Operasi Katarak

Daftar Isi

Operasi katarak adalah tindakan operasi yang dilakukan untuk menyembuhkan katarak atau penyakit terganggunya pandangan yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh dan berkabut. Pada umumnya, katarak menimpa lansia namun pada beberapa kasus dapat juga menimpa anak-anak bahkan bayi yang baru lahir.

Gejala penyakit katarak adalah penglihatan kabur atau terganggu, kesulitan melihat benda atau cahaya terang, kesulitan dalam membedakan warna, serta kesulitan melihat dalam jarak yang cukup jauh. 

Katarak pada tahap ringan tidak membutuhkan tindakan operasi. Namun jika sudah mengganggu penglihatan dan tidak dapat terbantu oleh kacamata, operasi katarak perlu dilakukan.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Cara Kerja Operasi Katarak

Operasi katarak dilakukan dengan mengganti lensa mata dengan lensa buatan. Lensa mata yang mengalami katarak akan dihancurkan dengan alat khusus, kemudian diangkat baru kemudian diganti dengan lensa buatan. 

Estimasi Biaya Operasi Katarak

Biaya operasi katarak beragam, tergantung dari lensa yang dipilih, banyaknya tindakan medis yang dilakukan, serta rumah sakit yang dipilih. 

Untuk estimasi biaya operasi katarak di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Operasi Katarak

Sebelum operasi katarak dilakukan, bentuk dan ukuran bola mata pasien akan diukur melalui pemeriksaan USG mata guna memperkirakan lensa buatan yang dipasang di mata pasien. Lensa buatan yang akan dipasang di mata pasien terdiri dari beberapa jenis yang dapat dipilih pasien, yaitu sebagai berikut.

Lensa monofokal

Lensa monofokal merupakan lensa buatan yang paling umum diimplan ke pasien yang menjalani operasi katarak. Jarak fokus yang dimiliki lensa ini hanya satu, jarak dekat, menengah, maupun jauh yang dapat dipilih oleh pasien. Biasanya pasien memilih fokus jarak jauh kemudian bergantung pada kacamata untuk aktivitas yang membutuhkan fokus jarak dekat seperti membaca.

Lensa ini tidak dapat menyembuhkan mata silinder, sehingga bagi pasien yang memiliki silinder tetap harus menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan yang terganggu akibat silinder.

Lensa multifokal

Lensa multifokal memampukan pasien untuk melihat benda pada jarak dekat, menengah maupun jauh namun masih tidak dapat mengatasi silinder. Lensa ini didesain sedemikian rupa sehingga dapat menentukan jarak fokus dekat, menengah, maupun jauh berdasarkan komando dari otak. Atas dasar kecanggihan lensa multifokal, harganya jauh lebih mahal dibanding lensa monofokal.

Lensa torik

Berbeda dengan lensa monofokal dan multifokal, lensa torik merupakan lensa satu-satunya yang dapat membantu penglihatan pasien yang memiliki silinder. Namun, untuk aktivitas tertentu seperti membaca dan menulis, pasien tetap membutuhkan bantuan kacamata untuk dapat melihat dengan jelas.

Lensa akomodatif

Lensa jenis akomodatif merupakan lensa yang dapat menyesuaikan dalam segala situasi. Lensa ini berhubungan langsung dengan otot mata yang mengatur mencembung dan memipihnya lensa mata atau otot siliaris. Fokus akan secara otomatis disesuaikan berdasarkan letak benda dan lensa ini memiliki kemampuan untuk berpindah ke depan untuk membantu penglihatan jarak dekat maupun ke belakang untuk membantu penglihatan jarak jauh.

Pada sesi konsultasi sebelum menjalani operasi katarak, pasien wajib menginformasikan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Jika sedang mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengencerkan darah, dokter akan meminta pasien untuk menghentikannya sementara.

Pada umumnya, puasa sehari sebelum operasi katarak juga akan dianjurkan. Pasien juga akan diminta untuk mengajak salah satu anggota keluarga atau orang terdekat yang dapat menemani dan membantu proses pemulihan pasca operasi.

Saat Operasi Katarak

Pertama-tama, pupil mata akan diperlebar dengan meneteskan obat khusus. Setelah pupil melebar, anestesi lokal akan diberikan pada area mata yang akan dioperasi. Jika pasien dirasa cukup tegang saat operasi hendak dimulai, dokter akan memberikan obat penenang. Operasi katarak berlangsung selama 45 hingga 60 menit dan pasien akan tetap terjaga sepenuhnya selama prosedur operasi tersebut dengan mata tetap terbuka.

Fakoemulsifikasi

Teknik operasi katarak fakoemulsifikasi menggunakan gelombang suara atau ultrasound untuk menghancurkan lensa yang mengalami katarak. Kemudian dokter akan membuat sayatan kecil pada bagian depan kornea sesaat setelah pupil sudah melebar. Sayatan ini berguna untuk memasukkan alat khusus pemancar gelombang suara hingga sampai ke lensa pada bola mata. 

Setelah hancur, lensa yang mengalami katarak akan disedot untuk dikeluarkan dari mata. Kemudian lensa buatan baru akan dipasang di tempat yang sama kemudian sayatan akan ditutup atau dijahit dengan jahitan khusus jika diperlukan. Fakoemulsifikasi termasuk teknik yang paling umum digunakan pada operasi katarak.

Teknik laser

Operasi katarak dengan teknik laser memiliki prosedur yang hampir mirip dengan fakoemulsifikasi namun tanpa pembedahan. Perbedaannya, teknik ini menggunakan laser untuk membuat sayatan pada kornea mata. Sinar laser juga digunakan untuk menghancurkan lensa yang mengalami katarak. Prosedur berikutnya tidak berbeda dengan teknik operasi katarak jenis fakoemulsifikasi.

Operasi katarak ekstrakapsular

Teknik ini biasanya dipilih pada kondisi katarak yang cukup padat sehingga sulit untuk dihancurkan. Lensa utuh diangkat dan hanya menyisakan kapsul belakang lensa, tidak dihancurkan di dalam mata seperti teknik laser dan fakoemulsifikasi. Sayatan yang dibuat pun lebih banyak yang menyebabkan proses pemulihan pasca operasi yang lebih panjang.

Operasi katarak intrakapsular

Pada teknik ini, akan dibuat sayatan yang cukup besar untuk mengangkat keseluruhan lensa. Perbedaan dari operasi katarak ekstrakapsular adalah kapsul lensa mata juga turut diangkat dan diganti dengan lensa buatan yang baru.

Sesudah Operasi Katarak

Pasien tidak perlu menjalani rawat inap pasca operasi katarak. Meski diperbolehkan pulang, pasien tidak diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan. Peningkatan penglihatan baru akan terasa signifikan pada beberapa hari setelah operasi katarak. 

Kemungkinan pasien akan merasa ketidaknyamanan di area mata yang dioperasi yang seringkali disertai dengan rasa gatal. Meski demikian, pasien tidak dianjurkan untuk menggaruk dan menggosok-gosok mata untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Sebagai salah satu cara untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut serta untuk melindungi mata, dokter spesialis mata akan memasang perban pada mata pada beberapa hari awal setelah operasi. Kontrol secara berkala juga dianjurkan agar proses pemulihan di bawah pantauan dokter spesialis mata.

Selama masa pemulihan, dokter akan memberikan obat tetes mata guna menghindari infeksi dan peradangan. Jika mata sudah benar-benar pulih pasca operasi, kurang lebih setelah 8 hari dan pasien masih merasa membutuhkan kacamata untuk membantu penglihatan, dokter akan memberikan resep lensa kacamata.

Jika selama masa pemulihan mata pasien memerah, rasa nyeri tidak hilang meski sudah diberi obat pereda nyeri, penglihatan yang terus berkunang-kunang bahkan memburuk dan menghilang, pasien harus memberitahukan dokter. 

Setelah operasi katarak, masih ada kemungkinan pasien untuk mengalami katarak kembali. Biasanya kasus semacam ini disebabkan karena kapsul lensa yang tidak diangkat pada operasi sebelumnya mengalami pengapuran sehingga mengaburkan penglihatan. Kondisi ini membutuhkan operasi katarak sekunder untuk mengangkat kapsul lensa tersebut.

Risiko Operasi Katarak

Operasi katarak merupakan tindakan medis yang cenderung aman jika dilakukan dengan benar dan cukup jarang menimbulkan efek samping. Namun, seperti layaknya prosedur medis pada umumnya, operasi katarak masih memiliki risiko-risiko sebagai berikut.

  • Kebutaan.
  • Mata bengkak.
  • Lepasnya retina.
  • Kelopak mata turun.
  • Perdarahan pada mata.
  • Lepasnya lensa buatan.
  • Kerusakan saraf pada mata.
  • Kemunculan katarak kembali.
  • Endoftalmitis atau peradangan pada mata karena infeksi.

Penderita yang mengalami penyakit mata lain memiliki kemungkinan terkena komplikasi di atas lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit mata lain. Operasi katarak juga tidak dapat mengembalikan kualitas pandangan penderita secara total jika penderita mempunyai penyakit mata lain.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?