Tips Berhubungan Intim di Usia Tua

Tips Berhubungan Intim di Usia Tua

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Seiring bertambahnya usia pernikahan, seringkali hubungan seksual semakin ditinggalkan dalam hubungan. Hal ini didasari oleh beberapa faktor, seperti menopause pada wanita. Padahal, berhubungan seksual pada usia lanjut dapat membawa manfaat bagi hubungan.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Manfaat Berhubungan Intim pada Usia Tua 

Berhubungan intim pada usia lanjut, selain bermanfaat bagi kesehatan secara fisik, juga bermanfaat bagi psikologis kedua belah pihak. Salah satu manfaat bagi kesehatan secara fisik yang dimaksud adalah potensi menurunnya risiko terkena penyakit jantung koroner jika dibandingkan dengan mereka di usia lanjut yang tidak lagi melakukan hubungan intim.

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan secara fisik, manfaat secara psikologis yang didapat dari berhubungan intim pada usia lanjut adalah menurunkan kadar stres dan depresi, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri kedua belah pihak.

Penelitian bahkan menunjukkan, berhubungan intim pada usia lanjut juga dapat membuat hubungan di antara keduanya menjadi lebih dekat. Kedekatan hubungan secara emosional ini juga dapat memicu kesehatan mental yang lebih baik. 

Berhubungan intim pada usia lanjut juga dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang memunculkan perasaan bahagia atau gembira. Selain berdampak pada kondisi psikologis, kadar endorfin berbanding lurus dengan aktivasi sistem kekebalan tubuh. Semakin tinggi kadar endorfin, semakin tinggi pula sistem kekebalan tubuh yang dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung.

Apakah Berbahaya Berhubungan Intim pada Usia Tua?

Tidak sedikit orang yang tidak lagi berhubungan intim pada usia lanjut dikarenakan pemikiran bahwa hal tersebut akan membahayakan. Namun benarkah demikian?

Pada usia lanjut, hubungan intim pada dasarnya tidak berbahaya selama dilakukan dalam cara dan frekuensi yang tepat dan tidak berlebihan. Frekuensi berhubungan intim yang dianjurkan pada usia lanjut adalah maksimal dua kali dalam satu minggu. 

Jika dilakukan dalam frekuensi yang terlalu sering, dikhawatirkan bukannya menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, justru malah meningkatkan risikonya. Mengapa demikian?

Hal tersebut disebabkan karena stamina yang menurun seiring bertambahnya usia. Seringkali, laki-laki akan mengonsumsi suplemen penambah stamina atau obat kuat. Konsumsi suplemen dan obat kuat jika dikonsumsi secara berlebihan akibat terlalu sering berhubungan intim ini yang dapat menjadi bumerang dan memunculkan dampak negatif pada tubuh.

Tantangan Berhubungan Intim pada Usia Tua

Perubahan fungsi seksual

Seiring bertambahnya usia, perubahan fungsi seksual umumnya terjadi baik secara perlahan atau secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya. Perubahan fungsi seksual yang dimaksud adalah:

Penurunan gairah seks

Gairah seks turut dipengaruhi oleh usia seseorang. Berikut adalah beberapa perbedaan perubahan gairah seks pada setiap tahapan dekade usia:

  • Gairah seks tergolong kuat pada usia 20-an. Hal ini dapat disebabkan karena rentang usia ini merupakan tahap permulaan hubungan yang baru. Selain itu, secara alamiah dorongan untuk bereproduksi juga cukup tinggi. 
  • Gairah seks sedikit menurun secara alami pada usia 30-an. Pada rentang usia ini, hormon testosteron cenderung berkurang sehingga berujung pada penurunan gairah seks secara alami. Pada rentang usia ini, umumnya juga menjadi waktu tersibuk khususnya bagi perempuan yang sedang berfokus untuk mengembangkan karier atau mengurus anak. Keduanya membutuhkan perhatian dan energi tinggi sehingga perempuan merasa lebih butuh istirahat pada malam hari.
  • Gairah seks menurun drastis pada usia 40-an. Tidak hanya gairah seks yang menurun pada rentang usia ini, melainkan juga suasana hati dan sensasi yang dirasakan ketika bersentuhan. Rentang usia ini juga merupakan masa perempuan memasuki masa pramenopause yang berkaitan dengan fluktuasi hormon dan gairah seks.

Disfungsi ereksi 

Risiko disfungsi ereksi semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, ada beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi. Faktor tersebut meliputi kondisi kesehatan seperti kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol tinggi, konsumsi narkotika dan obat-obatan berbahaya, obesitas, pemakaian obat-obatan, diabetes dan penyakit jantung.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan di atas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Agar mengetahui cara yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, konsultasikan ke dokter spesialis. 

Untuk rekomendasi rumah sakit dan membuat janji dengan dokter spesialis di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Tips Berhubungan Intim pada Usia Tua

Jaga kesehatan

Dalam berhubungan seksual, diperlukan kekuatan otot dan kelenturan tubuh. Untuk itu, sebaiknya Anda menerapkan gaya hidup sehat dengan menata pola makan dan rutin berolahraga. 

Jika dilakukan secara rutin, olahraga dapat menjaga bentuk badan sehingga juga dapat meningkatkan kepercayaan diri sehingga Anda tidak menutup diri dari berhubungan intim bersama pasangan.

Jaga komunikasi

Utamakan kejujuran dalam hubungan seksual Anda dan cobalah terbuka mengenai pikiran dan perasaan Anda terkait hubungan seksual bersama pasangan. Semakin bertambahnya usia, tentu ada beberapa hal yang berbeda jika dibandingkan dengan hubungan seksual waktu usia muda. Gairah seks, misalnya.

Jika diperlukan, dedikasikan waktu tersendiri untuk membahas topik yang perlu komunikasi mendalam seperti disfungsi ereksi atau mengatasi libido rendah. Cari waktu yang tepat dan ketika posisi kedua pihak sedang santai. Hindari membicarakannya pada saat hubungan seks sedang akan berlangsung.

Usahakan rangsangan seksual

Rangsangan seksual umumnya menurun pada usia yang lanjut, namun hal ini dapat diatasi dengan menjaga diri pada kondisi rileks serta fleksibel untuk membantu proses stimulasi seksual.

Cobalah pendekatan yang berbeda seperti melakukan pemanasan seksual, perlahan tapi pasti.

Manfaatkan alat bantu

Jika diperlukan, manfaatkan penggunaan alat bantu seperti vibrator atau sex toy lainnya. Produk-produk tersebut dalam membantu stimulasi gairah seksual. Produk-produk tersebut umumnya juga dirancang untuk membantu masalah seksual atau kondisi kesehatan tertentu, seperti lamban dalam terangsang atau artritis.

Eksperimen dengan posisi

Tips lain yang dapat dicoba adalah dengan mencoba beberapa posisi yang belum pernah atau jarang dilakukan sebelumnya. Selain untuk meningkatkan antusiasme, coba juga posisi yang dapat meningkatkan kenyamanan tubuh pada saat berhubungan intim, seperti mengganjal tubuh dengan bantal.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?