Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Daftar Isi

Resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation) atau CPR adalah tindakan medis darurat yang dilakukan untuk orang-orang yang kesulitan bernapas secara normal atau mengalami henti jantung dengan cara menekan di area dada korban.

Mulai dari orang tua, orang dewasa, anak kecil, hingga bayi dapat ditolong dengan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, perlu adanya penyesuaian tekanan pada area dada korban jika korban merupakan anak-anak atau bayi. Hal ini dikarenakan tulang bayi atau anak-anak cenderung lebih ringkih.

Berikut kondisi-kondisi korban yang memerlukan resusitasi jantung paru (CPR).

  • Tercekik.
  • Mengalami kecelakaan.
  • Hampir atau telah tenggelam.
  • Mengalami serangan atau henti jantung.
  • Tersedak hingga jalur pernapasan tidak lancar.
  • Keracunan narkotika, alkohol, dan zat-zat lainnya.
  • Terlalu banyak menghirup asap hingga sesak napas.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Cara Kerja Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Resusitasi jantung paru (CPR) dilakukan dengan mengkompresi dada serta memberikan napas buatan bagi orang yang membutuhkan. Dengan melakukan resusitasi jantung paru, fungsi napas serta sirkulasi darah dalam tubuh yang terhenti dipaksa untuk berfungsi kembali serta untuk membuat darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh bagian tubuh.

Sebelum Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Sebelum melakukan resusitasi jantung paru (CPR), pastikan orang yang membutuhkan pertolongan telah berbaring dalam kondisi yang aman. Misalnya jika orang yang membutuhkan pertolongan awalnya pingsan di tengah jalan, pindahkan ke pinggir jalan. Pastikan juga korban terbaring di permukaan yang keras agar tubuhnya tertopang dengan baik. 

Kemudian, cek apakah korban masih sadar. Jika masih sedikit sadar, pastikan Anda terus berkomunikasi dengan korban untuk menjaga agar ia tetap sadar. Jika tidak sadar, cek apakah korban masih merespon dengan panggilan suara atau merespon jika diberi tepukan pada tubuh. 

Cek juga denyut nadi dan detak jantung orang yang membutuhkan pertolongan. Jika tidak dapat ditemukan, Anda dapat segera melakukan resusitasi jantung paru. Pastikan juga ada yang segera menghubungi ambulans.

Selama Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Tahapan melakukan resusitasi jantung paru (CPR) terdiri dari tiga langkah yang sering disebut dengan C,A,B atau: 

  1. Compression, 
  2. Airways, dan 
  3. Breathing. 

1. Compression atau kompresi

Tahap pertama ini dilakukan dengan cara menekan dada. Pertama-tama, Anda dapat berlutut di samping leher dan bahu korban. Lalu letakkan satu tangan di area tengah dada kemudian letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama. 

Eratkan jari-jari tangan Anda kemudian tekan dada sedalam kurang lebih 5 hingga 6 cm sebanyak kurang lebih 100 hingga 120 kali tiap menit hingga orang tersebut menunjukkan respon. Pastikan Anda tidak hanya menekan dengan kedua telapak tangan, namun juga dengan berat tubuh bagian atas.

2. Airways atau membuka jalur napas 

Tindakan resusitasi jantung paru (CPR) berikutnya adalah membuka jalur pernapasan korban. Dongakkan kepala korban, kemudian letakkan kedua tangan Anda di dahinya. Angkat dagu korban pelan-pelan agar saluran pernapasannya terbuka.

Perhatikan apakah ada tanda-tanda pembukaan jalur napas ini berhasil dengan cara memperhatikan pergerakan dada, mendengarkan suara pernapasan seperti suara yang terengah-engah atau suara ketika hendak mengambil napas. Jika tidak terdengar apa-apa, dekatkan pipi dan telinga Anda ke daerah mulut korban dan coba rasakan apa ada hembusan napas.

3. Breathing atau memberi napas bantuan

Tahap selanjutnya dari tindakan resusitasi jantung paru (CPR) adalah dengan memberikan napas bantuan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjepit hidung korban terlebih dahulu. Kemudian, posisikan mulut Anda di mulut korban dan tiupkan napas ke dalam mulut korban. Lakukan tindakan ini sembari memeriksa apakah dada korban mengembang dan mengempis seperti sedang bernapas.

Setelah kurang lebih 30 kali kompresi dada, iringi dengan dua kali bantuan napas, dan begitu seterusnya. Namun sebaiknya tahap ini dilakukan hanya oleh mereka yang telah mendapatkan pelatihan khusus sebelumnya.

Jika belum mendapat pelatihan, sebaiknya Anda berhenti pada langkah kompresi dada. Jika korban menunjukkan respon dalam bentuk apapun seperti terbatuk atau kembali bernapas, segera hentikan tindakan resusitasi jantung paru (CPR).

Namun, dalam kondisi-kondisi kritis, Anda dapat mencoba memberikan napas buatan sebagai bentuk pertolongan pertama.

Risiko Resusitasi Jantung Paru (CPR)

Resusitasi jantung paru (CPR) sebaiknya dilakukan pada tiga menit pertama setelah terjadinya henti jantung atau kesulitan bernapas. Periode tiga menit pertama ini dikenal juga dengan masa-masa emas.

Resusitasi jantung paru (CPR) yang dilakukan pada masa emas dapat meminimalisir kerusakan otak. Sebaliknya, jika dilakukan lebih dari tiga menit pertama, ada risiko korban selamat namun mengalami kerusakan otak.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?