Vaksin COVID-19 di Indonesia Gratis, Ini Syaratnya

Vaksin COVID-19 di Indonesia Gratis, Ini Syaratnya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Pemerintah merencanakan pemberian vaksin gratis COVID-19 untuk masyarakat Indonesia. Hal ini berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggratiskan pemberian vaksin. 

Namun, untuk saat ini, tidak semua masyarakat bisa langsung vaksin. Ada beberapa kelompok yang masuk skala prioritas untuk vaksin terlebih dahulu. 

Berikut ini informasi seputar vaksin gratis COVID-19 yang perlu Anda ketahui.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Mengenal Apa Itu Vaksin Sinovac

Vaksin corona Sinovac atau CoronaVac telah tiba di Indonesia pada hari Minggu (6/12/2020). Vaksin ini terkemas di dalam kontainer berpendingin yang berasal dari Beijing menggunakan pesawat Garuda Indonesia. 

Pengiriman vaksin CoronaVac yang berasal dari perusahaan biofarmasi Sinovac Biotech Ltd. telah tiba di Indonesia. Kedatangan vaksin ini sekaligus untuk persiapan rencana vaksinasi massal dengan dosis 1,8 juta lagi akan tiba pada bulan Januari 2021 mendatang.

Sinovac atau CoronaVac adalah vaksin buatan perusahaan Sinovac Biotech Ltd. yang berpusat di Beijing, China. Seperti negara-negara lain di dunia, China berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 dan empat vaksin sudah memasuki uji coba tahap ketiga dan terakhir uji klinis, termasuk vaksin Sinovac.

Salah satu keunggulan utama vaksin Sinovac adalah dapat kita simpan di lemari es standar pada suhu 2°C hingga 8°Celcius, seperti vaksin Oxford yang terbuat dari virus rekayasa genetika yang menyebabkan flu biasa pada simpanse. Sementara vaksin Moderna perlu tersimpan pada suhu -20°C dan vaksin Pfizer pada suhu -70°C.

Ini berarti vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih berguna bagi negara berkembang yang kemungkinan tidak dapat menyimpan vaksin dalam jumlah besar dan suhu rendah.

Skema Pemberian Vaksin Gratis COVID-19

Pada tahap awal, tujuan vaksin gratis COVID-19 untuk garda terdepan yang berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Kemudian secara bertahap akan meluas seiring ketersediaan vaksin dan izinnya, seperti penerima bantuan iuran BPJS dan kelompok masyarakat lain. 

Ada beberapa hal yang lebih detail terkait perencanaan vaksinasi yang berjalan secara bertahap. Saat ini pemerintah Indonesia sedang menyusun peta jalan (roadmap) untuk menjelaskan mekanisme pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh. 

Dilansir dalam laman Kompas, berikut ini skema pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yaitu:

1. Pendistribusian Vaksin

Vaksin COVID-19 akan segera didistribusikan. Setelah program vaksinasi dapat berjalan, maka sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac yang telah tiba di Indonesia akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan para tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan yang bertugas di tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. 

2. Target yang Akan Vaksin

Seiring dengan kedatangan vaksin selanjutnya, sasaran vaksinasi akan berjalan ke tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan para tenaga penunjang yang bertugas di 27 provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali. 

Target kedua yang akan vaksin ini menggunakan stok 1,8 juta dosis dalam kemasan produk jadi. Rencananya vaksin ini akan tiba di Indonesia pada bulan Januari 2021 mendatang. 

3. Pendistribusian Secara Bertahap

Vaksin COVID-19 di Indonesia akan didistribusikan secara bertahap sesuai ketersediaan. Vaksin juga akan didistribusikan secara bertahap ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pendistribusian ini berjalan secara berjenjang yang berawal dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 

4. Vaksinator Sudah Terlatih 

Dari sebelum vaksin COVID-19 tiba di Indonesia, orang yang menyuntikkan vaksin COVID-19 atau vaksinator di seluruh Indonesia juga telah dapat training secara khusus oleh Kementerian Kesehatan.

5. Pendistribusian Vaksin dengan Prosedur CDOB 

Pendistribusian vaksin dipastikan akan dilakukan sesuai dengan prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) demi menjamin kualitas vaksin hingga diterima oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Siapa Saja yang Menerima Vaksin Gratis?

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memberikan vaksin COVID-19 secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Meski begitu, tidak semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin. 

Dilansir dalam laman CNBC Indonesia, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan dalam konferensi pers digital, Jumat (18/12/2020), vaksinasi bersifat gratis sesuai dengan arahan Presiden. Namun, yang berhak mendapatkan vaksin adalah masyarakat yang sehat dan kelompok usia tertentu. 

Pengembangan vaksin gratis COVID-19 untuk anak-anak masih terencana pada daftar kandidat vaksin, karena saat ini uji klinis vaksin masih terbatas pada umur 18 hingga 59 tahun. Kelompok usia tersebut merupakan kelompok terbanyak yang terpapar COVID-19. 

Ada pun kandidat lain yang mendapatkan vaksin gratis COVID-19, yaitu masyarakat yang berusia 60 hingga 89 tahun. Namun, tahap awal vaksinasi tetap bertujuan untuk orang dewasa sehat yang berusia 18 hingga 59 tahun, karena merupakan kelompok usia terbanyak yang terpapar COVID-19.

Karena kebanyakan kandidat vaksin di dunia saat ini baru teruji pada orang dewasa sehat yang berusia 18 hingga 59 tahun dan akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi ketepatan vaksin gratis COVID-19 untuk masyarakat yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit penyerta. 

Seberapa Ampuh Vaksin Melindungi Penularan COVID-19?

Perlindungan yang akan diberikan vaksin gratis COVID-19 nantinya, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan Anda dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu:

  • Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.
  • Mencuci tangan pakai sabun hingga bersih.
  • Memakai masker yang direkomendasikan oleh WHO dengan benar.

Pengaruh vaksinasi terhadap pandemi COVID-19 tergantung pada beberapa faktor, seperti efektivitas vaksin, seberapa cepat vaksin mendapat izin, seberapa cepat vaksin produksinya, dan pengirimannya, serta berapa banyak target jumlah orang yang akan menerima vaksin.

Pemerintah menargetkan setidaknya sebanyak 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 yang nantinya akan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Apakah Ada Efek Samping Pemberian Vaksin?

Secara umum, vaksin bekerja dengan cara merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit tertentu. Apabila terpapar bakteri atau virus tersebut, Anda akan bisa terhindar dari penularan ataupun penyakit berat. 

Efek perlindungan vaksin gratis COVID-19 masih menunggu hasil uji klinis fase III hingga pemantauan selesai. Namun, berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia sudah terbukti aman dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyebaran virus corona.

Sebelum menerima vaksin gratis COVID-19, Anda mungkin mengkhawatirkan efek sampingnya. Secara umum, efek samping vaksinasi yang muncul dapat bervariasi, dari efek umum yang ringan dan bersifat sementara dan tidak selalu ada, serta tergantung pada kondisi tubuh. 

Contoh efek simpang ringan seperti demam, nyeri otot, muncul ruam-ruam kemerahan pada bekas suntikan. Ini adalah hal yang wajar, tapi tetap perlu diperhatikan. 

Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping vaksinasi yang berat dapat terdeteksi lebih cepat, sehingga dapat segera dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risikonya, karena Anda berisiko terinfeksi virus bila tidak divaksin. 

Itu dia penjelasan singkat seputar vaksin gratis COVID-19. Apakah Anda sudah siap? Apabila Anda memiliki gejala COVID-19, hubungi penyedia layanan kesehatan melalui Smarter Health.Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri.

Referensi:
Cantika Adinda Putri (2020). CNBC Indonesia. Meski Gratis, Tak Semua Orang Bisa Divaksin, Ini Syaratnya.
Ellyvon Pranita (2020). Kompas. Vaksin Sinovac Datang, Bagaimana Distribusinya? Ini Penjelasan Terawan
Arys Aditya, Grace Sihombing (2020). Bloomberg. Indonesia to Offer Free Vaccines, With Jokowi First in Line.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?