Rhinoplasty

Daftar Isi

Rhinoplasty atau nose job atau filler hidung adalah tindakan operasi untuk mengubah dan merekonstruksi bentuk hidung; biasanya agar lebih mancung. 

Hidung manusia disokong oleh tulang hidung atas (nasal bone) serta tulang rawan (cartilage). Prosedur rhinoplasty memungkinkan untuk mengubah nasal bone, atau cartilage, atau kulit, atau ketiganya.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Rhinoplasty

Rhinoplasty sering dilakukan untuk mengubah bentuk hidung agar sesuai dengan yang diidam-idamkan. Berikut perubahan yang mungkin dilakukan melalui rhinoplasty.

  • Perubahan ukuran.
  • Perubahan angle hidung. 
  • Pelurusan pangkal hidung.
  • Penyempitan lubang hidung.
  • Pembentukan ulang ujung hidung. 

Tidak hanya untuk alasan kecantikan, tindakan rhinoplasty juga dilakukan dengan beberapa tujuan lain, yaitu sebagai berikut.

  • Memperbaiki cacat hidung bawaan.
  • Memperbaiki bentuk hidung pasca kecelakaan.
  • Mengubah bentuk hidung yang kurang ideal agar sistem pernapasan lebih lancar.

Untuk alasan mengubah penampilan, rhinoplasty hanya dapat dilakukan saat tulang atas hidung (nasal bone) sudah tumbuh sepenuhnya. Pada perempuan, kondisi ini akan dicapai ketika berumur 15 tahun sedangkan pada laki-laki membutuhkan beberapa tahun lebih banyak. Namun untuk alasan kesehatan, rhinoplasty dapat dijalankan pada pasien yang berusia muda sekalipun.

Estimasi Biaya Rhinoplasty

Biaya tindakan rhinoplasty beragam, tergantung dari banyaknya perubahan yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan serta rumah sakit yang dipilih. 

Untuk estimasi biaya rhinoplasty di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Rhinoplasty

Rhinoplasty merupakan tindakan yang mengubah bagian tubuh secara permanen. Oleh karena itu, berikut hal-hal yang perlu dilakukan sebelum menjalankan rhinoplasty.

Pemeriksaan fisik

Pada tahap ini, hidung Anda akan dipotret dari berbagai sisi. Tujuannya adalah untuk membuat rancangan operasi menggunakan sebuah aplikasi komputer. Dari gambaran ini, dokter juga akan memperkirakan ukuran hidung yang proporsional setelah disesuaikan dengan keseluruhan wajah Anda. 

Selain itu, dokter juga akan memeriksa kulit, kekuatan tulang rawan, tes darah, serta tes laboratorium lainnya untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko yang tidak diinginkan.

Kontrol riwayat kesehatan

Anda perlu menyampaikan riwayat kesehatan Anda, mulai dari tindakan operasi yang pernah Anda lakukan seumur hidup, alergi, serta kondisi kesehatan lainnya.

Anda juga perlu menyampaikan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Hanya konsumsi obat dari dokter

Sejak dua minggu sebelum tindakan rhinoplasty, hindari obat yang mengandung aspirin atau ibuprofen. Kedua kandungan ini dapat meningkatkan risiko pendarahan. Juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pengobatan herbal atau obat yang dijual bebas.

Hindari merokok

Perokok cenderung membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dari rhinoplasty. Hal ini dikarenakan kadar nikotin dalam tubuh mempengaruhi penurunan sel darah yang berpengaruh pada kadar oksigen yang lebih sedikit dalam pemulihan jaringan. Dengan tidak merokok sebelum dan sesudah rhinoplasty, proses pemulihan dipercaya akan menjadi lebih cepat.

Selama Rhinoplasty

Rhinoplasty membutuhkan tindakan anestesi lokal dengan obat penenang atau anestesi total, tergantung pada tingkat kompleksitas operasi. Anestesi lokal dilakukan jika perubahan yang dilakukan hanya sedikit serta jika pasien adalah anak-anak.

Setelah anestesi bekerja, dokter bedah akan membuat sayatan dari dalam atau di antara lubang hidung. Kulit hidung juga akan dipisahkan dari hidung pasien kemudian dokter bedah akan mulai mengubah bentuk tulang hidung.

Perubahan bentuk dari nasal bone atau cartilage dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung seberapa banyak yang perlu diangkat atau ditambahkan, struktur hidung awal, dan material yang tersedia.

Jika hidung hanya membutuhkan tambahan sedikit tulang rawan, dokter bedah akan mengambilnya dari telinga atau dari hidung bagian dalam. Jika tulang rawan yang dibutuhkan lebih banyak, kemungkinan akan dilakukan implantasi atau cangkok tulang.

Prosedur rhinoplasty akan berlangsung selama kurang lebih satu setengah hingga dua jam. Namun untuk prosedur yang lebih kompleks, akan membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang.

Sesudah Rhinoplasty

Pasca tindakan rhinoplasty, biasanya pasien tidak perlu melakukan rawat inap. Perban yang dipasang pada hidung juga biasanya akan dilepas keesokan paginya. Pasien mungkin akan mengalami mimisan pada 15 menit pertama.

Setelah pasien diperbolehkan untuk pulang, pasien diimbau untuk lebih banyak beristirahat selama kurang lebih 2 minggu. Untuk mengurangi pembengkakan dan pendarahan, pasien disarankan untuk berbaring dengan kepala yang lebih tinggi dari dada. Jahitan yang ada pada hidung biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun jika tidak, pasien perlu menemui dokter bedah kembali untuk mencabut jahitan di hidung.

Dalam masa-masa ini, pasien juga dianjurkan untuk menghindari kerumunan agar meminimalisir kemungkinan hidung pasien terhimpit. Selain karena takut terhimpit, pasien dianjurkan untuk menjaga kesehatan agar tidak terkena flu. Flu dapat menyebabkan infeksi pada hidung yang baru selesai dioperasi.

Olahraga, mandi air hangat, serta menundukkan kepala juga merupakan hal-hal yang harus dihindari oleh pasien pasca rhinoplasty. Sebaiknya juga menghindari pergerakan wajah berlebihan seperti tertawa atau tersenyum lebar. Juga perlu diperhatikan untuk menjaga pergerakan bibir bagian atas pada saat menggosok gigi.

Perlu diketahui juga bahwa hasil akhir hidung tidak langsung terlihat sesaat setelah operasi selesai. Selama beberapa bulan, hidung pasien akan pelan-pelan menyesuaikan bentuk sampai akhirnya menjadi seperti yang diinginkan.

Obat yang diberikan pada saat rhinoplasty dapat mempengaruhi memori serta respon tubuh yang lebih lambat. Pasien dianjurkan untuk ditemani pada beberapa hari setelah tindakan rhinoplasty.

Risiko Rhinoplasty

Seperti tindakan medis lainnya, rhinoplasty memiliki risiko efek samping pasca tindakan, yaitu sebagai berikut:

  • Infeksi.
  • Pembengkakan pada hidung.
  • Pemulihan luka yang tidak sempurna.
  • Perubahan warna kulit atau diskolorasi.
  • Peluang perlu melakukan operasi ulang.
  • Perforasi atau timbulnya lubang pada septum.
  • Hasil akhir bentuk hidung yang mungkin tidak sesuai keinginan.
  • Rasa sakit atau bahkan mati rasa pada area hidung dan sekitarnya.
  • Risiko perdarahan yang juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?