kultur urine, pyelografi intravena, serta foto polos abdomen.

Dokter biasanya juga akan menganjurkan Anda untuk berpuasa sebelum nefrostomi dilakukan, kurang lebih dari 4 hingga 6 jam sebelum tindakan.

Saat Nefrostomi

Prosedur nefrostomi akan dilakukan saat Anda berada di bawah pengaruh anestesi atau obat bius. Kemudian, kateter akan dimasukkan dengan jarum dan guidewire melalui punggung serta ginjal Anda. 

Jarum ini digunakan untuk meraba posisi yang tepat sebelum diganti dengan kateter. Kateter ini sudah terpasang kantung plastik untuk menampung urine. Untuk memantau pemasangan kateter ini, dokter biasanya akan menjalankan prosedur USG atau CT scan

Proses ini akan memakan waktu kurang lebih selama 60 menit. Meski demikian, kateter akan dibiarkan terpasang dalam tubuh Anda selama beberapa hari hingga hitungan bulan. Penentuan lamanya kateter terpasang dalam tubuh Anda bergantung pada kondisi fisik serta keluhan kesehatan yang Anda alami.

Sesudah Nefrostomi

Setelah prosedur nefrostomi selesai dilakukan, Anda tidak perlu melakukan rawat inap. Namun, Anda tetap perlu berbaring di atas tempat tidur selama beberapa jam setelah prosedur selesai.

Kateter yang terpasang di tubuh Anda juga perlu dipantau serta dirawat setelah kembali dari rumah sakit. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat kateter usai prosedur nefrostomi;

  • Perban harus berada dalam kondisi bersih, kering, dan tidak bergeser dari posisi awal.
  • Kondisi kulit di sekitar area selang nefrostomi harus tidak menimbulkan reaksi apa-apa, baik itu berupa ruam atau kemerahan.
  • Kantong urine harus diperiksa secara berkala untuk memantau warna urine dan perlu dikosongkan jika penuh.
  • Kateter tidak boleh terlipat atau terpelintir karena dapat menyebabkan aliran urine yang terhambat.

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk petunjuk merawat kateter dan kantong drainase urine;

  • Setiap 7 hari sekali, ganti perban, penghalang kulit serta perangkat pelekatan lainnya sesuai petunjuk yang biasanya telah diinformasikan oleh dokter pada saat nefrostomi.
  • Selang nefrostomi perlu diganti secara berkala, kurang lebih selama 2 hingga 3 bulan sekali.
  • Jika Anda ingin menyambung kembali kantung drainase dengan selang, pastikan mengaplikasikan alkohol atau povidone iodine pada ujung penghubung kantong drainase.
  • Setelah mengosongkan kantong drainase yang penuh, ganti dengan kantong yang bersih.
  • Pada malam hari atau pada saat tidur siang, gunakan kantong drainase yang berukuran lebih besar agar dapat menampung urine yang lebih banyak.

Risiko Nefrostomi

Nefrostomi merupakan prosedur medis yang umum dilakukan dan memiliki tingkat risiko yang cukup rendah. Meski demikian, seperti tindakan medis lainnya, kemungkinan komplikasi selalu ada.

Berikut beberapa risiko yang mungkin timbul pasca prosedur nefrostomi;

  • Muncul reaksi alergi.
  • Terjadi infeksi.
  • Terjadi perdarahan.
  • Terjadi kebocoran urin.
  • Terbentuk lubang pada salah satu organ yang dimasukkan jarum. 
  • Terkena radiasi.
  • Urine merembes atau ekstravasasi urine.

Harap segera menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala berikut ini pasca prosedur nefrostomi;

  • Urine berbau tidak sedap.
  • Urine mengandung darah.
  • Demam.
  • Muntah-muntah.
  • Nyeri pada punggung atau tubuh bagian samping yang cukup intens dan tidak kunjung hilang.
  • Nyeri pada area di sekeliling selang kateter.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?