Tips Menyusui Bayi, Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Tips Menyusui Bayi, Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Anda mungkin mengalami kendala saat menyusui bayi yang baru lahir. Apalagi volume ASI bisa pasang surut. Ini bisa menjadi pengalaman yang penuh kasih dan ikatan batin antara ibu dan anak, terutama saat sesi menyusui tidak berjalan sesuai rencana. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di saat 83% ibu segera menyusui bayi setelah lahir, hanya 57% yang masih menyusui 6 bulan kemudian. Itu adalah angka yang sangat rendah, karena pemberian ASI direkomendasikan selama 6 bulan. Ada banyak manfaat dari pemberian ASI, seperti mencegah obesitas pada anak, mencegah infeksi, SIDS, dan alergi. 

Di artikel kali ini, Smarter Health akan membagikan tips menyusui bayi untuk membantu Anda melewati momen awal menyusui. Anda juga bisa mendiskusikan hal ini dengan konsultan laktasi melalui layanan gratis Smarter Health. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tips Menyusui Bayi

Jika Anda memutuskan untuk menyusui, berarti Anda sudah siap untuk sabar menghadapi segala kendala yang mungkin muncul. Buatlah perencanaan yang jelas untuk meningkatkan peluang menyusui berjalan dengan lancar. Berikut ini tips menyusui bayi yang bisa Anda ikuti.

1. Perhatikan Tanda Bayi Lapar

Penuhi kebutuhan bayi sebelum mereka menangis. Perhatikan tanda-tanda saat mereka lapar, seperti memutar atau mengangkat kepala berulang kali, membuka dan menutup mulut, menjulurkan lidah, dan menghisap apa pun yang ada di dekat mereka. 

Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda lapar, segera tawarkan payudara Anda ke dekat mulut mereka untuk menyusu. Bayi akan senang saat mereka tidak harus berjuang untuk mendapatkan perhatian Anda. Ini juga bisa membangun tingkat keintiman yang akan memperdalam hubungan ibu dan bayi. 

2. Biarkan Bayi Menentukan 

Bayi lebih mengetahui kebutuhannya daripada yang Anda lakukan saat ini. Biarkan mereka menentukan seberapa sering harus menyusui. Jangan menetapkan interval menyusui sebelum dan sesudah, kemudian menolak bayi untuk menyusu hanya karena belum cukup waktu. 

Anda juga tidak perlu membangunkan bayi yang sedang tidur untuk memberikan ASI hanya karena sudah beberapa jam mereka tidak makan. Biarkan bayi yang sedang tidur berbaring dengan tenang, kemudian berikan ASI saat mereka bangun. 

Biarkan bayi Anda menentukan seberapa lama mereka harus menyusu. Si kecil tahu seberapa banyak jumlah ASI yang mereka butuhkan. Jangan khawatir jika waktu menyusui hanya berlangsung selama 10 menit dan jangan panik jika berlangsung hampir 1 jam. Beberapa bayi makan lebih cepat, sedangkan yang lainnya membutuhkan waktu lebih lama. 

3. Cari Posisi Nyaman saat Menyusui

Tips menyusui bayi yang berikutnya adalah dengan mencari posisi nyaman saat menyusui. Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk menggendong bayi saat mereka menyusu. Jika posisi duduk Anda salah, ini bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dalam waktu yang lama. Penyakit lain seperti nyeri punggung dan nyeri leher mungkin akan muncul setelahnya. 

Terlalu banyak bergerak dapat mengganggu proses menyusui bayi Anda dan menyebabkan mereka lekas marah dan rasa lapar meningkat. Itulah sebabnya mengapa Anda harus mencari posisi nyaman saat menyusui. Posisi yang direkomendasikan yaitu berbaring miring dengan bayi menghadap ke arah Anda atau duduk dalam posisi bersandar dengan menggendong bayi di lengan Anda. 

Tempat tidur atau sofa dengan tumpukan bantal dapat menopang punggung dan lengan Anda agar tercipta posisi ideal untuk menyusui. Semakin Anda memperhatikan kenyamanan Anda sendiri, semakin banyak sesi menyusui yang menyenangkan bagi Anda dan bayi Anda.

4. Bantu Bayi Menemukan Posisi Terbaik

Bukan hanya Anda, bayi juga harus menemukan posisi terbaik saat menyusu. Selama sesi menyusui, bayi mungkin akan menemukan posisi paling nyaman. Perhatikan posisi ini agar Anda bisa lebih mudah di sesi menyusui berikutnya. 

Setiap bayi menyukai posisi yang berbeda-beda, tetapi ada beberapa pedoman umum yang bisa Anda gunakan untuk menemukan posisi terbaik untuk Anda dan bayi Anda, yaitu:

  • Dagu berada tepat di atas payudara. 
  • Usahakan bayi tidak terlalu sering menoleh.
  • Kepala bayi sedikit dimiringkan ke belakang.
  • Posisikan bayi hingga mulutnya sejajar dengan puting Anda.
  • Jika memungkinkan, bayi harus menempel di areola, bukan hanya di puting. 

Anda tidak perlu memaksakan posisi ini. Bayi mungkin lebih menyukai posisi yang sedikit berbeda. Biarkan itu terjadi secara alami. Anda hanya perlu memastikan bahwa bayi merasa nyaman dan dapat bernapas dengan lancar selama sesi menyusui. 

5. Rileks

Saat Anda sudah menemukan posisi nyaman untuk menyusui, cobalah untuk bersantai. Bayi tidak bisa rileks jika Anda tidak rileks. Tanpa Anda sadari, bayi dapat merasakan jika Anda tegang dan gugup selama sesi menyusui, sehingga mereka tidak akan menyusu dengan benar. 

Periksa juga lingkungan di sekitar Anda. Jika Anda berada di lingkungan yang penuh tekanan dan membuat Anda tidak nyaman, pilihlah untuk mengubah pemandangan. 

Luangkan beberapa menit sebelum menyusui untuk self-talk dan relaksasi diri. Ambil napas dalam-dalam secara perlahan. Bayangkan tempat favorit yang ingin Anda kunjungi. Cara ini akan membuat Anda lebih rileks dan terbebas dari stres.

6. Jangan Panik saat Kebocoran ASI 

ASI sering bocor dalam beberapa minggu pertama menyusui. Jangan khawatir, ini merupakan kondisi yang sangat wajar. Kebocoran ASI bisa terjadi saat Ada mendengar bayi lain menangis, saat bayi Anda tidak menyusu selama beberapa jam, saat Anda memikirkan bayi Anda, atau saat Anda merasakan emosi yang kuat. 

Kebocoran ASI akan semakin berkurang atau hilang saat bayi Anda terus menyusu. Sementara kebocoran ASI masih terjadi, gunakan bantalan menyusui di dalam bra Anda untuk menyerap kebocoran. 

7. Rawat Kulit Payudara Anda

Pada dasarnya, kulit payudara sangat halus, tapi bisa menjadi kering, pecah-pecah, dan iritasi seiring waktu. Kondisi ini bisa membuat menyusui terasa menyakitkan. Lindungi kulit payudara Anda dengan melakukan sejumlah tindakan pencegahan, seperti:

  • Setelah menyusui, oleskan pelembab khusus di sekitar payudara Anda. 
  • Keluarkan payudara Anda secara berkala untuk menghindari iritasi dari pakaian.
  • Setelah menyusui, tepuk-tepuk area payudara Anda dengan kain lembut hingga kering.
  • Mandi 1 atau 2 kali sehari dengan sabun yang lembut sudah cukup, tidak perlu berlebihan.

8. Atasi Pembengkakan Payudara

Pembengkakan yang terasa menyakitkan pada payudara bisa terjadi apabila Anda memproduksi lebih banyak ASI daripada yang dikonsumsi bayi Anda. Pembengkakan paling sering terjadi ketika ASI Anda pertama kali masuk setelah bayi Anda lahir. 

Kondisi ini dapat mempersulit bayi untuk menyusu dan hanya meningkatkan kemungkinan pembengkakan terus berlanjut. Cara terbaik untuk menghindari pembengkakan payudara yang menyakitkan ini adalah dengan menyusui bayi Anda sesering mungkin. 

Jika pembengkakan terus berlanjut, Anda dapat memeras ASI menggunakan tangan dan memijat areola di sela-sela jari Anda. Lakukan aktivitas tersebut di bawah pancuran air hangat, karena membantu ASI mengalir lebih mudah. Jika belum berhasil, gunakan pompa ASI dan lanjutkan hingga payudara Anda terasa nyaman. 

Itu dia tips menyusui bayi. Dapatkan bantuan dari konsultan laktasi di dalam dan luar negeri melalui Smarter Health. Anda juga bisa melakukan tele-konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar rumah. Sangat praktis!

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?