Tips Memberikan MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan

Tips Memberikan MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

MPASI adalah sebutan lain untuk makanan pendamping ASI yang biasanya diperkenalkan kepada bayi saat mereka berusia sekitar 6 bulan. Pada dasarnya, bayi tetap akan mendapatkan sebagian besar energi dan nutrisi dari ASI atau susu formula. Selain itu, MPASI yang merupakan makanan padat juga diberikan kepada bayi agar mendapatkan makanan yang lebih sehat. 

Jumlah dan variasi MPASI akan terus bertambah secara bertahap hingga bayi dapat mengonsumsi makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya, tapi dalam porsi yang lebih kecil. 

Namun, ada beberapa kriteria bayi yang dianggap sudah mampu mengonsumsi MPASI. Agar tidak salah langkah, Smarter Health akan membagikan informasi lengkap seputar cara memberikan MPASI dengan baik dan benar kepada bayi. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tanda Bayi Sudah Siap MPASI

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama setelah bayi lahir. Tetapi pada usia 4 hingga 6 bulan, umumnya bayi sudah siap untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI atau susu formula. 

Pada masa tersebut, biasanya bayi berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya dan mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padar dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang agar bisa ditelan. 

Ada tanda-tanda bayi sudah siap MPASi yang perlu Anda perhatikan. Biasanya tanda ini muncul pada saat bayi berusia sekitar 6 bulan yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap mengonsumsi makanan padat pertama. Berikut ini tanda-tandanya:

  • Bayi mampu menelan makanan. 
  • Si kecil duduk tanpa bantuan Anda dengan kepala tersangka dengan baik oleh tubuh.
  • Bayi mampu mengkoordinasikan mata, tangan, dan mulut, sehingga mereka dapat melihat makanan, mengambil, dan memasukkannya ke dalam mulut mereka sendiri. 
  • Bayi menunjukkan keinginan untuk makan dengan mencondongkan tubuh ke depan dan membuka mulutnya. 

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah bayi sudah siap MPASI atau belum. 

Namun, ada pula beberapa perilaku bayi yang kerap disalahartikan orangtua sebagai tanda bahwa bayi sudah siap mengonsumsi MPASI, di antaranya:

  • Bayi menginginkan susu tambahan.
  • Si kecil mengunyah kepalan tangan mereka.
  • Bayi lebih sering bangun di malam hari daripada biasanya.

Semua itu adalah perilaku normal bayi dan belum tentu sebagai penanda bahwa bayi lapar atau siap untuk mengonsumsi MPASI. 

Apa Menu MPASI Pertama Bayi?

Kebanyakan orangtua memilih untuk memberikan sereal bayi yang diperkaya zat besi, karena bayi membutuhkan zat besi agar tetap sehat selama masa perkembangan. Cara membuatnya cukup mudah, yakni cukup campurkan beberapa sereal bubuk dengan ASI atau susu formula bayi. Nantinya bayi akan mampu mengonsumsi makanan yang lebih padat dari waktu ke waktu. 

MPASI pertama bayi tidak harus sereal, karena sebenarnya tidak ada aturan yang spesifik. Beberapa dokter menyarankan bubur sayuran sebagai MPASI pertama bayi. Sedangkan yang lainnya menyarankan bubur buah. 

Setelah beberapa bulan, bayi akan mencoba berbagai jenis makanan, seperti sereal, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, daging, ikan, kuning telur, serta produk olahan susu seperti keju dan yoghurt

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter tentang alergi atau masalah lain yang mungkin Anda miliki.

Bagaimana Jika Bayi Menolak Makanan Pertamanya?

Merupakan hal yang normal jika bayi menolak makanan pertamanya. Bisa jadi karena rasa atau teksturnya yang asing bagi mereka. Jangan paksa bayi jika menolak untuk menyusu. Coba lagi dalam seminggu. Jika masalah masih terus berlanjut, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk memastikan kondisi tersebut bukan sebagai penanda adanya masalah kesehatan tertentu pada bayi. 

Apa Menu MPASI yang Harus Disajikan?

Meski Anda mulai memperkenalkan MPASI kepada bayi, tetap lanjutkan menyusui bayi Anda dengan ASI atau susu formula. Kemudian sajikan menu MPASI bayi berikut ini:

Mulailah dengan yang sederhana

Anda dapat menawarkan makanan tunggal yang tidak mengandung gula dan garam. Tunggu selama 3 hingga 5 hari setiap Anda memberi menu makanan baru dan selama itu perhatikan respon bayi, seperti diare, muntah, atau muncul ruam kemerahan. Setelah memperkenalkan makanan bahan tunggal, Anda bisa mengkombinasikannya.

Memenuhi kebutuhan nutrisi

Zinc dan zat besi adalah nutrisi yang sangat penting, terutama di paruh kedua tahun pertama bayi. Jenis nutrisi ini banyak ditemukan di dalam bubur daging dan sereal berbiji tunggal yang diperkaya zat besi.

Memberikan sereal bayi

Campurkan 1 sdm sereal bayi berbiji tunggal dengan 4 sdm (60 ml) ASI atau susu formula. Bantu bayi Anda duduk tegak dan tawarkan sereal dengan sendok kecil sebanyak 1 atau 2 kali sehari setelah menyusu. Setelah bayi terbiasa menelan sereal yang encer, tambahkan ukuran porsinya seiring waktu. 

Tambahkan sayur dan buah-buahan

Perkenalkan bubur sayur dan buah-buahan yang tidak mengandung gula atau garam secara bertahap. Tunggu selama 3 hingga 5 hari di antara setiap makanan baru yang Anda sajikan. 

Cincang makanan sampai halus

Pada usia 8 hingga 10 bulan, umumnya bayi dapat menghabiskan porsi kecil makanan yang dicincang kecil-kecil, seperti sayuran, buah-buahan lembut, pasta, keju, daging yang dimasak dengan baik, biskuit bayi, dan sereal.

Jangan berikan jus kepada bayi sampai mereka berusia di atas 1 tahun, karena jus bukan bagian utama dari makanan bayi dan tidak semahal buah utuh. Terlalu banyak mengonsumsi jus dapat menyebabkan masalah berat badan, diare, dan kerusakan gigi. Jika tetap ingin memberikan jus kepada bayi, pastikan itu adalah jus dengan 100% buah dan batasi sebanyak 4 ons sehari. 

Tips Memberi MPASI Pertama Bayi

Saat baru memberikan MPASI kepada bayi, jangan mengkhawatirkan seberapa banyak mereka makan, karena yang terpenting adalah membiasakan mereka mencoba rasa dan tekstur baru, serta mempelajari cara menelan makanan. Selain dari MPASI, bayi tetap mendapatkan energi dan nutrisi dari ASI atau susu formula. 

Berikut ini tips memberikan MPASI pertama kali kepada bayi yang bisa Anda terapkan sendiri, di antaranya:

  • Berikan waktu kepada bayi untuk beradaptasi dengan makanan baru.
  • Berikan pujian setiap bayi berhasil menelan MPASI, karena ada beberapa bayi yang dapat menerima rasa dan tekstur baru lebih cepat daripada bayi lainnya. 
  • Biarkan bayi Anda menyentuh makanan dan menyusu sendiri menggunakan jari-jarinya. Jika Anda menggunakan sendok, bayi mungkin ingin memegangnya. 
  • Biarkan bayi menunjukkan tanda kapan mereka merasa lapar atau kenyang. Sebaiknya berhenti menyuapi bayi ketika mereka menunjukkan tanda-tanda sudah muak, seperti menutup mulut atau memalingkan muka. Jika Anda menggunakan sendok, tunggu sampai bayi membuka mulut sebelum Anda menawarkan makanan. 
  • Tetap sabar dan tawarkan berbagai macam makanan di kesempatan berikutnya, bahkan makanan yang tampaknya tidak mereka sukai. Setidaknya diperlukan 10 kali percobaan atau bahkan lebih sampai bayi terbiasa dengan rasa dan tekstur makanan batu. Akan ada hari-hari tertentu di mana mereka makan lebih banyak atau sebaliknya. Ini merupakan hal yang normal. 

Tips seputar MPASI bayi di atas bisa Anda praktekkan sendiri di rumah. Jika mengalami kendala, lakukan tele-konsultasi dengan dokter spesialis anak dari rumah sakit di dalam atau luar negeri melalui layanan gratis Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?