Spiral (Intrauterine Device)

Daftar Isi

Intrauterine Device (IUD) atau yang dikenal spiral adalah kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim. Seperti alat kontrasepsi pada umumnya, IUD berfungsi untuk mencegah kehamilan namun dengan tingkat efektivitas yang lebih tinggi. Dengan pemasangan IUD, perjalanan sperma menuju saluran rahim terhambat sehingga mencegah pembuahan.

Bentuk IUD berupa plastik yang menyerupai huruf T. Ukuran IUD relatif kecil, yaitu antara 28 mm x 30 mm hingga 32 mm x 36 mm.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Cara Kerja Intrauterine Device (IUD)

Intrauterine device atau IUD hanya perlu dipasang satu kali pada rahim yang dimasukkan melalui vagina dan dapat mencegah kehamilan sampai 3 hingga 10 tahun. Meski kemampuan mencegah kehamilannya yang cukup lama, IUD dapat dengan mudah dilepas ketika sedang merencanakan kehamilan dan tidak berpengaruh sama sekali dengan kesuburan.

IUD terbilang bentuk alat kontrasepsi yang paling efektif di antara alat kontrasepsi lainnya. Tidak hanya itu, berbeda dengan alat kontrasepsi lain seperti pil KB, pemasangan IUD tidak berpengaruh pada kenaikan berat badan.

IUD hanya dapat berfungsi sebagai pencegah kehamilan namun tidak dapat mencegah penyakit menular seksual. Oleh sebab itu, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas seksual yang aman.

Pemasangan IUD juga tidak dapat dilakukan pada wanita yang merokok, memiliki penyakit radang panggul, memiliki kelainan pada rahim, mengalami kanker serviks, kanker payudara, liver, dan penyakit menular seksual.

Jenis-jenis Intrauterine Device (IUD)

Jenis intrauterine device (IUD) terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

IUD hormonal

IUD jenis ini sekaligus melepaskan hormon progestin ketika terpasang pada rahim. Hormon ini berdampak pada pengentalan lendir di daerah serviks. Hal ini menyebabkan dalam perjalanannya mencapai sel telur, sperma dapat terperangkap di lendir dan kemudian tidak mencapai sel telur dan pembuahan dapat dicegah.

Pemakaian IUD jenis ini dapat mengurangi rasa nyeri, kram, serta perdarahan selama menstruasi. Tidak hanya itu, IUD hormonal juga dapat menurunkan risiko kehamilan 

IUD non-hormonal

IUD jenis ini tidak mengandung hormon sama sekali dan hanya memiliki tempelan yang terbuat dari tembaga. Tembaga tersebut akan melepaskan ion-ion yang dapat melemahkan pergerakan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi dan kehamilan dapat dicegah. IUD jenis ini lebih disarankan bagi ibu yang sedang menyusui agar kualitas air susu ibu (ASI) tetap terjaga.

Estimasi Biaya Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Biaya yang dibutuhkan untuk memasang intrauterine device (IUD) cenderung lebih mahal dibanding alat kontrasepsi bentuk lain seperti pil KB. Meski demikian, harganya masih terbilang terjangkau mengingat IUD hanya perlu dipasang sekali dalam rentang waktu yang cukup lama.

Biaya pemasangan IUD beragam, tergantung dari jenis IUD yang dipilih, merk IUD, serta pemilihan rumah sakit yang menangani. 

Untuk estimasi biaya pemasangan IUD di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Sebelum intrauterine device (IUD) dipasang, Anda disarankan untuk tidak membiarkan perut Anda kosong agar tidak pusing saat pemasangan IUD. Disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan dan minum air putih. 

Mengingat pemasangan IUD tidak diperbolehkan pada yang sedang hamil, dokter juga akan mengambil sampel urine Anda sebelum pemasangan IUD untuk memastikan bahwa Anda tidak sedang hamil.

Untuk mengurangi rasa nyeri selama proses pemasangan, silakan konsultasi kepada dokter mengenai obat-obatan apa yang dibutuhkan, misalkan ibuprofen atau acetaminophen.

Anda juga disarankan untuk rileks dan tidak tegang. Pemasangan IUD dalam kondisi yang tegang dapat membuat IUD tidak terpasang dengan benar dan dapat lepas dengan sendirinya sebelum waktunya.

Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Saat intrauterina device (IUD) dipasang, Anda akan diminta untuk berbaring di kursi pemeriksaan dan mengangkat kaki ke atas. Kemudian dokter akan memasukan spekulum secara perlahan melalui vagina. Hal ini dilakukan untuk memperlebar lubang vagina untuk memudahkan memasukkan IUD ke dalam rahim.

Pada proses pemasangan ini pula, vagina akan dibersihkan menggunakan cairan antiseptik, kemudian akan dimasukkan anestesi lokal ke leher rahim, sambil memasukkan alat yang disebut uterine sound atau aspirator endometrium yang berfungsi untuk mengukur kedalaman rahim. Alat ini sudah disterilkan sebelum penggunaan.

Kemudian, lengan di kedua sisi IUD dilipat dan dimasukkan ke dalam tabung aplikator. Tabung tersebut kemudian dimasukkan ke leher rahim hingga sampai ke dalam rahim. Setelah memastikan sudah berada di rahim, IUD akan didorong hingga keluar dari tabung. Secara otomatis, proses ini akan melepaskan lengan IUD dan tabung aplikator akan dilepas dari rahim.

Proses ini tidak membutuhkan waktu lebih dari 15 menit. Namun setelah selesai, Anda tidak disarankan untuk langsung pulang, melainkan tetap tinggal di rumah sakit atau klinik selama beberapa waktu agar IUD dapat dipastikan sudah terpasang dengan baik dan benar.

Setelah Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Meski proses pemasangan IUD sudah selesai, Anda tidak dianjurkan untuk langsung berdiri. Hal ini dikarenakan ketika terburu-buru langsung berdiri dapat menyebabkan kemungkinan Anda untuk pingsan. 

Selain itu, biasanya setelah IUD terpasang, Anda akan merasa kram. Beberapa juga melaporkan merasakan sakit kepala. Sakit yang dirasakan pasca pemasangan IUD akan lebih intens pada mereka yang belum pernah hamil sama sekali. Oleh karena itu, pemasangan IUD lebih dianjurkan bagi mereka yang sudah pernah hamil.

Risiko Pemasangan Intrauterine Device (IUD)

Pemasangan intrauterine device (IUD) cenderung aman jika dilakukan dengan benar. Namun beberapa risiko yang mungkin timbul dari pemasangan IUD adalah sebagai berikut.

  • Kemungkinan sebagian atau seluruhnya IUD bergeser dari tempat awal dipasang.
  • Mengalami perdarahan dalam bentuk bercak-bercak terutama pada masa-masa awal pemakaian.
  • Bagi yang menggunakan IUD hormon biasanya akan mempengaruhi kesehatan layaknya sedang PMS seperti muncul jerawat, sakit kepala, pegal-pegal di beberapa area badan serta rasa nyeri di area payudara.
  • Bagi yang menggunakan IUD non-hormon atau tembaga, biasanya lebih rentan mengalami perdarahan menstruasi serta kram.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?