Pasang Gigi Palsu

Daftar Isi

Pasang gigi palsu adalah pemasangan gigi tiruan yang bisa dilepas atau dipasang kembali untuk menggantikan gigi atau gusi yang hilang. Gigi palsu sengaja dibuat semirip mungkin dengan gigi asli. 

Mungkin Anda mengira bahwa gigi palsu hanya digunakan oleh lansia, padahal pada usia berapapun disarankan untuk menggunakan gigi palsu jika Anda kehilangan gigi permanen. 

Misalnya saat Anda mengalami benturan keras yang membuat beberapa gigi Anda patah, di saat itulah dokter akan menyarankan Anda untuk menggunakan gigi palsu.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Jenis Gigi Palsu

Terdapat dua jenis gigi palsu atau gigi tiruan, yaitu:

  • Gigi Palsu Lengkap. Pernah melihat lansia yang menggunakan gigi palsu sebelum makan? Gigi palsu lengkap dapat digunakan untuk menggantikan semua gigi yang hilang. Makanya jenis gigi palsu yang satu ini kerap digunakan oleh lansia yang sudah tidak memiliki gigi, baik di bagian atas maupun bawah. Gigi palsu lengkap langsung dibuat setelah gigi dicabut dan jaringan di bagian gusi mulai pulih. Untuk siap dipasang di mulut, Anda perlu menunggu sekitar 12 minggu setelah gigi dicabut.
  • Gigi Palsu Sebagian. Jenis gigi palsu sebagian sengaja dibuat untuk menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang. Pemasangan gigi ini dilengkapi dengan perekat berbentuk klip yang terbuat dari bahan karet atau logam. Perekat tersebut berfungsi untuk menjepit gigi asli yang mengapit gigi palsu. Gigi palsu sebagian bisa digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang di rahang atas atau bawah. Selain itu, gigi palsu sebagian juga berfungsi untuk mencegah gigi lain mengalami perubahan posisi. 

Jenis Gigi Palu Lepasan

Setelah dibagi menjadi dua jenis, gigi palsu bisa dikelompokkan lagi menjadi gigi palsu lepasan dan gigi palsu permanen berdasarkan bahan yang digunakannya. Berikut beberapa jenis gigi palsu lepasan:

  • Gigi tiruan berbahan akrilik. Gigi palsu sebagian yang sudah dijelaskan sebelumnya terbuat dari bahan akrilik yang diberi kawat sebagai jembatan antara gigi palsu dengan gigi yang lain yang masih ada di rahang Anda.
  • Gigi tiruan berbahan lentur. Cara kerjanya hampir sama dengan gigi tiruan berbahan akrilik, tetapi dengan penggunaan bahan yang lebih lentur, lebih tipis, dan tanpa kawat agar bisa menempel di gusi Anda. Dari segi bentuk, gigi tiruan berbahan lentur lebih estetis dibanding gigi tiruan berbahan akrilik, karena memiliki warna yang tidak beda jauh dengan warna gusi. 
  • Gigi tiruan penuh. Merupakan gigi palsu yang dipasang pada rongga mulut ketika seluruh gigi di rahang atas, bawah, maupun keduanya telah hilang. Gigi tiruan penuh adalah jenis gigi palsu yang paling umum digunakan oleh lansia. Bahan pembuatannya bisa dari bahan akrilik atau bahan lentur. 

Jenis Gigi Palsu Permanen

Itu dia beberapa jenis gigi palsu lepasan. Sekarang simak dua jenis gigi palsu permanen yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Gigi tiruan implan. Pertama-tama sekrup implan ditanam di bagian dalam tulang rahang, kemudian gigi tiruan akan dipasang di atas sekrup implan. Jenis gigi tiruan implan bisa berfungsi untuk mengganti satu atau semua gigi Anda yang telah hilang.
  • Gigi tiruan jembatan. Jenis gigi palsu ini termasuk ke dalam gigi palsu permanen karena gigi palsu akan direkatkan pada bagian yang hilang secara permanen. 

Tujuan Pemasangan Gigi Palsu

Setiap orang yang melakukan pemasangan gigi palsu tentu memiliki alasannya masing-masing, bisa karena alasan medis atau estetika penampilan. Berikut beberapa tujuan pemasangan gigi palsu, di antaranya:

  • Menunjang penampilan. Gigi yang ompong bisa menyebabkan Anda tidak percaya diri. Gunakan gigi palsu untuk menunjang penampilan Anda. Gigi palsu juga berfungsi untuk mengembalikan bentuk asli mulut dan pipi sehingga penampilan Anda terlihat awet muda. 
  • Mencegah pergeseran gigi. Adanya ruang kosong di gusi akibat hilangnya salah satu gigi dapat menyebabkan gigi asli menjadi bergeser ke ruang kosong tersebut. Anda dapat menggunakan gigi palsu untuk mencegah terjadinya pergeseran gigi asli agar susunan gigi tidak berantakan.
  • Meningkatkan kualitas berbicara. Kehilangan gigi tentu akan memengaruhi kualitas berbicara Anda. Pemasangan gigi palsu akan membantu Anda untuk mendapatkan kemampuan lisan secara maksimal dan berkomunikasi dengan baik. 

Estimasi Biaya Pemasangan Gigi Palsu

Biaya pasang gigi palsu sangat bervariasi, tergantung jenis gigi palsu yang digunakan, jumlah gigi palsu yang dibutuhkan, dokter, dan lokasi penyedia layanan. 

Jenis gigi tiruan berbahan akrilik merupakan gigi palsu dengan harga yang paling terjangkau. Sedangkan gigi tiruan implan merupakan gigi palsu dengan harga yang paling tinggi untuk setiap pemasangannya.

Untuk mengetahui harga pemasangan gigi palsu di dalam dan di luar negeri, silakan hubungi Smarter Health. 

Sebelum Pemasangan Gigi Palsu

Pertama-tama konsultasikan dengan dokter gigi tentang masalah gigi yang sedang Anda alami supaya dokter dapat menyarankan jenis gigi palsu sesuai kebutuhan Anda. Kemudian dokter akan memasangkan gigi palsu percobaan untuk mengukur bentuk gigi dan mulut Anda. 

Dokter juga akan memeriksa bagian gusi Anda agar warnanya sesuai dengan gigi palsu. Untuk mendapat gambaran kondisi rongga mulut Anda, dokter biasanya melibatkan proses rontgen mulut atau CT scan

Setelah itu, dokter akan menjadwalkan check up kembali untuk memantau kondisi mulut Anda, karena pemasangan gigi palsu baru bisa dilakukan ketika kondisi mulut Anda dalam keadaan sehat.

Selama Pemasangan Gigi Palsu

Proses pemasangan gigi palsu dapat dibagi berdasarkan jenisnya, yaitu gigi palsu lengkap dan gigi palsu sebagian, karena setiap jenis memiliki prosedurnya masing-masing. 

Gigi palsu sudah dibuat terlebih dahulu oleh dokter gigi dan teknisi khusus setelah proses pengukuran dilakukan sebelumnya. Biasanya dokter akan mencetak model lilin untuk bisa mendapat gambaran bentuk dan ukuran gigi secara akurat. Setelah itu dokter dan teknisi akan mencetak model gigi palsu selama beberapa hari yang nantinya akan Anda gunakan sebagai gigi palsu.

Prosedur pemasangan gigi palsu sebagian diperuntukkan untuk seseorang yang hanya kehilangan satu atau beberapa gigi, sehingga dokter tidak akan mencabut gigi yang masih sehat. 

Berbeda dengan prosedur pemasangan gigi palsu lengkap di mana dokter akan mencabut semua gigi asli yang masih tersisa. Pemasangan gigi palsu lengkap baru bisa dipasang setelah cetakan gigi baru sudah selesai dan bagian gusi sudah benar-benar sembuh. 

Namun, tulang dan gusi mungkin akan mengecil selama Anda melalui proses penyembuhan setelah pencabutan gigi. Sehingga ukuran cetak gigi palsu lengkap perlu disesuaikan kembali supaya tetap nyaman saat dipasang di rongga mulut. 

Setelah Pemasangan Gigi Palsu

Gigi palsu yang sudah berhasil dipasang tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena membutuhkan perawatan secara teratur guna menjaga kualitas gigi. Jika tidak dirawat dengan baik dapat memicu risiko plak dan infeksi akibat pertumbuhan bakteri. 

Ada berbagai cara membersihkan gigi palsu setelah digunakan, seperti:

  1. Lepaskan gigi palsu secara perlahan dan keluarkan dari mulut.
  2. Nyalakan keran, siram gigi palsu dengan air, dan bersihkan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi palsu.
  3. Gunakan sikat dan pasta gigi khusus gigi palsu untuk menyikat area gigi palsu dari sisa-sisa makanan. Anda hanya perlu menyikat secara perlahan agar kualitas gigi palsu tetap terjaga.
  4. Jika gigi palsu sudah selesai disikat, bersihkan sikat yang baru saja digunakan dengan air bersih. 
  5. Gigi palsu sudah bisa digunakan kembali. 

Risiko Pemasangan Gigi Palsu

Gigi palsu yang dirawat dengan baik cukup aman untuk dipakai, tetapi akan berbeda kasusnya jika gigi palsu tidak dirawat dengan baik. Kondisi ini akan menimbulkan risiko gangguan kesehatan. 

Berikut beberapa risiko pemasangan gigi palsu yang patut Anda perhatikan, seperti:

  • Bentuk wajah berubah.
  • Susah berbicara di awal penggunaan. 
  • Susah mengunyah dan menelan di awal penggunaan.
  • Pneumonia atau paru-paru basah, bisa terjadi jika Anda tidak melepas gigi palsu saat tidur.
  • Gangguan kesehatan mulut jika tidak dibersihkan, seperti gusi berdarah, gusi bengkak, bau tidak sedap, plak, dan lain-lain.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?