Waspada! Lima Penyakit ini Mengancam Indonesia

Menjaga kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan, agar tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun sebagian besar masyarakat Indonesia tampaknya masih sering mengabaikan pola hidup sehat, tidak menjaga makan ataupun malas berolahraga, sehingga membuat kualitas kesehatan tubuh menjadi buruk. Akibatnya, penyakit seperti penyakit, stroke, jantung, diabetes, tuberkulosis, hipertensi kini menjadi momok yang menakutkan.

Ada berbagai jenis penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia, bahkan beberapa di antaranya dapat berujung kematian. Mari kenali lima jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia berikut ini:

1. Stroke

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika aliran darah ke otak berhenti, dan menyebabkan sel-sel dalam otak akan mati. Stroke sebenarnya terdiri dari 2 jenis, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi karena adanya gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah di otak, sementara stroke hemoragik terjadi karena rapuhnya pembuluh darah, sehingga mudah pecah dan menyebabkan darah bocor ke luar otak.
Stroke hemoragik merupakan jenis stroke yang lebih berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan tubuh yang lebih parah dibandingkan dengan stroke iskemik.

sumber: dictio

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari tahun 2007, yakni awalnya sebesar 8,3 per 1.000 penduduk menjadi 12,1 per 1.000 penduduk di tahun 2013.

2. Jantung Iskemik

Jantung iskemik merupakan jenis penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Penyakit jantung iskemik terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri jantung, sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan zat makanan dan darah ke jantung. Faktor yang menyebabkan penyakit jantung iskemik di antaranya adalah merokok, kadar kolesterol yang tinggi, diabetes mellitus, faktor genetik, dan faktor keturunan.

Prevalensi penyakit jantung di Indonesia rata-rata 9.2% dengan prevalensi tertinggi mencapai 16.9% di Sulawesi Tengah dan prevalensi terendah di Lampung dengan angka 3.5%. Hampir 75% dari kematian akibat penyakit jantung terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

3. Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus, atau yang dikenal dengan diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering ditemukan. Penyakit ini terjadi ketika gula darah terlalu tinggi. Insulin, yang merupakan hormon yang dihasilkan pankreas dan ditujukan untuk membantu glukosa memasuki sel-sel tubuh dan digunakan sebagai energi. Namun, dalam kasus ini, badan tidak memproduksi insulin yang cukup, atau bisa juga terjadi bila insulin tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, glukosa tetap menetap dalam darah dan tidak cukup untuk menggapai sel-sel tubuh.

Perbedaan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 (foto: SwipeRX)

Dari sekitar tahun 1980-an, berbagai penelitian di Indonesia yang telah dilakukan oleh pusat-pusat diabetes menunjukkan prevalensi diabetes mellitus pada penduduk usia di atas 15 tahun sebesar 1,5-2,3% dengan prevalensi di daerah perdesaan lebih rendah dibandingkan perkotaan. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, proporsi diabetes mellitus di Indonesia sebesar 6.9% dengan estimasi jumlah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas sejumlah 176.689.336 orang.

4. Tuberculosis

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak dan menyerang jaringan tubuh manusia. Penyakit ini terutama akan mempengaruhi paru-paru, namun juga dapat menginfeksi orang tubuh lainnya. Hanya melalui udara, penyakit ini dapat dengan mudah ditularkan kepada orang lain yang menghirup udara di dekat orang yang mengidap TBC. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat TBC akan berkembang secara cepat.

Mycobacterium Tuberculosis penyebab penyakit TBC (foto: sekadau.com)

Pada tahun 2016, kasus penyakit TBC mencapai hingga 1.020.000 pengidap. Angka ini menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Kemenkes melaporkan bahwa terdapat 351.893 kasus TBC di Indonesia per tahun 2016, meningkat dari tahun 2015, yakni 330.729 kasus.

5. Hipertensi

Hipertensi merupakan nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah. Dalam kondisi ini, pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menjadi keras dan sempit. Sehingga, jantung dapat melemah karena harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Pada akhirnya, jantung tidak dapat melakukan tugasnya dan menyebabkan gagal jantung.

Pasien hipertensi wajib mengecek tekanan darah secara berkala (foto: Boston Universtity)

Prevalensi hipertensi nasional berdasarkan Riskesdas tahun 2013 sebesar 25,8%, tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung (30,9%), sedangkan terendah di Papua (16,8%). Namun, banyak yang penderita yang tidak menyadari terkena penyakit hipertensi. Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik, dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal, dan kebutaan.

Apakah Anda menderita salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas? Segera gunakan platform Smarter Health untuk membantu mencari dokter spesialis ternama dan terpercaya yang sesuai dengan kondisi medis Anda!

Demikianlah 5 jenis penyakit yang saat ini paling mengancam kesehatan penduduk Indonesia. Apakah Anda menderita salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas? Segera gunakan platform Smarter Health untuk membantu mencari dokter spesialis ternama dan terpercaya yang sesuai dengan kondisi medis Anda!



Butuh pengobatan lebih lanjut dari dokter spesialis Singapura?

Daftar akun gratis sekarang, dan langsung dapatkan diagnosis gratis, rencana perawatan dan informasi biaya pengobatan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan